DISKUSI BINA KAMTIBMAS TINGKATKAN ANTISIPASI TERHADAP ANCAMAN RADIKALISME DAN KONFLIK SOSIAL

0
645

Jakarta, Gramediapost.com

Wadir Intelkam AKBP Yanuar Widianto S.I.K  mengatakan Polri terus meningkatkan antisipasi ancaman pergerakan radikalisme. Selain itu, dukungan kewaspadaan masyarakat dan juga sinergi antar instansi terkait sangat dibutuhkan untuk mengatasi radikalisme ini.

“Upaya penegakan Kamtibmas tersebut menjadi prioritas pengamanan nasional. Jangan sampai hal ini menimbulkan konflik sosial berkepanjangan karena ingin menghidupkan idologi yang tidak sesuai dengan kehidupan masyarakat serta idelogi negara,” ujar Yanuar seusai membuka Workshop ” Optimalisasi Bina Kamtibmas Dalam Menghadapi Konflik Sosial dan Radikalisme Untuk Menciptakan Situasi Kondusif Diwilayah Hukum Polda Metro Jaya, Kamis (26/7/2018).

Yanuar mengigatkan jajaran Polda Metro Jaya agar selalu mampu mengantisipasi pergerakan kelompok radikal. Ia mengatakan, kelompok tersebut berpotensi menimbulkan konflik sosial di masyarakat, karena ingin menghidupkan ideologi yang tidak sesuai dengan ideologi negara yang menjadi pedoman masyarakat dalam berkehidupan.

Dikatakan, dalam mengelolah potensi konflik sosial antara mayoritas dan minoritas, negara melalui UUD 1945 menjamin kebebasan beragama, tidak hanya mayoritas tetapi juga minoritas, dalam menjalankan agamanya dan diperlakukan sama di muka umum.

Karena itu, ia menegaskan, kepolisian harus mampu mengelola konflik yang terjadi di masyarakat untuk memberikan kepastian keamanan dan ketertiban.

“Tugas kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, melindungi masyarakat dari semua ancaman maupun gangguan, mengayomi masyarakat, serta menegakkan hukum,” katanya.

Sebagai narasumber Guru Besar Prof Dr. Hamdi Muluk Guru Besar Psykologi UI, Kombes Pol Sambodo Purnomo Togo S.in MTCP, Prof.Dr. Philip K. Wijaya Sekjen Perwakilan Walubi, Prof Dr. Mustafa Dosen Ilmu Sosial dan Politik UI, Kombes Pol Victor Theodorus Sihombing S.ik M.Si Kabid Kum, Mgr Ignatius Suharyo Uskup Agung Jakarta, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.IK., M.Si. KAbidHumas Polda Metro Jaya yang diwakilkan oleh Bapa Gede, Prof. Muhammad Lutfhi, Mantan Ketua Program Studi Kajian Timur Tengah, Kombes Pol Adi Deriyan Jayamarta S.in Dir Krimsus Polda Metro Jaya, Dr. Puspitasari S.SOS. M.Si Pakar Komunikasi Krisis Dosen UI.

Baca juga  Rektor ISTA Lantik Pejabat Baru, Teguhkan SDM Unggul Untuk Indonesia Emas 2045

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here