FSPMI & KSPI Meminta Pemerintahan Jokowi-JK Fokus Ciptakan Lapangan pekerjaan di Indonesia

0
675

 

Jakarta, Gramediapost.com

Terkait akan di selenggarakannya aksi buruh tanggal 6 Februari 2019 di Istana negara, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPMI – KSPI) akan menyuarakan aspirasi

Maka hari ini tanggal, 30/01/2019 diselenggarakan diskusi dan sebagai Agenda pembahasan dalam konferensi Pers ini adalah , Penyampaian rencana aksi untuk terkait isu:

1.Lapangan kerja – Ancaman PHK – Revolusi Industri 4.0, 2.BPJS Kesehatan gratis, bukan berbayar

3. Tolak Upah Murah – Cabut PP 78/2015 – Turunkan Harga

4. Tolak TKA China Unskill
5. Hapus Outsourcing dan Kedok Pemagangan

KSPI selenggarakan Konperensi Pers
di Hotel Mega Proklamasi, pada:
Kamis, 31 Januari 2019,Hotel Mega Proklamasi. Jl. Proklamasi No.42, RT.10/RW.2, Pegangsaan, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320

 

Dalam kesempatan Konperensi Pers tersebut , Mirah Sumirat, menyatakan,”Dengan di berlakukannya trasaksi E Tol berakibat ribuan pekerja kehilangan kerja.

Kebijakan ini adalah merupakan ketidak pedulinya pemerintah kepada pekerja ,” ujar Mirah Sumirat Presiden Aspek.

Kemudian lanjut Mirah Sumirah,
Apalagi dengan mudahnya pekerja Asing masuk ke Indonesia khususnya Pekerja Cina, Para,pekerja China digaji mahal padahal pekerja lokal terus dilakukan pemangkasan atau dengan PHK ,tandasnya

Senada juga di sampaikan Said Iqbal Presiden KSPI ,mengatakan
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebut, total karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam kurun 2017- 2018 mencapai hampir ,2,5 juta orang ,” paparnya

“Kemudian ada beberapa perusahaan yang merumahkan karyawannya antara lain, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Holcim Indonesia Tbk, dan PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk.

Ketua KSPI Said Iqbal menilai sektor semen dan baja tak cukup kuat untuk berkompetisi dengan perusahaan asal China, sehingga beberapa pabrik ditutup. Baja dan semen asal negara Tirai Bambu membuat penjualan perusahaan dalam negeri merosot.

Baca juga  Loket.com Dukung Gerakan Sosial Komunitas dan Individu Kreatif Denpasar melalui Sistem Manajemen Event Mandiri

“Krakatau Steel di Cilegon banyak melakukan PHK terhadap karyawan kontrak karena masuknya pabrik baja China, industri baja di Indonesia kalah karena harga baja China lebih murah,” Ujarnya.

Terahir ,kata Said Iqbal ,dari data jumlah PHK dari tahun 2015- 2018 Jelas pemerintah Jokowi JK gagal menciptakan lapangan kerja yang masif.

( Rina )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here