Vinson Massif, Mendekatkan Langkah WISSEMU Menuju Seven Summits.

0
133

Jakarta, Suarakristen.com

Petualangan Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala UNPAR (WISSEMU) segera berlanjut. Setelah dalam beberapa bulan terakhir memantapkan fisik, mempersiapkan mental dan memenuhi kebutuhan logistik, Rabu, 21 Desember 2016, Tim akan berangkat ke Gunung Vinson Massif, Antartika yang mendapatkan dukungan sponsor penuh dari Bank BRI dalam perjalanan yang bertajuk BRI Towards Antarctic Summit.

Vinson Massif sendiri merupakan gunung kelima yang akan didaki Tim WISSEMU dalam misi menyelesaikan trek Seven Summits. Sebelumnya Tim WISSEMU telah berhasil mendaki empat gunung tertinggi di empat lempeng benua berbeda yaitu Gunung Carstensz Pyramid (4.884 meter diatas permukaan laut) yang mewakili Lempeng Australasia pada 13 Agustus 2014, Gunung Elbrus (5.642 mdpl) yang mewakili Lempeng Eropa pada 15 Mei 2015, Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl) yang mewakili Lempeng Afrika pada 24 Mei 2015 dan Gunung Aconcagua (6.962 mdpl) yang mewakili Benua Amerika Selatan pada 1 Februari 2016.

Tim akan berangkat dari Terminal 2 Bandara International Soekarno Hatta 21 Desember 2016 pukul 00.01 WIB, dan tim akan sampai di Santiago, Chile pada tanggal yang sama pada pukul 01.05 waktu setempat. Tim akan bermalam selama lima hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Punta Arenas (26 Desember 2016) yang merupakan kota terakhir sebelum pendakian dimulai. Pendakian sendiri akan dimulai dari Vinson base camp pada 1 Januari 2017 dan diperkirakan mencapai puncak pada 4 Januari 2017 sebelum kemudian kembali ke Punta Arenas pada 9 Januari 2017.

Sedikit berbeda dari pendakian sebelumnya, pendakian kali ini Tim hanya diwakilkan oleh dua pendaki yaitu Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) dan Mathilda Dwi Lestari (23). Pendaki ketiga yang sebelumnya turut serta, Dian Indah Carolina (21), belum berkesempatan untuk melanjutkan ekspedisi karena masih dalam masa pemulihan kesehatan dari pendakian Aconcagua. Namun perubahan jumlah anggota tim tidak membuat surut semangat kedua orang mahasiswi yang masih terdaftar aktif di Univeristas Katolik Parahyangan ini. Latihan seperti lari, beban, yoga, wimhoff dan renang telah menjadi rutinitas harian bagi kedua wanita tangguh ini.

Baca juga  RAYAKAN ULANG TAHUN KE-3, BELANJA HANYA TIGA RIBU RUPIAH DI RUPARUPA

Seluruh rangkaian latihan intens dilakukan Tim untuk menghadapi cuaca ekstrem yang akan dihadapi di Gunung Vinson Massif. Vinson Massif yang memiliki ketinggian 4.892 mdpl (kedua terendah dari rangkaian seven summits) ini terkenal dengan cuaca ekstremnya yang bisa mencapai -40̊ C. Salju yang menutupi hampir seluruh wilayah Antartika ini sendiri menjadikan pendakian ini semakin sulit bagi orang Asia Tenggara seperti kita yang terbiasa dengan iklim tropis.

Pada kesempatan ini Tim ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang berperan sampai sejauh ini, antara lain, PT. Freeport Indonesia, Universitas Katolik Parahyangan, PT. Multikarya Asia Pasifik Raya, dan pihak-pihak lain yang namanya tidak dapat disebutkan satu persatu. Melalui kesempatan ini juga tim ingin mohon dukungan dan doa dari rekan-rekan sekalian sehingga nantinya tim dapat berangkat, mengibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Vinson Massif, untuk kemudian pulang lagi dengan selamat ke tanah air tercinta ini.
Fact Sheet:

• Indonesia sendiri sebenarnya telah memiliki beberapa orang pria yang berhasil mencatatkan diri sebagai seven summiters diantaranya adalah Sofyan Arief Fesa , Xaverius Frans, Broery Andrew Sihombing dan Janatan Ginting yang mewakili Tim Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala UNPAR (2009-2011) serta Iwan Irawan, Martin Rimbawan, Fadjri Al Lufhfi dan Nurhuda yang tergabung dalam Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia Wanadri.

• Seven Summits adalah rangkaian tujuh gunung tertinggi di tujuh lempeng benua (sering disalahartikan sebagai tujuh gunung tertinggi di dunia), yaitu Gunung Carstensz Pyramid (4.884 mdpl) di Papua mewakili Lempeng Australasia, Gunung Elbrus (5.642 mdpl) di Rusia yang mewakili Lempeng Eropa, Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl) di Tanzania yang mewakili Lempeng Afrika, Gunung Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina yang mewakili Lempeng Amerika Selatan, Gunung Vinson Massif (4.892 mdpl) di Antartika yang mewakili Lempeng Antartika, Gunung Denali (6.190 mdpl) di Alaska yang mewakili Lempeng Amerika Utara dan Gunung Everest (8.848 mdpl) di Nepal yang mewakili Lempeng Asia.

Baca juga  Rumah Milenial Gelar Seminar Nasional "Benahi BUMDes Menjadi Perusahaan Big Data Centre Desa"

• Benua Antartika tempat Gunung Vinson Massif berada adalah benua paling terisolasi sekaligus paling bersih di dunia. Untuk menjaga kesterilan benua ini setiap tahunnya hanya sedikit orang yang bisa mendapatkan izin masuk benua ini yang kebanyakan adalah para peneliti.

• Karena sedikitnya orang yang bisa masuk dalam benua ini maka dalam perjalan kali ini Tim WISSEMU juga diharuskan untuk membawa beban tambahan dalam sled yang berisikan keperluan logostik yang beratnya mencapai 20 kg. Fact Sheet:

• Indonesia sendiri sebenarnya telah memiliki beberapa orang pria yang berhasil mencatatkan diri sebagai seven summiters diantaranya adalah Sofyan Arief Fesa , Xaverius Frans, Broery Andrew Sihombing dan Janatan Ginting yang mewakili Tim Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala UNPAR (2009-2011) serta Iwan Irawan, Martin Rimbawan, Fadjri Al Lufhfi dan Nurhuda yang tergabung dalam Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia Wanadri.

• Seven Summits adalah rangkaian tujuh gunung tertinggi di tujuh lempeng benua (sering disalahartikan sebagai tujuh gunung tertinggi di dunia), yaitu Gunung Carstensz Pyramid (4.884 mdpl) di Papua mewakili Lempeng Australasia, Gunung Elbrus (5.642 mdpl) di Rusia yang mewakili Lempeng Eropa, Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl) di Tanzania yang mewakili Lempeng Afrika, Gunung Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina yang mewakili Lempeng Amerika Selatan, Gunung Vinson Massif (4.892 mdpl) di Antartika yang mewakili Lempeng Antartika, Gunung Denali (6.190 mdpl) di Alaska yang mewakili Lempeng Amerika Utara dan Gunung Everest (8.848 mdpl) di Nepal yang mewakili Lempeng Asia.

• Benua Antartika tempat Gunung Vinson Massif berada adalah benua paling terisolasi sekaligus paling bersih di dunia. Untuk menjaga kesterilan benua ini setiap tahunnya hanya sedikit orang yang bisa mendapatkan izin masuk benua ini yang kebanyakan adalah para peneliti.

Baca juga  Indonesia Galang Dukungan Sebagai Anggota Dewan IMO

• Karena sedikitnya orang yang bisa masuk dalam benua ini maka dalam perjalan kali ini Tim WISSEMU juga diharuskan untuk membawa beban tambahan dalam sled yang berisikan keperluan logostik yang beratnya mencapai 20 kg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here