Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

CEO Ion Laundry, Tri Martono Agus Halim: Target Buka 4 Outlet Baru Sebelum Akhir 2026, Ion Laundry Siap Ekspansi dan Bangun SDM via Akademi Ion

×

CEO Ion Laundry, Tri Martono Agus Halim: Target Buka 4 Outlet Baru Sebelum Akhir 2026, Ion Laundry Siap Ekspansi dan Bangun SDM via Akademi Ion

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

CEO Ion Laundry, Tri Martono Agus Halim: Target Buka 4 Outlet Baru Sebelum Akhir 2026, Ion Laundry Siap Ekspansi dan Bangun SDM via Akademi Ion

 

Example 300x600

“Strategi Ion Laundry Kunci Pelanggan Lewat Aplikasi Loyalty di Tengah Persaingan Ketat. Ini Kisah Sukses Ion Laundry Surabaya.

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

Di tengah geliat industri jasa laundry yang semakin kompetitif di Indonesia, Ion Laundry asal Surabaya menunjukkan taringnya sebagai salah satu pemain kunci. Hadir dalam Festival Laundry tahun ini, CEO Ion Laundry, Tri Martono Agus Halim, membagikan kisah perjalanan bisnisnya yang bermula dari kebiasaan sederhana mengantar cucian istri hingga kini mengelola jaringan luas dengan puluhan outlet.

Meskipun sempat ditawari untuk bergabung dalam festival serupa dua tahun lalu, Ion Laundry baru resmi berpartisipasi pada edisi 2026 ini. Hal tersebut disengaja agar perusahaan memiliki waktu cukup untuk mematangkan sistem aplikasi internal mereka sebelum tampil ke publik.

Awal Mula: Dari Franchise F&B ke Raja Laundry

Tri Martono mengungkapkan bahwa latar belakangnya sebenarnya bukan dari industri laundry. Pada awalnya, ia lebih banyak bergerak di bidang waralaba makanan dan minuman (F&B). Titik balik terjadi pada akhir tahun 2017, tepat setelah ia menikah.

“Awalnya saya hanya mengantar istri ke laundry karena di rumah kami tidak memiliki mesin cuci. Dari situlah saya penasaran. Setiap kali antar-jemput, tempat laundry itu tidak pernah sepi. Selalu ada pelanggan,” kenang Tri saat ditemui di lokasi festival Laundry 2026, di Gedung SMESCO, Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Rasa penasarannya memuncak ketika ia mengetahui bahwa laundry tersebut tidak membuka peluang waralaba. Hal ini memicu semangatnya untuk mencari cara membuka usaha laundry sendiri, yang akhirnya melahirkan Ion Laundry.

Ekspansi dan Model Bisnis

Kini, hampir satu dekade berlalu, Ion Laundry telah berkembang pesat di bawah naungan Ion Group. Di Surabaya saja, mereka telah mengelola total 30 cabang. Rincian operasionalnya terbagi menjadi dua model utama: 20 outlet beroperasi dengan merek “Ion Laundry” yang mengusung konsep full service, sementara 10 outlet lainnya menggunakan merek berbeda, seperti “Laundry Warga”, yang menyasar pasar self-service.

Selain outlet milik sendiri, Tri juga menyebutkan adanya tiga outlet waralaba yang dikelola mitra secara mandiri di luar Jawa, tepatnya di Sorong dan Bali. Total, Ion Laundry saat ini mempekerjakan sekitar 178 karyawan.

Strategi Mengunci Pelanggan di Tengah Banjir Kompetitor

Menghadapi realita bahwa industri laundry sangat mudah dimasuki oleh pemain baru—Tri bahkan mencontohkan satu lokasi miliknya yang diapit oleh 17 pesaing—Ion Laundry menerapkan strategi diferensiasi yang kuat.

“Tantangan terbesar adalah bagaimana mengunci pelanggan agar tetap setia. Makanya, kami mengembangkan aplikasi loyalty khusus,” jelas Tri.

Melalui aplikasi ini, Ion Laundry menyajikan berbagai gimmick dan promosi eksklusif yang dirancang untuk meningkatkan retensi pelanggan di era digital.

Selain teknologi, tantangan Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi perhatian serius. Untuk mengantisipasinya, Ion Laundry mendirikan “Ion Academy”.

Konsepnya unik: rekrutmen dan pelatihan dilakukan bahkan sebelum outlet baru dibuka, memastikan ketersediaan talent pool yang siap pakai.

Target dan Harapan ke Depan

Memasuki kuartal terakhir tahun 2026, Ion Laundry menargetkan pembukaan empat outlet tambahan sebelum Desember nanti. Tri berharap industri laundry nasional terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat.

“Kami ingin masyarakat mulai mengubah pola pikir bahwa mencuci di rumah dengan mesin pribadi justru membuang waktu. Lebih efisien menggunakan mesin komersial atau industrial di laundry profesional yang prosesnya jauh lebih cepat,” ujar Tri menutup sesi wawancara.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *