Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Koperasi Ekonomi Digital Indonesia (KDI) Modernisasi IKM/UKM Berbasis Digital

×

Koperasi Ekonomi Digital Indonesia (KDI) Modernisasi IKM/UKM Berbasis Digital

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Jakarta, Gramediapost.com

Example 300x600

Foto bersama pengurus Koperasi ekonomi Digital Indonesia (KDI) usai menggelar rapat internal di kantor Benteng Jokowi (BeJO) Jl. Kertanegara 25 Jakarta Barat, Senin (04/11/2019) membahas persiapan Rakernas 1 KDI di Kota Samarinda Kalimantan Timur. Foto: BP/Syafrudin Budiman.

Jakarta – Koperasi ekonomi Digital Indonesia (KDI) besutan Benteng Jokowi (BeJO) akan menggelar Rakernas 1 di Kota Samarinda Kalimantan Timur. Rencananya akan dilaksanakan pada 20 Februari 2020 dengan ikuti relawan BeJO se Indonesia yang bermetamorfosa menjadi KDI.

“Pada acara Rakernas ini KDI akan mengundang Presiden Jokowi dan beliau diminta untuk membuka acara Rakernas 1 KDI,” kata Jack T.W. Tumewan, Ketua Umum BeJO yang juga Ketua Dewan Pembina KDI, saat dihubungi, minggu pagi, (10/11/2019).

Menurut Papa Jack sapaan akrabnya, Presiden Jokowi akan diusulkan menjadi Bapak Koperasi Digital Indonesia (KDI). Sebab katanya, Presiden Jokowi adalah sosok yang peduli pada dunia ekonomi digital 4.0, dimana banyak kebijakannya peduli pada ekonomi berbasis teknologi digital.

“Presiden Jokowi akan kami berikan penghargaan Koperasi ekonomi Digital Indonesia (KDI) pada saat Rakernas 1 KDI yang akan dihadiri sekitar 20.000 peserta,” tukas Papa Jack.

Saat acara Rakernas 1 KDI juga akan digelar Pameran Koperasi yang diikuti 30 negara. Selain itu juga diikuti seluruh Kabupaten/Kota dan pengusaha UKM/IKM dengan sejumlah 1000 stand pameran.

“Kami KDI miliki visi-misi panjang, terutama dalam memodernisasi koperasi-koperasi, Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di seluruh Indonesia dalam sebuah platform digital,” terang Papa Jack.

Sementara itu Emanuel Bria Ketua KDI, yang mencakup wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan, bentuk KDI kedepan akan memfasiitasi transaksi langsung antara berbagai pelaku usaha kecil dan menengah. Sehingga katanya, kendala pemasaran yang selama ini dihadapi oleh para petani, nelayan, perajin, peternak, pemilik warung-warung kecil dapat diatasi.

“KDI juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memfasilitasi modal usaha bagi para pelaku usaha kecil dan menengah. Salah satunya LPDB dan lembaga-lembaga keuangan nasional,” jelasnya.

Menurutnya, ada dua persoalan pokok yang selama ini dihadapi koperasi, IKM dan UKM yaitu pasar dan modal. KDI lahir untuk mengatasi kedua persoalan tersebut sehingga ekonomi rakyat baik di desa maupun di perkotaan dapat berkembang.

Katanya juga, persoalan paling besar Indonesia sekarang ini adalah kesenjangan ekonomi, kesenjangan wilayah dan kesenjangan peluang usaha. Misalnya, wilayah NTT selama ini dikenal sebagai daerah yang tertinggal secara ekonomi dibandingkan daerah lain seperti Jawa, Bali dan Sumatera.

“Kami harapkan platform koperasi ekonomi digital ini dapat membuka peluang-peluang pertumbuhan baru di NTT sehingga NTT bisa naik kelas. Revolusi industri digital harus dimanfaatkan oleh masyarakat kecil untuk melakukan revolusi di bidang ekonomi,” kata Emanuel Bria yang saat ini juga sedang mengikuti proses pencalonan Bupati di Kabupaten Malaka, Provinsi NTT.

“Membangun ekonomi kerakyatan lewat KDI merupakan salah satu misi saya di Kabupaten Malaka sehingga Malaka bisa keluar dari statusnya sebagai daerah tertinggal,” tegas Emanuel Bria.

Selanjutnya Steven Sahelangi Sekretaris Jenderal KDI yang sekaligus Sekretaris Panitia Rakernas 1 KDI mengatakan, berdirinya KDI bertujuan untuk masuk idalam dunia ekonomi yang bebasis digital. Terutama katanya, yang berkaitan erat dengan program pemerintah dalam memajukan ekonomi yang berbasis digital.

“Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam hal memberdayakan ekonomi masyarakat. Baik saat pembinaan, pengembangan usaha, pemasaran produk dan manajemen hasilnya,” ujar pria yang biasa dipaggil Steve ini.

Katanya, KDI hadir untuk mempermudah aktivitas bisnis yang lebih maju dengan berbasis digital. Termasuk semua kompenen-komponen ekonomi masyarakat yang lebih maju.

“KDI akan membuat aplikasi koperasi yang berbasis digital sebagai sarana aktivitas bisnis antar masyarakat. Sehingga KDI bisa bermanfaat secara ekonomi kepada masyarakat dan pemerintah,” tandas Steve.

Steve menambahkan, terkait Rakernas 1 KDI sebelumnya akan digelar Rakorsus KDI dalam waktu dekat dalam rangka mempersiapkan dan membahas aturan dna mekanisme kinerja KDI. Dimana akan diupayakan lahir keputusan-keputusan organisasi yang lebih detail dan tehnis.

“Peluang ekonomi koperasi digital adalah momentum dan peluang bagi KDI untuk membantu kinerja pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat. Sehingga hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dalam meningkatkan taraf perekonomian dan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. (red)

Penulis: Syafrudin Budiman

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…