Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Klarifikasi Pengurus Pusat GMKI Terkait Spanduk Hoax Dan Undangan Aksi 20 Mei

×

Klarifikasi Pengurus Pusat GMKI Terkait Spanduk Hoax Dan Undangan Aksi 20 Mei

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Sahat MP. Sinurat, Ketua Umum PP GMKI

 

Jakarta, Suarakristen.com

Example 300x600

 

Bangsa kita saat ini dipecah-belah oleh sekelompok orang yang tidak bertangggungjawab. Berbagai isu tidak benar disebarkan ke tengah masyarakat. Berita hoax dimuat di media ataupun media sosial. Rakyat diprovokasi. Ruang publik dipenuhi ujaran kebencian yang bukannya meneduhkan, malah memperkeruh persatuan dan kerukunan bangsa Indonesia.

 

Melihat kondisi ini, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) berkomitmen menjaga keguyuban dan kedamaian di tengah masyarakat dengan menolak tegas berbagai berita hoax dan ujaran kebencian yang dikeluarkan oleh sekelompok pihak. GMKI selama ini bersikap objektif, tidak terprovokasi, dan tidak memihak berbagai kepentingan. Sikap objektif GMKI ini ternyata tidak disukai beberapa oknum. Beberapa hari ini GMKI menjadi objek informasi / berita hoax / tidak benar, dimana ada oknum-oknum yang ingin agar GMKI dibenci oleh kelompok masyarakat tertentu. Paling tidak ada dua informasi tidak benar yang dikaitkan dengan GMKI, yakni;

 

*Pertama*, spanduk yang tersebar di media sosial dan bertuliskan *Posko Pendaftaran Bunuh Diri Bersama Demi Ahok* dengan logo GMKI di sisi kanan spanduk.

 

*Kedua*, undangan yang mengatasnamakan BEM SI tentang *aksi serentak tanggal 20 Mei dengan Agenda Penurunan Presiden Jokowi* yang mengajak berbagai organisasi kemahasiswaan termasuk GMKI.

 

Menyikapi kedua informasi itu, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia menyatakan :

 

1. Pengurus Pusat GMKI dan semua cabang GMKI se-Indonesia tidak pernah membuat spanduk yang tersebar di media sosial dan bertuliskan *Posko Pendaftaran Bunuh Diri Bersama Demi Ahok* dengan logo GMKI di sisi kanan spanduk. Hasil pengkajian kami bahwa foto itu adalah hasil editan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Hal ini juga berlandaskan ajaran didalam iman Kristen yang berbunyi: “Masa hidupku ada dalam tangan-Mu” (Mazmur 31:15), oleh karena alasan tersebut manusia tidak boleh mengambil otoritas Tuhan untuk mengakhiri sebuah kehidupan.

 

2. Meminta setiap pihak yang membaca tulisan tersebut untuk tidak lagi menyebarkannya di media sosial agar tidak menimbulkan konflik, kegaduhan, dan keresahan di tengah masyarakat.

 

3. Meskipun informasi hoax ini telah meresahkan keluarga besar GMKI se-Indonesia, namun secara sadar kami tidak akan melaporkan pihak yang tidak bertanggungjawab ini, melainkan memaafkan perbuatan oknum-oknum tersebut. Demi keguyuban dan kedamaian bangsa ini, marilah kita berhenti saling menjatuhkan, menjelekkan, dan menyebarkan berita yang meresahkan dan memecah-belah masyarakat.

 

4. Terkait ajakan aksi tanggal 20 Mei, Pengurus Pusat GMKI dan semua cabang GMKI se-Indonesia tidak pernah berencana untuk mengikuti aksi tersebut di atas melainkan sudah menyiapkan agenda aksi sendiri. Namun GMKI menghormati rencana sahabat-sahabat mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi berdasarkan kebebasan berpendapat yang kami harapkan dapat disampaikan dengan objektif, damai, dan bertanggungjawab.

 

5. Mengajak seluruh elemen masyarakat dari Sabang sampai Merauke untuk tetap setia dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan dan konsensus bersama kita yakni Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

 

6. Mengajak semua lapisan masyarakat untuk berhenti bertengkar dan mempersoalkan perbedaan. Mari kita kembali guyub dan damai, merajut lagi persaudaraan kita sebagai satu bangsa, serta meneguhkan dan menghidupkan kekeluargaan kita di rumah bersama Indonesia. Mari kita bersama mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

 

Demikian klarifikasi dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia. Terimakasih atas perhatiannya.

 

Jakarta, 18 Mei 2017

Salam hormat,

Pengurus Pusat GMKI

Sahat Martin Philip Sinurat, Ketua Umum

Alan Christian Singkali, Sekretaris Umum

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…