Sinta Marlia Angraeni Selenggarakan Bazar Murah

0
181

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

Bertempat di Kampung Bidara Jl. Marunda Bidara RT 005/001 Kelurahan Marunda Kecamatan Cilincing Jakarta Utara, Sinta Marlia Angraeni selenggarakan Bazar Murah bagi penduduk wilayah tersebut karena ia melihat kehidupan ekonomi wilayah Marunda tersebut agak terpinggirkan karena pada umumnya merupakan pekerja / buruh pabrik dan para nelayan dengan penghasilan yang minim.

Sinta Marlia Angraeni Caleg dari Partai Nasdem Dapil (Daerah Pemilihan) Jakarta III meliputi wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu bertekad akan memperjuangkan bagi permasalahan pokok masyarakat di bidang kesehatan dan pendidikan. Sementara bazar murah dilakukan Sinta mendengarkan aspirasi dan keluhan warga Kampung Bidara tersebut.

Dalam kesempatan tersebut hadir tokoh masyarakat Bang Mursin yang menyambut dan memberikan ucapan selamat datang kepada Sinta Marlia Angreini dan tim yang berkenan hadir. Hadir pula tokoh Pemuda Pelopor bang Sueb Mahbub dari Bamus Betawi menyampaikan sambutannya. Acara yang dipandu oleh Edo Yahya nampak hidup dengan timpalan banyolan betawi, ia juga dikenal di kalangan masyarakat luas sebagai Guido Quiko Pimpinan Keroncong Tugu Cafrinho Tugu. Di samping itu ada dari pihak FKDM Kecamatan Cilincing untuk Wilayah Kelurahan Marunda Dias Emi Yusti dan Panwaslu Kelurahan Marunda Ade Rahim.

Dalam kesempatan tersebut Puriawan selaku Tim Sukses Sinta Marlia Angraeni memaparkan mengenai teknis pencoblosan pada tanggal 17 April 2019. “Pemilu 2019 merupakan momentum perubahan besar-besaran di negeri ini, kini saatnya kita bersama dengan Sinta Marlia Angraeni untuk mendukung program yang pro rakyat misalnya BPJS dan KJP yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan dan pendidikan. Berikan laporan kepadanya agar sasaran tepat.” Tegas Puriawan.

Dalam kesempatan itu masyarakat diminta untuk senantiasa berkomunikasi dengan anggota legislatif yang mereka usung untuk duduk di DPR RI memperjuangkan aspirasi mereka.

Baca juga  Siaran Pers Komnas Perempuan Mengenai Kasus Prostitusi Online Dan Penyebutan Nama Korban

Kehadiran Sinta Marlia Angraeni sebagai wujud bahwa calon anggota legislatif mau dekat dengan konstituennya. Diminta agar masyarakat tidak membeli kucing dalam karung. Mengenal tokoh dengan baik dan senantiasa berkomunikasi.

Diingatkan kepada masyarakat Kampung Bidara agar jangan salah ketika akan melakukan pencoblosan. Kertas suara warna abu-abu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, kertas uara warna merah untuk memilih anggota DPD RI, kertas suara warna biru untuk memilih anggota DPRD Propinsi DKI Jakarta dan kertas suara berwarna kuning untuk memilih anggota DPR RI. Dan masyarakat dapat mencoblos pada nama atau foto.

Sinta Marlia Angraeni sudah melakukan perjumpaan dan berkomunikasi dengan calon konstituennya di 120 RW di Jakarta Utara, Jakarta Barat dan kini di RW 01 Marunda. Masyarakat diminta untuk pro aktif dan silakan datang ke markas Sinta yang tergabung dalam Kokas yaitu Komunitas Kakak Sinta.
Sinta Marlia Angraeni lahir pada tanggal 12 November 1977 dan dikarunia 3 anak. Ketika ditanya mengapa mau jadi anggota legislatif ia mengatakan, “Perempuan Indonesia diyakini memiliki peran besar di tengah masyarakat. Dan saya akan memperjuangkan hak-hak perempuan, kepentingan perempuan dan masyarakat serta generasi muda agar mendapat perlindungan. Kami sudah menyiapkan jaringan usaha dan saya akan meninjau Undang-Undang yang tidak menguntungkan perempuan,” ungkap Sinta.

Lebih lanjut Sinta ungkapkan, “Program pertama yang menjadi fokus saya adalah pendidikan dan kedua adalah kesehatan, itu semua saya lakukan agar kehidupan anak-anak menjadi lebih baik yang nantinya dapat berkonstribusi bagi pembangunan bangsa dan negara ini.” tegas Sinta.

“Bahkan saya akan memperjuangkan wajib belajar sampai jenjang pendidikan S1 (Sarjana) bukan saja di perguruan tinggi negeri tetapi juga perguruan tinggi swasta. Karena generasi kita ke depan harus mampu bersaing dengan bangsa asing.” ujar Sinta dengan penuh antusias. Bahkan dalam pemaparannya gizi balita juga menjadi prioritas perjuangan Sinta termasuk perbaikan fasilitas kesehatan di posyandu dan lanjut usia (lansia).

Baca juga  33 Sekolah Jakut Adu Harmonisasi Marching Band

Sinta Marlia Angraeni merupakan jebolan dari SMA Negeri 8 Bukit Duri, lalu dilanjutkan di Manajemen Keuangan Trisakti serta program pascasarjana (S2) di Universitas Gajah Mada (UGM) dengan gelar Magister Manajemen. Bahkan dalam kesempatan mengantar sang suami mengikuti pendidikan di Perth, Australia ia pun tidak mau ketinggalan juga menyelesaikan Master of Finance dan di usia 27 tahun pada tahun 2004 ia telah melaksanakan rukun Islam kelima dengan naik Haji.

Program-program yang tengah mereka rancang dan laksanakan di Kokas (Komunitas Kakak Sinta) adalah dalam rangka pemberdayaan perempuan dan generasi muda sebagaimana konsennya akan mengadakan pelatihan kecantikan pemberdayaan perempuan guna mendapatkan uang atau penghasilan tambahan mendukung ekonomi keluarga tentunya dengan tidak meninggalkan tugas utama sebagai seorang ibu rumah tangga atau istri dalam keluarga.

Dengan masuknya Sinta di dapil 3 berharap agar daerah pemilihan 3 ini jauh lebih baik dari kesenjanan sosial yang ada dan program usaha bersama ini akan menjadi perhatian yang serius yang Sinta perjuangkan. Itu semua terlihat dalam kegiatan pembinaan/pembimbingan Rumah ASpirasi untuk Pelatihan dan Manajemen agar perempuan Indonesia di dapil 3 menjadi perempuan yang mandiri.

Usai giat tersebut, ucapan terima kasih Sinta Marlia Angraeni sampaikan kepada seluruh warga atas diterima dirinya di tengah masyarakat Bidara. Hal tersebut sebagai hal yang luar biasa karena tidak mungkin calon anggota legislatif duduk di DPR RI tanpa dukungan konstituen. Dan Sinta Marlia Angreini bukan sekedar fotonya yang ada di banner di pinggir-pinggir jalan yang biasa dipasang di masa kampanye ini. Sinta Marlia Angreini berharap banner dengan fotonya ada di hati bapak, ibu dan saudara-saudara semua, ungkapnya sambil mengembangkan senyumnya yang manis.

Baca juga  Dialektika Demokrasi dan Politik dengan Iman Kristen

( Johan Sopaheluwakan / Fridris Jimson S )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here