Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Dr. Jakob Tobing akan Menyampaikan Orasi “Tanggung Jawab, Partisipasi dan Kiprah Politik Kristen Protestan dalam Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas”* dalam “Diskusi Politik PGI” (5/8/19)

×

Dr. Jakob Tobing akan Menyampaikan Orasi “Tanggung Jawab, Partisipasi dan Kiprah Politik Kristen Protestan dalam Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas”* dalam “Diskusi Politik PGI” (5/8/19)

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Gramediapost.com

 

Example 300x600

Dr. Jakob Tobing akan menyampaikan Orasi ilmiah “Tanggung Jawab, Partisipasi dan Kiprah Politik Kristen Protestan dalam Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas”* dalam “Diskusi Politik PGI” (5/8/19), di kantor Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia”, Graha Oikumene, Jalan Salemba, Jakarta Pusat.”demikian disampaikan Manahara Sitinjak, S.H., salah seorang anggota panitia kepada awak media. (4/8/19) di Jakarta.

Jelas Manahara,”Sebelum dan sesudah Kemerdekaan Indonesia, umat Kristen Protestan telah pro aktif berkiprah dalam praksis dan dinamika politik di Indonesia. Banyak pahlawan dan tokoh politik Kristen Protestan sudah memberikan kontribusi besar dalam menentukan dan mewarnai arah perjalanan bangsa Indonesia. Suara, partisipasi dan kontribusi Kristen Protestan di dalam dunia politik di tanah air telah menjadi faktor dan elemen penting dalam pembangunan politik nasional.

Sebagai entitas kedua terbesar di Indonesia, Umat Kristen Protestan harus terus merefleksikan, menggarami, menggumuli, menerangi dan menggali problem-problem nasional atau isu-isu sentral yang sedang terjadi, yang telah terjadi atau yang akan terjadi,-khususnya apa yang telah dilakukan oleh tokoh-tokoh dan pahlawan Kristen, sejak 1928 hari lahir Sumpah Pemuda, sampai dengan Proklamasi Kemerdekaan 1945 sampai pemilu 2019 ini.Kemenagan Jokowi dalam Pilpres 2019 ditentukan oleh pemilih non Muslim, seperti Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu,Budha dll. Dimana, suara Kristen Protestan turut menjadi salah satu faktor terpenting dalam kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.”

Ujarnya lagi,”Saat ini, Indonesia sedang berada di persimpangan jalan, menghadapi tantangan dan ancaman besar terhadap ideologi Pancasila. Ada ancaman besar terhadap ideologi Pancasila.

Indonesia sedang mengalami krisis ideologis. Pancasila sedang dirongrong dan coba dimarjinalkan dalam praksis kehidupan sosial kemasyarakatan dan kebangsaan kita. Kita menyaksikan fenomena radikalisme, intoleransi, sindrom theokratis dan friksi ideologis dalam masyarakat Indonesia yang semakin tajam.

Untuk itu, seluruh komponen bangsa dan masyarakat sipil harus terus menerus mengantisipasi, mencermati dan merespons situasi “darurat ideologi” ini. Karena masa depan eksistensi NKRI, persatuan, kesatuan, pertahanan dan ketahanan nasional kita sangat tergantung pada praksis ideologi Pancasila.”

Dalam semangat untuk menjawab persoalan-persoalan politik kebangsaan, nasionalisme, krisis ideologis tersebut, dan dalam semangat untuk menguatkan kembali serta merevitalisasi Pancasila sebagai jiwa/roh NKRI, serta mereaktualisasi peran politik Kristen Protestan di Indonesia saat ini, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia mengadakan diskusi ini.
Dalam diskusi politik tersebut, Jakob Tobing akan menjadi Keynote Speakernya. Di samping itu, narasumber lain adalah Pdt. DR. Albertus Patty membahas topi “Perspektif Teologi Politik; Posisi dan Peran Gereja.”; Veronica Saraswati, Ph.D. membahas topik “Update Peta Politik Indoensia, Bagaimana Harusnya Gereja Berperan? DR. Daniel Yusmic P. FoEkh, SH. dengan topik “Rekonsiliasi: Dengan atau Tanpa Oposisi, Ditinjau dari Filsafat dan Budaya Gotong Royong”. Dalam konfirmasi, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto akan menyampaikan pemikiran tentang,”Tantangan Partai Politik Menghadapi Delegitimasi Pancasila”. Dalam konfirmasi Prananda Prabowo juga diundang menjadi salah satu narasumber diskusi.

Diskusi Politik PGI yang bertemakan,”Kristen, Budaya dan Partisipasi Politik di Indonesia” tersebut akan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 5 Agustus 2019 pukul 13.00- 17.00. WIB (didahului makan siang bersama), di kantor PGI Jalan Salemba Raya 10, Graha Oikumene, Jakarta Pusat.

Acara bersifat gratis.Tempat terbatas, peserta wajib konfirmasi hadir ke Hp. (WA) No. 08121351133 (Henrek Lokra)

Acara diskusi tersebut dilakukan dalam kerjasama Persekutuan Gereja-gereja di Indoenesia dan PGI Wilayah DKI Jakarta.

Susunan Panitia:
DR. Daniel Yusmic FoEkh, SH
Manahara Sitinjak, S.H.
Hotben Lingga
Nelson Saragih
Toni Butar-butar
Pdt Henrek Lokra
Pdt. Manuel Raintung
Debby Manalu
Christiana Chelsia Chan, SH, LLM

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…