Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Support Group Kanker CISC Adakan Diskusi Kenali Kanker Paru Di RSCM Jakarta

×

Support Group Kanker CISC Adakan Diskusi Kenali Kanker Paru Di RSCM Jakarta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Jakarta, Gramediapost.com

Example 300x600

Support Group Kanker Mengadakan Acara Diskusi Kenali Kanker Paru, Bagaimana Pencegahan dan Pengobatannya dan Peluncuran Situs Web Organisasi Pasien CISC di Ruang serbaguna Lantai 3 Gedung Radioterapi RSUPN dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jalan Pangeran Diponegoro no 71 .Jakarta Pusat, Sabtu (16/11).

Hadir sebagai narasurnber : dr. Ceva Wicaksono P, SpPD-KP,KIC,FINASIM.

Sejak berdiri pada 16 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 3 April 2003, Cancer Information and Support Center (CISC) terus berusaha menjalankan misi komunitas sebagai “Rumah Kedua” para penyintas kanker dan mereka yang peduli terhadap kanker dengan visi” indonesia peduli kanker”.

CISC berusaha memberikan dukungan moral, emosional dan sosial bagi penyintas maupun keluarga, meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kanker dan pentingnya pola hidup sehat dan bersih serta deteksi dini, menyediakan informasi yang tepat tentang kanker, serta memfasilitasi hubungan harmonis antara berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan kanker.

Dalam mewujudkan visinya itu, CISC secara rutin mengadakan acara support group kanker, seminar dan pelatihan kanker. Juga mengembangkan komunitas CISC hingga ke berbagai daerah. Saat ini cabang CISC sudah didirikan di 10 kota di Indonesia. Menyadari interaksi masyarakat kini banyak beraktivitas di sosial media, CISC membuat fan page CISC Indonesia di facebook dan membuat beberapa group whatsapp untuk komunikasi interaktif dari berbagai jenis kanker, antara lain CISC Paru untuk penyintas kanker paru, CISC Colon untuk penyintas kanker kolorektal, CISC Youth untuk para penderita kanker di usia muda. Untuk tingkatkan layanan kepada masyarakat khususnya kepada anggota, CISC membangun situs web yang dapat diakses di alamat www.cancerclubcisc.org.

“Harapannya, situs web ini dapat menambah informasi tentang kanker. Sedangkan bagi para pasien dan penyintas kanker yang tergabung dalam CISC juga menjadi “Rumah Kedua” mereka untuk berbagi kisah perjuangan hidup dan kegiatan yang dilakukan. Apalagi, saat ini CISC sudah hadir di 10 kota di Indonesia. Sayang sekali jika kegiatan mereka yang bermanfaat itu tidak diketahui oleh teman-teman mereka dari daerah lain dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” ujar Ketua Umum CISC, Aryanthi Baramuli Putri.

Melalui situs web ini menurut Aryanthi diharapkan juga dapat menggugah para donatur berbagi rejeki mereka untuk rumah singgah dan kegiatan peduli terhadap kanker yang diadakan CISC. “Dengan berbagi, berarti telah menyumbang kehidupan para pasien dan penyintas kanker untuk HIDUP LEBIH BERKUALITAS, LEBIH BERARTI & LEBIH BERSEMANGAT DENGAN KANKER” ujar Aryanthi.

Dari sekian banyak jenis kanker, menurut data GLOBOCAN 2018, kanker paru adalah kanker yang paling banyak ditemukan baik pada pria maupun wanita di seluruh dunia, dengan jumlah kasus 2.093.876 atau 11,6% dari total kasus, dan merupakan penyebab utama dari kematian akibat kanker dengan angka kematian sebesar 1.761.007 jiwa atau 18,4% dari total angka kematian akibat kanker. Sedangkan di Indonesia, terdapat 348.809 kasus kanker baru dengan angka kematian mencapai 207.210. Ada 30.023 pasien kanker didiagnosa kanker paru dimana pada tahun yang sama 26.095 pasien meninggal karena kanker paru.

Oleh karena itu, dalam rangka Bulan Peduli Kanker Paru di bulan November ini, dalam peluncuran situs web, CISC bekerjasama dengan Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) juga menyelenggarakan Support Group Kanker dengan tema : “Kenali Pencegahan dan Pengobatannya” dengan narasumber dr. Ceva Wicaksono P, SpPDKP,KIC,FINASIM. Acara ini dibuka oleh dr. Trio Toufik Edwin. T, MKM, Kepala Seksi Penyakit Kanker Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Ruang serbaguna Lantai 3 Gedung Radioterapi RSUPN dr Cipto Mangunkusumo.

Tentang Cancer Information and Support Center (CISC).

Diawali dengan pertemuan dua pasien kanker, Aryanthi Baramuli Putri dan Yuniko Deviana saat menunggu giliran konsultasi dokter di akhir tahun 2002, maka tercetus ide mendirikan komunitas para pasien dan penyintas kanker. Ketidaktahuan, ketidakpastian, ketakutan dan kekhawatiran tentang penyakit kanker seringkali dialami pasien dan penyintas kanker. Untuk itu, dibutuhkan komunitas berbagi informasi, bertukar pengalaman dalam menjalani pengobatan kanker dan hidup sebagai penyintas kanker.

Cabang CISC sudah berada di Semarang, Batam, Manado, Yogyakarta, Padang, Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan. Hingga kini sudah ada sekitar 110 pengurus anggota CISC yang mengikuti ToT / ToS yang diselenggarakan organisasi profesi dan Komite Penanggulangan Kanker Nasiona (KPKN), sehingga para pengurus dan anggota CISC menjadi agen perubahan tentang kanker.

Sejak CISC didirikan di Jakarta pada tanggal 3 April 2003 selalu terbuka untuk bekerjasama dengan berbagai pihak, khususnya dengan organisasi kanker Iainnya didalam negeri maupun di luar negeri. Sejak tahun 2017 CISC menjadi anggota Koalisi Indonesia Cegah Kanker Servuks (KICKS), dan setahun kemudian menjadi anggota Asosiasi Advokasi Kanker Perempuan Indonesia (AZKPI) dan Union for International Cancer Control (UICC).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…