Yayasan Kreshna Medika Perkenalkan Model SHINE untuk Pemulihan Stroke Holistik dan Kemandirian Ekonomi
Jakarta, Gramediapost.com
Yayasan KRESHNA MEDIKA hadir dalam Musyawarah Nasional Komunitas BEPers Indonesia 2026 untuk memperkuat sinergi antar komunitas kesehatan di Indonesia.
Keikutsertaan ini menjadi langkah nyata yayasan dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya penyintas stroke dan penyakit degeneratif.
Ketua Umum Yayasan KRESHNA MEDIKA, Haryanto Suryo Panguripan, menegaskan bahwa pemulihan stroke tidak bisa hanya bertumpu pada aspek medis semata.
Menurutnya, stroke berdampak luas, mulai dari gangguan fisik, tekanan mental, hingga persoalan ekonomi dan sosial yang dialami penyintas dan keluarganya.
“Banyak penyintas yang kehilangan pekerjaan dan sumber pendapatan setelah terkena stroke. Ini yang membuat semangat hidup mereka ikut turun,” ujar Haryanto.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Yayasan KRESHNA MEDIKA mengembangkan model rehabilitasi holistik bernama SHINE.
SHINE merupakan singkatan dari Spiritual, Health, Inner Strength, Networking, dan Economic Empowerment.
Model ini dirancang agar penyintas tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga bangkit secara mental, sosial, dan ekonomi.
Aspek Spiritual dalam SHINE menekankan penguatan nilai keimanan dan kesadaran diri sebagai sumber ketenangan.
Aspek Health fokus pada terapi medis, olahraga teratur, pola hidup sehat, dan rehabilitasi berkelanjutan.
Inner Strength bertujuan membangun kembali kepercayaan diri dan kekuatan mental penyintas pasca stroke.
Networking mendorong terbentuknya dukungan dari keluarga, komunitas, tenaga kesehatan, dan sesama penyintas.
Terakhir, Economic Empowerment diarahkan untuk mengembalikan kemandirian ekonomi melalui pelatihan dan pendampingan usaha.
“Melalui SHINE kami ingin memastikan penyintas stroke bisa kembali produktif dan memiliki harapan hidup baru,” kata Haryanto.
Pendekatan ini tidak hanya untuk stroke, tetapi juga diterapkan pada diabetes, jantung, hipertensi, kanker, dan penyakit kronis lainnya.
Haryanto menyoroti tren stroke yang kini menyerang usia muda, bahkan ditemukan kasus pada usia 14 tahun.
“Ini alarm bagi kita semua untuk lebih peduli pada gaya hidup sehat sejak dini,” tegasnya.
Ketua Harian Yayasan KRESHNA MEDIKA, Suhadi SH, menambahkan bahwa yayasan telah berdiri sejak 2020.
Saat ini yayasan memiliki 2 pusat rehabilitasi dan bermitra dengan banyak RS pemerintah maupun swasta.
Yayasan juga memiliki lebih dari 6.800 anggota di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Stroke.
Selain layanan kesehatan, yayasan juga mendampingi penyintas untuk mengakses hak-hak disabilitas sesuai undang-undang.
Pada 2026, fokus utama yayasan adalah penguatan program ekonomi melalui UMKM, pelatihan wirausaha, dan kerja sama perbankan.
“Kami tidak ingin penyintas hanya jadi penerima bantuan. Mereka harus bisa mandiri dan menghidupi keluarga,” ujar Suhadi.
Yayasan juga rutin mengadakan latihan BIO ENERGY POWER bersama Komunitas BEPers Indonesia sebagai terapi gerak dan napas.
Ke depan, KRESHNA MEDIKA menargetkan perluasan jejaring internasional melalui World Stroke Organization dan pembentukan Yayasan Duta KRESHNA Indonesia.



















