JOKOWI, PLTMH SINTANG KALBAR MANGKRAK, RAKYAT PUN GIGIT JARI !

0
567

JOKOWI, PLTMH SINTANG KALBAR MANGKRAK, RAKYAT PUN GIGIT JARI !

 

Sintang, Gramediapost.com

 

Sejak tahun 2015 Presiden Jokowi meminta Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) diperbanyak. Alasannya, PLTMH adalah pembangkit yang teknologinya sudah dikuasai oleh perusahaan -perusahaan lokal. Selain itu, pembangunannya akan menyerap banyak tenaga kerja.

“Namun Itu kebalikannya dengan yang terjadi di Desa Pulou Sabhang, Kec. Ambalau Kab. Sintang, Kalimantan Barat. Demikian ditegaskan Fransiskus Luwi, Anggota Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AKARJOKOWI2013) Korwil.Kalbar melalui seluler Senin (6/7) Lalu.

PLTMH dengan pagu lebih dari Rp.513 juta itu sejak tahun 2017 Lalu telah ‘mangkrak, sehingga kalau pun diperbaiki biayanya melebihi angka itu.Tambah Luwi. Juga selain PLTMH yang ‘mangkrak. Ada juga Pembangunan Kantor Desa dengan pagu Rp. 165 juta, Pekerjaan Rabat beton volume 24 mtr x 120 cm dengan pagu Rp4,8 juta,
Pembangunan jembatan 20 mtr dengan pagu Rp. 46.605 juta,
Perpustakaan desa Rp.10 juta,
Sarana alat-alat kerja yang termuat dalam APBDes tidak dibelanjakan fiktif,
Pembangunan polindes 8x 12
Rp. 172.1 juta, Jalan rabat beton 30 mtr fiktif,pagu Rp. 36.7 juta, Rehabilitasi air bersih Rp.47,110 juta, Hak-hak perangkat desa masih ada yang belum dibayar/ dilunasi.

Aset-aset desa tidak jelas. Dan di tahun
2020, Perangkat desa yang baru dilantik SK jelas, satu triwulan per-Januari tidak dibayar, sebagian tidak dibayar.

“Kami memang jauh dari Istana Negara dan Kantor Staf Presiden (KSP), namun kami yakin dengan bantuan media yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (ALWANMI) semua hal ini dapat tersampaikan jelas kepada Presiden Jokowi, bang”, harap Luwi.

“Sekedar mengingatkan saja bang, saat Pilpres 2019 lalu suara Jokowi-KH.Maruf Amin di Kabupaten Sintang menang dengan jumlah Kabupaten Sintang dengan jumlah 190.595 suara dari 406 desa, 1417 TPS dan DPT 295.386 (Laki-laki: 151.390/ Perempuan: 143.996). Dan khusus di Kecamatan Ambalau kami mendapat 6.631 suara dari 9.865 DPT.Nah Karena banyak Proyek mangkrak Itu kami dan teman teman merasa malu kepada warga disana karena dianggap kami lalai mengawasi”, tutup Luwi.(Rahma)

Baca juga  FGD FKKJ: Tanpa Pancasila Tidak Ada Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here