Kornas GEMAR Jokowi-KMA adakan Diskusi Publik Menjaga Damai di Bumi Cenderawasih

0
1204

Jakarta, Gramediapost.com

Koordinator Nasional Relawan Gerakan Masyarakat Maritim Indonesia Untuk Bapak Ir.H. Joko Widodo-Bapak Prof.Dr. KH. Ma’ruf Amin (GEMAR JOKOWI-KMA), di Gedung Joang, Jakarta, Selasa (10/9).

Pembicara yang hadir diantaranya Marvin Sadipun Komber (Ketua Badan Kehormatan DPD-RI), M.Rivai Darus (Direktur Eksekutif IDR/ Mantan Ketum DPP KNPI), Irene Manimbuy (Mantan Wakil Gubernur Papua Barat), Martinus A. Werimon (Mantan Sekretaris Dewan Adat Papua), Edison Awoitouw (Ketua DPRD Kab. Jayapura), Baharudin Farawowan (Ketua Umum Relawan Gemar Jokowi-KMA/Ketum DPP Geomaritim). Dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang..

Judul Tema Menjaga Damai di Bumi Cendrawasih, “Anak Papua,Blcara Papua “

Sembllan kali Preslden Joko Wldodo berkunjung ke Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat sejak memimpin pada 20 Oktober 2014, pastilah syarat makna yang menunjukkan keberpihakan kepada Negara pada rakyat di Bumi Cenderawaslh.

Banyak orang mengatakan Papua merupakan secuil tanah surga yang jatuh ke bumi lantaran kekayaan alamnya yang begitu melimpah dihamparan hlngga isi perut Bumi Cenderawasih serta pesona alamnya yang teramat lndah. Namun Tanah Papua juga menylmpan pekerjaan rumah diberbagai bldang sepertl soal kesehatan, pendidikan, kesenjangan ekonoml, isolasl daerah, hingga keamanan.

Untuk menjawab hal dlatas maka pada tanggal 11 Desember 2017 Presiden Joko widodo ( Jokowi) menandatangani lnstruksi Preslden (lnpres) Nomor 9 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan dl Provinsl Papua dan Provinsi Papua Barat. MeIaIui Inpres tetsebut Jokowi menginstrukslkan kepada Menterl Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) untuk mengoordinasikan, menyinergikan penyusunan, dan menetapkan Rencana Aksi Tahunan Program Percepatan Pembangunan Kesejahteraan dl Provinsl Papua dan Provinsi Papua Barat sampai 2019.

Di Tengah Gencarnya Preslden Jokowi menaruh perhatian di Bumi Cenderawasih,memasuki detik-detik Peringatan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, pada tanggal 16 Agustus 2019 di Surabaya sebuah kado ’pahit’ dihadiahkan bagi tanah alr tercinta.

Baca juga  Mewujudkan RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang Menghindarkan Kriminalisasi terhadap Perempuan

Pekan yang semestinya penuh kegembiraan berubah mencekam karena rentetan perlstiwa penyerangan dan pengepungan Asrama mahasiswa Papua di beberapa wilayah tanah Air.

Kota-kota besar sepertl Malang. Surabaya dan Makasar menjadi panggung bagi pertunjukkan kebenclan RAS yang diskrimlnatif. Rentetan peristiwa tersebut memicu kerusuhan besat di Manokwarl Papua Barat sebagai buntut dari kekecewaan atas peristiwa penyerangan dan penahanan mahasiswa Papua.

Percikan dari dinamika sosial diatas kemungkinan juga dilatari kecurigaan besar temadap orang Papua yang dimata sebaglan besar masyarakat Indonesia, dianggap menginginkan kemerdekaan dan menentukan naslb mereka sendlrl.(Muhidin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here