Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

‘Apprenticeship’ Kapal Api Bekali Pengembangan Keterampilan Melalui Program Intensif Bersama Sociopreneur Indonesia  

×

‘Apprenticeship’ Kapal Api Bekali Pengembangan Keterampilan Melalui Program Intensif Bersama Sociopreneur Indonesia  

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Gramediapost.com

Setelah menghadirkan kegiatan networking untuk menciptakan jejaring sesama pelaku sociopreneur, PT Santos Jaya Abadi melalui salah satu mereknya yaitu Kopi Kapal Api, mengadakan kegiatan Appreanticeship bagi insan kreatif Indonesia sebagai kegiatan kedua dari rangkaian program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu. Kegiatan ini diadakan di 6 kota besar di Indonesia: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Malang secara serentak pada tanggal 23 – 27 Juli 2018. Di setiap kota akan ada maksimal lima peserta terpilih yang berhak mendapatkan kesempatan pembekalan ilmu seputar menjalankan usaha sosial yang berdampak dan berkelanjutan serta pelatihan secara langsung bersama mentor. Tidak hanya pemahaman dalam bentuk teori namun menciptakan pengalaman melalui keterlibatan langsung dengan komunitas dari setiap wirausaha sosial para mentor.

Example 300x600

Group Brand Manager Kapal Api, Johnway Suwarsono mengatakan “Melalui kegiatan Apprenticeship, Kopi Kapal Api memberikan kesempatan kepada para anak muda yang ingin mendapatkan ilmu seputar sociopreneurship dan tertarik menjadi wirausaha sosial dengan mendapatkan pengalaman dan merasakan dinamika kerja secara langsung di lingkungan kerja para pelaku usaha sosial Indonesia yang telah sukses di bidangnya.”

Antusiasme anak muda yang ingin mengikuti kegiatan apprenticeship terlihat cukup tinggi sejak dibukanya pendaftaran pada pertengahan bulan Juli 2018. Salah satu cerita menarik ditemukan peserta apprenticeship di Agradaya, Yogyakarta. Wahyu Setiawan, seorang tuna netra memiliki mimpi membuka lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas seperti dirinya agar dapat lebih mandiri. Ia sangat optimis dapat menambah wawasan dan semakin percaya diri dalam mewujudkan konsep wirausaha sosialnya di masa yang akan datang melalui program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu.

Mendukung pernyataan tersebut, Andhika Mahardika, founder Agradaya sekaligus mentor program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu menambahkan “Semangat Wahyu dapat menjadi panutan kita semua. Keterbatasan bukanlah penghalang seseorang berkarya untuk diri sendiri dan orang lain. Saya dan para peserta magang lain pun banyak belajar dari sosok Wahyu dan salut dengan kegigihannya”. Selama lima hari menjalankan kegiatan apprenticeship di Agradaya, semua peserta berkesempatan melihat secara langsung proses produksi rempah dan bertemu dengan para petani mitra dari Agradaya di Perbukitan Menoreh. Agradaya juga memberikan pembekalan agar para peserta dapat menganalisa sosial bisnis yang akan dijalankan melalui kerangka berpikir sehingga menghasilkan solusi sesuai dengan identifikasi permasalahan dan menerapkannya untuk menciptakan produk atau layanan dari sudut pandang konsumen.

Semangat yang sama juga dirasakan oleh mentor program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu di Semarang yaitu Deasy Esterina, founder Kreskros. “Meskipun tinggal di Semarang namun mereka memiliki keinginan kuat untuk belajar menjadi sociopreneur dan bersemangat menempuh perjalanan cukup panjang – kira-kira 30 kilometer untuk mencapai lokasi pelatihan Kreskros di kota Ambarawa. Meskipun memiliki latar belakang ide konsep wirausaha sosial yang berbeda satu sama lain, mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berinteraksi secara langsung dengan komunitas yang membantu produksi Kreskros – yang mengeksplorasi cara menangani sampah plastik menjadi bahan yang layak pakai”.

Ia pun menambahkan, “Para peserta kami minta untuk melakukan pelatihan pengolahan limbah bekas menjadi produk bernilai jual tinggi pada warga sebagai salah satu tugas dalam kegiatan apprenticeship. Di sini mereka belajar bagaimana berkomunikasi dengan baik dan mengerti bahwa penerapan di lapangan kadang tidak sesuai dengan rencana, maka dibutuhkan improvisasi dan adaptasi cepat demi kelancaran dan mencapai tujuan suatu kegiatan,” tutup Deasy Esterina

Begitupun dengan Denica Flesch, founder SukkhaCitta sekaligus mentor program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu asal Jakarta merasa bangga dapat memberikan kontribusi dalam perkembangan setiap peserta dari hari pertama hingga akhir, “Kami memulai SukkhaCitta tanpa ada bimbingan mentor, kami berharap para peserta dapat belajar dari proses trial dan error yang pernah kami alami sehingga mereka dapat lebih kuat membangun pondasi wirausaha sosialnya. Potensi dari program apprenticeship ini sangat bagus untuk memperkenalkan jiwa sociopreneurship pada anak muda agar mereka memiliki pengetahuan yang benar bahwa untuk membangun wirausaha sosial tidak hanya mengikuti tren namun juga harus memiliki tujuan untuk menyelesaikan masalah.” jelasnya.

Manfaat program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu juga dirasakan oleh para peserta apprenticeship. “Selama progam ini, saya banyak belajar mengenai sociopreneurship dimana kita harus mengetahui alasan kenapa kita ingin membangun wirausaha sosial dan berbeda dengan program sejenis, di Apprenticeship ini mentor benar-benar mendampingi dan sangat terbuka terhadap informasi mengenai sociopreneurship, jadi kami mendapatkan ilmu berharga dari pakarnya, ungkap Esty Dyah Imaniar salah satu peserta apprenticeship di SukkhaCitta, Jakarta.

“Kami sangat senang melihat antusiasme anak muda yang tinggi untuk melakukan sesuatu demi menjawab permasalahan lingkungan sekitarnya. Program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu akan menjadi wadah tidak hanya bagi antusiasme anak muda namun juga sebagai wadah bagi anak muda agar dapat memperdalam dan mengembangkan kapasitas pengetahuan, akses pada berbagai sumber daya dan jejaring, serta dukungan dari ekosistem sosial yang diharapkan dapat menunjang pengembangan produk dan jasa yang dibuat,” tutup Johnway.

Setelah kegiatan Apprenticeship berjalan di 6 kota besar di Indonesia selanjutnya adalah Workshop Sociopreneurship bersama PLUS (Platform Usaha Sosial) di Jakarta (7 Agustus 2018), Bandung (9 Agustus 2018), Yogyakarta (14 Agustus 2018), Semarang (16 Agustus), Surabaya (21 Agustus 2018) dan Malang (23 Agustus 2018) yang terbuka untuk umum. Untuk mengikuti kegiatan ini dapat melakukan pendafataran melalui platform www.secangkirsemangat.id.

Rangkaian program dan gerakan wirausaha sosial Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu akan berlangsung hingga Februari 2019 – didukung oleh sociopreneur Indonesia yang telah sukses di bidangnya,. Seluruh muda mudi Indonesia berusia 20-35 tahun dapat mendaftarkan proposal usaha sosialnya melalui platform www.secangkirsemangat.id. Hingga saat ini sudah masuk lebih dari 1.000 proposal usaha sosial dan pendaftaran masih dibuka sampai dengan 30 September 2018. Di akhir periode program, peserta dengan nilai kompetitif terbaik akan ditetapkan sebagai pemenang dengan hibah modal usaha hingga 250 juta rupiah dan kesempatan mentoring bersama Yoris Sebastian, Founder & Creative Thinker OMG.

Tentang Kapal Api

Kapal Api merupakan market leader di industri kopi di Indonesia yang sudah terbukti puluhan tahun dalam komitmennya memberikan kualitas kopi terbaik yang terkenal dengan aroma dan rasanya yang jelas lebih enak.

Kampanye Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu, merupakan wujud inovasi dan tanggung jawab Kapal Api untuk memfasilitasi pemuda Indonesia dengan jiwa socioprenership agar berani mewujudkan semangat dan mimpinya menjadi kenyataan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…