Gereja Katedral Katolik di Filipina Selatan Dibom Saat Ibadah; Paling Sedikit 21 Jemaat Tewas, 71 Luka Parah

0
77

Jakarta, Gramediapost.com

 

Sebuah Gereja Katedral Katolik dibom saat ibadah sedang berlangsung di minggu pagi hari di Jolo, Provinsi Sulu, daerah Filipina Selatan. Dua bom meledak memporak-porandakan Gedung Gereja Katedral “Our Lady of Mount Carmel”dan menewaskan paling sedikit 21 orang jemaat, serta melukai 71 orang.(27/1/19).

Ledakan pertama terjadi di dalam gedung Gereja, langsung menewaskan 21 jemaat, kemudian disusul ledakan kedua di luar gedung Gereja tempat parkir mobil melukai banyak orang, baik penduduk sipil maupun aparat keamanan setempat.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada satu pihakpun yang menyatakan bertanggung-jawab atas aksi pemboman ini.

Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana menyebut aksi pemboman ini sebagai “perbuatan pengecut” serta meminta masyarakat berhati-hati dan bekerja-sama dengan pemerintah untuk menangkal semua aksi terorisme.

“Kami akan menggunakan seluruh kekuatan hukum untuk mengadili para pelaku kejahatan yang berada di balik peristiwa ini,” tegas Deflin.

Kolonel Gerry Besana, Juru bicara Kodim Mindanao Barat menyatakan, material bom akan diuji untuk menyingkap siapa pelaku di belakang aksi pemboman ini.

Kepala Kepolisian Filipina Oscar Albayalde menyatakan kemungkinan kelompok militan Abu Sayyaf terlibat dalam aksi terorisme inu.

“Mereka ingin mengganggu perdamaian dan ketertiban, mereka ingin unjuk kekuatan dan memancing keonaran,” tegas Albayalde.

Jolo merupakan benteng kelompok militan Abu Sayyaf, yang sudah terkenal sering melakukan pemboman, penculikan, perompakan, aksi-aksi sadis serta ingin mendirikan Negara Islam.

Pemboman tersebut, terkait hasil referendum yang baru diumumkan pada hari Jumat kemarin, dimana 85% suara mayoritas pemilih menyatakan “Setuju” untuk tetap menjadi daerah otonom sampai tahun 2022 bagi Provinsi Sulu yang mayoritas penduduknya beragama Islam, di negara Filipina yang mayoritas beragama Kristen Katolik Roma.

Baca juga  Produk Lokal Sumbang Hampir Setengah Nilai Transaksi Harbolnas Tahun 2018

Provinsi Sulu merupakan salah satu daerah paling miskin  dan paling sering mengalami konflik di Asia.

Menyikapi aksi pemboman tersebut, Dewan Gereja Sedunia (DGD/WCC) menyatakan mengutuk serangan teror pada Gereja Katolik di Filipina, serta menyerukan semua pihak untuk mengakhiri kekerasan.

Sekjen DGD Dr Olav Fykse Tveit mengungkapkan kesedihan yang mendalam serta menyampaikan doa bagi keluarga korban, untuk para korban dan seluruh masyarak Filipina. Olav mendorong rakyat Filipina berdiri kukuh dan bersatu menghadapi semua ujian dan pencobaan ini.

(Hotben Lingga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here