Kyai Ma’ruf Amin Wapres RI, Nahnu Muslimuun Wa Nahnu Indunisiyyun (Kami Seorang Muslim dan Kami Masyarakat Indonesia)

0
386

Kyai Ma’ruf Amin Wapres RI, Nahnu Muslimuun Wa Nahnu Indunisiyyun (Kami Seorang Muslim dan Kami Masyarakat Indonesia)

Bangka Belitung, Rabu 26 Februari 2020 selepas ba’da Ashar bertempat di rumah dinas Erzaldi Roaman Djohan Gubernur Ptovinsi Kep. Bangka Belitung berlangsung acara taa’ruf, silahturahmi yang dihadiri oleh Kyai Ma’ruf Amin Wapres RI dan para Rektor Perguruan Tinggi, ulama dari MUI, ormas Islam, utusan dari Pondok Pesantren. Dalam pertemuan itu juga diadakan jamuan makan sore dengan hidangan berbagai masakan khas Bangka Belitung yaitu lempah kuning daging daun muda kedondong dan masakan lainnya.

Dalam sambutannya di acara tersebut Wapres juga menekankan
Nahnu muslimuun wa nahnu Indunisiyyun (kami seorang muslim dan kami masyarakat Indonesia)

Karenanya, gerakan keumatan jangan dikesankan seperti sedang berperang, berhadap-hadapan dengan musuh, apalagi jika diiringi dengan doa-doa perang. Kongres ini, jelasnya punya tujuan mulia dan peran strategis dalam rangka mencari makharij wathaniyah (solusi kebangsaan) dan makharij Islamiyah (solusi keislaman).

“Peran kita bukan merebut kekuasaan, tetapi bagaimana dapat memperbesar partisipasi. Sehingga peran itu akan disumonggokan atau diberikan kepada kita secara sukarela,” tuturnya.

Banyak tokoh Islam yang berperan di RI namun bukan representasi umat. Muslim di Indonesia besar jumlahnya namun kecil perannya.
Harapan Wapres RI kedepannya setiap kaum muslim bisa bergaung Nasional dan Internasional.

Harapan kedepannya Indonesia menjadi Produsen Halal terbesar dunia bukan hanya konsumen halal terbesar dunia. Industri Halal Indonesia belum masuk 10 rangking terbesar dunia padahal Indonesia adalah negara muslim. Brasilia dan Australia yang notabene bukan negara muslim sudah masuk rangking industri halal terbesar dunia. Baik dalam produk makanan, Industri Keuangan Halal, Pasar Modal, Asuransi, Sukuk Social Fund, wakaf Sukuk.

Baca juga  Pernyataan Sikap Keluarga Besar Marhaenis Kota Yogyakarta Tentang Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI )

Pemberdayaan ekonomi masyarakat Indonesia sangat diperlukan sehingga masyarakat menjadi kuat dan dibangun dari bawah salah satunya melalui IMBAS inkubasi dan pemberdayaan masyarakat.

Indonesia adalah negara yang terbentuk karena kesepakatan. Kesejahteraan bangsa adalah juga termasuk kesejahteraan umat Islam karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam demikian ujarnya pula.

Kyai Ma’ruf Amin Wapres RI juga menyatakan bersama Fakhrul Razi Menteri Agama RI, Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri RI, Retno Marsudi Menteri Luar Negeri RI akan bersinergi mengadakan Pertemuan di Indonesia dengan mengundang semua Tokoh-tokoh Agama seluruh dunia yaitu dari unsur Islam, Buddha, Kristen, Katholik, Khonghucu, Hindu, Yahudi sehingga tidak ada Intoleran dan tidak Islam Phobia.

Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini digelar mulai tanggal 26-29 Februari. Dihadiri 1000 peserta dari kalangan ulama MUI, Ormas Islam, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag), Rektor Perguruan Tinggi, dan pondok pesantren, perwakilan dari negara sahabat, wartawan media cetak, online nasional.

(Lili Judiarti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here