Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Presidential Hospital RSPAD Gatot Subroto dan Clinique Suisse Teken  Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama di Bidang Medical DSA

×

Presidential Hospital RSPAD Gatot Subroto dan Clinique Suisse Teken  Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama di Bidang Medical DSA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

 

Inovasi Tekhnologi Brain Wash atau Digital Substraction Angiography (DSA) untuk penderita stroke di Rumah Sakit Pusat Angkata Darat Gatot Soebroto tak hanya diminati oleh pasien dalam negeri, namun juga dari luar negeri. Untuk itu, pada hari ini, Senin 12 November 2018. Presidential Hospital RSPAD Gatot Subroto dan Clinique Suisse menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama di bidang medical DSA program untuk 1.000 orang tamu Vietnam dalam rangka Sinergi medical tourism.

Kerjasama ini bertujuan untuk mendorong berkembangnya Indonesia sebagai Negara destinasi wisata kesehatan atau medical tourism sebagaimana yang telah dicanangkan Pemerintah tahun Ialu, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan. Pemerintah mencanangkan Indonesia sebagai medical tourism tersebut karena memiliki potensi yang besar sebagai tujuan wisata bidang kesehatan bagi warganegara dari Negara-negara dalam regional di Asean.

Pada saat ini banyak warga Indonesia yang justru berobat ke Singapura dan Malaysia.

Seiring dengan program pengembangan tersebut, Presidential Hospital RSPAD Gatot Subroto dan Clinique Suisse bekerjasama dalam bidang medical tourism untuk mendatangkan pengunjung dari mancanegara terutama dari Negara-negara Asean. Clinique Suisse dalam hal ini akan menjadi pendukung untuk mensosialisasikan sekaligus memasarkan produk kesehatan unggulan dari RSPAD Gatot Subroto, yaitu produk temuan anak bangsa Dr dr Terawan Agus Putranto. Sp. Rad, yang disebut metode Digital Subtraction Angiogram (DSA). Metode tersebut sudah dilakukan dengan sukses atas belasan ribu pasien, bahkan riset DSA telah melahirkan 12 jurnal nasional dan internasional.

Dengan kerjasama ini, Kepala RS Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto Dr dr Terawan Agus Putranto Sp, Rad (K) menyampaikan bahwa: “DSA (Digital Subtraction Angiogram) suatu ketika nanti akan menjadi ilmu masa depan yang justru menjadi kebanggaan bangsa Indonesia dan menjadi pioneer dalam mengimplementasikan program pemerintah dan mensukseskan medical tourism di Indonesia.”

Selanjutnya Terawan percaya program ini nantinya justru akan melampaui keberhasi|an Negara-negara tetangga dalam penanganan penyakit yang bersinergi dengan paket medical tourism. Segera setelah Vietnam akan menyusul Mou-Mou, berikutnya yaitu Timur Tengah, Belanda, Cina, Korea. USA dan Negara-negara lainnya di dunia.
Clinique Suisse merasa bangga dengan kerjasama ini sebagaimana diungkapkan Direktur Clinique Suisse Joe Budiman: “Kami bangga bekerjasama dengan RSPAD Gatot Subroto sebagai rumah sakit militer dan kepresidenan dengan Dr dr Terawan Agus Putranto, Sp, Rad. sebagai salah seorang putra bangsa terbaik bidang kedokteran. Kami juga akan berusaha membawa nama Indonesia agar harum di bidang kedokteran di Asean maupun mancanegara.”

Pada tahap awal ini, kata Joe, Clinique Suisse akan mendatangkan sedikitnya 1.000 orang dari Vietnam yang akan menjalani tindakan DSA tersebut di RSPAD Gatot Subroto. Selanjutnya Clinique Suisse akan mendatangkan tamu dari Negara-negara Asean dan mancanegara.

Clinique Suisse percaya, kerjasama bidang medical tourism ini akan mendukung program Pemerintah dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata kesehatan. Selanjutnya, diharapkan akan berdampak kepada masuknya devisa yang lebih banyak dan berkualitas, bukan hanya turis berlibur dan berwisata, melainkan medical tourism yang mempunyai nilai tambah jauh lebih besar.

Clinique Suisse adalah klinik antiaging terintegrasi, yang memberikan pelayanan secara lengkap di bidang kesehatan. Pelanggan Clinique Suisse adalah para eksekutif yang biasa melakukan pengobatan di luar negeri dan para professional yang menginginkan kualitas pelayanan kesehatan yang premium. Juga para expatriate dari sejumlah Kedutaan Besar di Indonesia.
Clinique Suisse berdiri sejak tahun 2007, berlokasi di Wisma Keiai Lantai 6, Jalan Jenderal Sudirman Kav 2-3 Jakarta.

RS Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto adalah Rumah sakit Kemiliteran dan Kepresidenan yang telah mempunyai sertiflkasi mutu dan mempunyai standard akreditasi nasional dan internasional. Dengan dokter spesialis yang mempunyai daya saing global.
RS Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto juga memiliki peralatan medis yang canggih dan super canggih serta pendukung sarana jejaring telekomunikasi kedokteran yang HighTech yaitu Telemedecine Center.
Mayjen Dr dr Terawan Sp. Rad (K) selaku Kepala Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto berserta selururuh jajarannya berkomitmen ingin memberikan karya terbaik untuk negeri ini dan ingin mengharumkan nama bangsa di percaturan dunia internasional.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa mengawal langkah kita semua untuk mewujudkan Indonesia Emas 2035.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…