Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITADuniaNasional

“DISKUSI PUBLIK DAN BEDAH BUKU : MELURUSKAN ARAH MANAJEMEN KEKUASAAN KEHAKIMAN”

×

“DISKUSI PUBLIK DAN BEDAH BUKU : MELURUSKAN ARAH MANAJEMEN KEKUASAAN KEHAKIMAN”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Bekasi, Gramediapost.com
Bertempat di Restoran Raja Sunda Jalan Jenderal Sudirman KM 34 No. 1 Harapan Mulya, Medan Satria, Bekasi pada pukul 10.00 dilangsungkan acara Diskusi Publik dan Bedah buku yang diterbitkan Komisi Yudisial yang bertajuk : Meluruskan Arah Manajemen Kekuasaan Kehakiman.
Hadir sebagai pembicara adalah Prof. Dr. Aidul Fitriciada  Azhari, S.H., M.Hum. yang merupakan Ketua Komisi Yudisial Periode Februari 2016-2018.
 Pembicara lainnya adalah Mohammad Nasir Djamil, S.Ag., M.Si. yang merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang lahir di Medan, Sumatera Utara pada 22 Januari 1970. Ia duduk sebagai anggota Komisi III yang membidangi Hukum, HAM dan Keamanan.
 Sementara selaku moderator adalah Nina Zainab, S.H., M.H. yang merupakan Direktur Advokasi Puskapkum.
Perspektif para pakar tentang manajemen kekuasaan kehakiman yang ideal menjadi fokus buku Bunga Rampai terbitan Komisi Yudisial. Pemikiran para penulis yang terpisah disatukan dalam satu kesatuan dalam buku Bunga Rampai  bertema Meluruskan Arah Manajemen Kekuasaan Kehakiman.
Bagian Pendahuluan mengungkapkan gagasan yang menempatkan hakim sebagai pejabat negara melalui RUU Jabatan Hakim yang merupakan inisiatif DPR RI. Menempatkan hakim sebagai pejabat negara merupakan upaya untuk meninggikan kehormatan dan keluhuran martabat profesi hakim dengan seluruh konsekuensi positif yang menyertainya.
Pada Bab pembuka mengemukakan kekuasaan kehakiman dan akuntabilitas peradilan. Di dalamnya membuat pembahasan tentang paradigma kekuasaan kehakiman saat sebelum dan sesudah reformasi, politik hukum kekuasaan kehakiman, serta titik taut antara independensi dan akuntabilitas peradilan.
 Bab kedua menelesuri problematika status hakim dalam kekuasaan kehakiman. Topik dualisme status jabatan hakim menjadi salah satu pembahasan yang penting untuk dikritisi. Bahwa status jabatan hakim adalah pejabat negara, tetapi manajemennya masih dikelola dengan menggunakan pola PNS.
Pada Bab ketiga lebih banyak menyoroti manajemen hakim dalam berbagai perspektif dengan melihat DPR RI, KY, pemerintah dan (mantan) hakim. Pada Bab keempat menyajikan perbandingan manajemen hakim di Turki dan Jepang.
Acara Diskusi Publik dan Bedah Buku diakhiri dengan launching Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Puskapkum, foto bersama dan ramah tamah.
(Johan Sopaheluwakan/Warman Rusmani)
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*Kapolda Pimpin Sertijab 3 Pejabat Utama PMJ, Pesan Tegas: Tunjukkan Kinerja Terbaik* Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri memimpin serah terima jabatan (sertijab) tiga pejabat utama, yakni Karorena, Dirreskrimsus, dan Dirressiber di Lobby Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Senin (6/4/2026) pukul 11.00 WIB. Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya memperkuat kinerja institusi di tengah tantangan yang semakin kompleks. “Pengabdian itu tidak pernah berhenti, hanya berpindah tempat. Apa yang telah dilakukan menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi,” ujarnya. Ia mengapresiasi kinerja pejabat lama yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dan fondasi kuat bagi Polda Metro Jaya. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan kinerja organisasi. Kepada pejabat baru, Kapolda memberikan pesan tegas agar segera beradaptasi dan menunjukkan kinerja terbaik. Ia mengingatkan bahwa setiap personel yang pernah bertugas di Polda Metro Jaya akan selalu menjadi perhatian dalam perjalanan kariernya. “Setiap yang keluar dari Polda Metro Jaya pasti akan dilihat kualitasnya. Maka tunjukkan kinerja terbaik,” tegasnya. Kapolda juga menekankan pentingnya menjaga integritas, soliditas, dan loyalitas dalam pelaksanaan tugas. Ia meminta seluruh jajaran terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Dalam sertijab tersebut, jabatan Karorena Polda Metro Jaya diserahterimakan dari Brigjen Pol. I Bagus Rai Elryanto kepada Kombes Pol. Teguh Tri Sasongko. Kemudian jabatan Dirreskrimsus Polda Metro Jaya diserahterimakan dari Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu kepada Kombes Pol. Dr. Victor Dean Mackbon. Selanjutnya, jabatan Dirressiber Polda Metro Jaya diserahterimakan dari Brigjen Pol. Roberto G.M. Pasaribu kepada Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono. Pergantian pejabat ini diharapkan dapat memperkuat kinerja satuan serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Nasional

Kapolda Pimpin Sertijab 3 Pejabat Utama PMJ, Pesan…