International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference 2018: Penghargaan Inovator Muda Bisnis Waralaba Upaya AFI Dorong Generasi Muda Menjadi Entrepreneur

0
23

Jakarta, Gramediapost.com

Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) mendorong generasi muda Indonesia untuk menjadi seorang entrepreneur melalui bisnis waralaba. AFI menyadari bahwa jumlah entrepreneur di Indonesia masih kalah jauh dibanding negara lain. Negara maju rata-rata memiliki jumlah entrepreneur di atas 10 persen dari jumlah penduduk. Sementara di Indonesia, jumlah entrepreneur masih berada di bawah 5 persen.

“Semakin banyak anak muda yang tergerak hatinya menjadi entrepreneur maka semakin tinggi rasionya dan hal ini pada akhirnya dapat mengurangi kesenjangan ekonomi di Indonesia. Industri waralaba adalah motor penggerak yang sangat tepat untuk membuka akses pengusaha baru di Indonesia, ” jelas  Andrew Nugroho, Ketua Umum AFI saat closing ceremony IFRA 2018 di Jakarta.

Sesuai dengan tema yang diusung tahun ini “Creating Franchise Entrepreneurial Behavior with Continuous Innovation”, AFI memberikan penghargaan The 3rd IFRAPreneur Business Concept Competition (IFBCC) kepada generasi muda yang memiliki ide dan inovasi bisnis demi mendukung kemajuan ekonomi di Indonesia melalui bisnis waralaba. Juara pertama IFBCC berasal dari Universitas Media Nusantara (UMN) dengan konsep bisnis i-Mergency berupa aplikasi pertolongan pertama pada kecelakaan berbasis aplikasi. Sementara juara kedua dan ketiga masing-masing diraih oleh Universitas Esmod Jakarta dan Universitas Bina Nusantara dengan konsep bisnis Dobiwobi yaitu desain baju berbasis aplikasi dan konsep bisnis bernama For Your Skin yaotu konsultasi kesehatan kulit berbasis aplikasi. Kegiatan IFBCC merupakan bukti komitmen dan kepedulian AFI Indonesia, Dyandra Promosindo dan Majalah Franchise Indonesia dalam mendukung semangat wirausaha bagi anak muda di Indonesia.

Andrew juga menyatakan bahwa antusiasme untuk mengikuti kegiatan ini begitu tinggi dan ini menjadi langkah penting untuk memunculkan entrepreneur baru di Indonesia. Ia mendorong para pemenang untuk terus melakukan inovasi dan berkreasi dengan ide-ide bisnis baru. Ia juga berharap para entrepreneur muda ini, serta entrepreneur muda lain di berbagai daerah, untuk menjadi entrepreneur yang bisa menginspirasi orang-orang di sekitar mereka untuk  ikut menjadi sukses.

Baca juga  Perkembangan Kasus Penganiayaan secara bersama-sama Terhadap Aktivis Lingkungan Hidup Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) di Silimalombu

Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menegaskan pentingnya pendidikan dan pembinaan kewirausahaan sedari dini, bahkan sejak pendidikan menengah. “Berikan mereka pemahaman tentang pentingnya menjadi entrepreneur dan betapa menyenangkan mendapatkan reward ketika kita melakukan sesuatu yang kita sukai. Pupuk passion mereka dengan pembinaan yang tepat sehingga kemampuan mereka akan terus terasah dan bertambah,” ujar Andrew. Ia mengatakan selain dari asosiasi, dukungan pemerintah merupakan hal yang krusial bagi upaya pengembangan generasi entrepreneur baru di Indonesia.

Sebagai bagian dari upaya pendidikan di bidang waralaba, AFI menggelar kegiatan talkshow yang menghadirkan para pelaku bisnis waralaba seperti perwakilan dari CRP Group, Bakmi Naga dan Baba Rafi. Sesuai dengan tema kegiatan IFRA tahun ini, bahasan para pemain industri waralaba ini juga tidak lepas dari inovasi. Inovasi adalah sebuah keniscayaan, inovasi bukan sebuah kebutuhan. Saat ini publik dihujani berbagai brand dari dalam maupun luar negeri. Tanpa inovasi, brand yang ada akan ditinggalkan oleh publik.

Antusiasme Tinggi

Event tahunan industri waralaba Indonesia,International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA), yang berlangsung pada 20-22 Juli 2018 kembali mendapat sambutan hangat dari masyarakat Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pengunjung yang terus berdatangan sepanjang pameran berlangsung serta booth peserta pameran yang tidak penah sepi dari pengunjung.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menjelaskan sebanyak 180 perusahaan ikut meramaikan pameran IFRA 2018. Sementara jumlah pengunjung yang hadir sejak hari pertama hingga hari terakhir mencapai 16.132 orang. “Kami sangat senang melihat tingginya antusiasme masyarakat untuk menjadi bagian dari industri waralaba Indonesia. Dari tahun ke tahun, kegiatan ini selalu menarik perhatian masyarakat yang ingin menjadi entrepreneur melalui industri waralaba,” ujar Daswar. Ia menambahkan bahwa kegiatan IFRA 2018 berhasil mencatatkan nilai transaksi sebesar 49 million dollars atau sekitar 708 miliar rupiah.

Baca juga  HKBP dan BPODT Lakukan MOU Pembangunan Museum HKBP

Tahun ini terdapat sekitar 250 brand dari 180 perusahaan dari berbagai bidang seperti kuliner, otomotif, kecantikan, kesehatan, properti, pendidikan, informasi & teknologi, hiburan hingga supporting equipment yang ikut berpartisipasi dalam gelaran IFRA 2018. Seluruh peserta ini menjadi bagian penting bagi suksesnya IFRA 2018. IFRA 2018 juga mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Perdangan Republik Indonesia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia serta asosiasi franchise dari berbagai negara seperti Singapura, Filipina dan Malaysia.

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, jumlah program pendukung yang hadirmeramaikan gelaran IFRA 2018 lebih variatif. Program pendukung tersebut dikemas dalam sebuah talkshow dan penghargaan sepertiCelebpreneur Talkshow, CEO Business Forum, Foodpreneur Talkshow, Talkshow HKI, Top Business Opportunity Award, International Franchise Talkshow, IFMA Awarding + Business Dinner, Forum Community Gathering, Awarding IFRA, the 3rd IFBCC Announcement, serta Exhibitor’s Night. Tahun depan, AFI berharap IFRA akan lebih semarak lagi dengan lebih banyak peserta, program dan lebih banyak pengunjung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here