Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Ketua Umum Dcc PP PDI Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, Resmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di halaman Kantor DPP PDIP: Suatu Saat Kebenaran Sejarah akan Terungkap.

×

Ketua Umum Dcc PP PDI Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, Resmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di halaman Kantor DPP PDIP: Suatu Saat Kebenaran Sejarah akan Terungkap.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Mantan Presiden RI, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, Resmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di halaman Kantor DPP PDIP: Suatu Saat Kebenaran Sejarah akan Terungkap.

 

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

 

 

Mantan Presiden RI dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di halaman Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Senin (27/7/1996). ”

 

Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Monumen Kudatuli ini atau peristiwa 27 Juli pada 30 tahun yang lalu, saya resmikan,” ungkap Megawati.

Dalam kata sambutannya, Megawati meyakini bahwa suatu saat kebenaran sejarah akan terungkap. Menurutnya ada empat unsur yang ia yakini, yaitu keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran revolusioner.

Menurut Mega, ada empat unsur yang ia yakini, yaitu keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran revolusioner.

“Kesemuanya yang empat itu menyatu dalam sebuah keyakinan yang kental, bahwa kebenaran pada akhirnya akan menang,” kata Megawati.

 

Ia juga mengutip ajaran Siddhartha Gautama yang dikenal sebagai Satyam Eva Jayate—kebenaran pada akhirnya akan menang.

“Ini saya dapat di dalam perjalanan yang namanya seorang

 

 

Sebelum meresmikan Monumen Kudatuli, Megawati menyampaikan pesan khusus kepada seluruh rakyat untuk terus memegang semangat dan api perjuangan.

 

 

“Api perjuangan itu saya selalu yakin tidak akan pernah padam selama rasa cinta kepada Tanah Air terus bergema di dalam dada sanubari kita,” ujarnya. Megawati berpesan kepada generasi muda untuk tidak melupakan para pahlawan yang telah berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. “Namanya Republik Indonesia ini dibangun dengan yang namanya air mata, darah, dan keringat! Camkan!” tegasnya. Peristiwa Kudatuli atau Kerusuhan 27 Juli merupakan insiden berdarah yang terjadi di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Berdasarkan catatan Komnas HAM, insiden ini mengakibatkan 5 orang tewas, 149 luka-luka, dan 23 orang hilang. Peristiwa Kudatuli pun menjadi ujung tombak pergerakan rakyat melawan penindasan oleh rezim Orde Baru.

 

Adu Pengaruh Megawati dan Jokowi Dalam peresmian itu,

Megawati turut didampingi oleh putranya yang juga Ketua DPP PDIP, M. Prananda Prabowo, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, serta jajaran DPP PDIP. Terlihat hadir pula Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tokoh nasional seperti Meutia Hatta, Halida Hatta, Guruh Soekarnoputra, Mahfud MD, Sidarto Danusubroto, Dolorosa Sinaga, dan

Serta tokoh masyarakat sipil, aktivis HAM, penyintas, dan keluarga korban peristiwa Kudatuli.

 

Sementara itu, Sekjen PDIP  Hasto Kristiyanto, dalam kata sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada para sesepuh, para pendiri, dan seluruh kader PDI Perjuangan.

“Hari ini, kita berkumpul di sini untuk meresmikan Patung Kudatuli. Ini adalah momen yang bersejarah. Patung ini bukan sekadar karya seni. Ini adalah manifestasi dari semangat kita.

Semangat kuda yang siap pacu. Semangat yang tidak kenal lelah.
Ini adalah semangat Bung Karno. Semangat Marhaenisme.

Kita berdiri di sini untuk mengingatkan diri kita sendiri.
Bahwa tugas kita belum selesai.
Tugas kita adalah membawa kesejahteraan bagi rakyat.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mari kita jadikan patung ini sebagai inspirasi. Untuk terus bekerja, terus berjuang, dan terus mengabdi,”

Bagi PDIP dan anggota serta simpatisannya, peresmian Monumen Kudatuli ini adalah untuk menghormati para korban & pejuang demokrasi.
Mengenang peristiwa 27 Juli 1996 sebagai “pelanggaran HAM dan serangan terhadap kantor PDIP” dan untuk menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak sia-sia.

Monumen Kudatuli ini
dibangun sebagai pengingat agar sejarah kelam tidak terulang. Menjadi simbol perlawanan terhadap otoritarianisme dan komitmen PDIP pada konstitusi, demokrasi, serta kedaulatan rakyat.

PDIP mengajak kader untuk terus menjaga ideologi Pancasila, gotong royong, dan semangat Megawati Soekarnoputri. Juga mengajak seluruh anak bangsa menjaga persatuan agar tragedi seperti Kudatuli tidak terjadi lagi.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *