Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

RPA Indonesia Datangi Kepala Sekolah SLB Bina Karya Insani, Perjuangkan Hak Pendidikan 3 Siswa Disabilitas

×

RPA Indonesia Datangi Kepala Sekolah SLB Bina Karya Insani, Perjuangkan Hak Pendidikan 3 Siswa Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

RPA Indonesia Datangi Kepala Sekolah SLB Bina Karya Insani, Perjuangkan Hak Pendidikan 3 Siswa Disabilitas

 

Example 300x600

Jakarta, 28 Juli 2026 –

 

Ketua Umum Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Indonesia, Jeannie Latumahina, memberikan apresiasi kepada Wakil Ketua DPP RPA Indonesia, Roy Sairlela, dan Paulus Tutuarima yang langsung menemui Kepala Sekolah SLB Bina Karya Insani, Bapak Giarto, di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, untuk memperjuangkan hak pendidikan tiga siswa penyandang disabilitas lulusan SD yang hingga kini belum diterima melanjutkan pendidikan ke jenjang SMPLB.

Ketiga siswa tersebut adalah Noval Bima Hakim, Rafi Afzal Maulana, dan Jennifer. Menurut Jeannie Latumahina, langkah ini merupakan wujud komitmen RPA Indonesia agar setiap anak Indonesia memperoleh hak pendidikan tanpa diskriminasi.

Sementara itu, Roy Sairlela, Wakil Ketua DPP RPA Indonesia, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dari pihak SLB Bina Karya Insani, peraturan pemerintah mengenai pendidikan gratis bagi anak berkebutuhan khusus sudah cukup baik. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah kendala, yaitu program pendidikan gratis jenjang SMP baru dimulai pada Tahun Ajaran 2026, kuota yang dibiayai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya 22 siswa, pada Tahun Ajaran 2026 sekolah hanya menerima 4 siswa dari sekitar 20 pendaftar meskipun kapasitas ruang kelas masih memungkinkan, serta calon siswa yang telah mendaftar di satu sekolah tidak dapat mendaftar ke sekolah lain apabila tidak diterima.

Menurut Paulus Tutuarima, kebijakan kuota dari pemerintah kepada sekolah yang menerima peserta didik penyandang disabilitas perlu dibuat lebih fleksibel sesuai kebutuhan di lapangan, terutama bagi anak-anak disabilitas dari keluarga kurang mampu. Dengan demikian, tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan kuota.

Jeannie Latumahina, Ketua Umum RPA Indonesia, menegaskan bahwa seluruh anak Indonesia memiliki hak yang sama atas pendidikan sebagaimana dijamin oleh amanat konstitusi. Tidak diterimanya tiga anak penyandang disabilitas di bangku SMPLB menjadi perhatian serius dan menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan masih perlu dievaluasi agar benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak. Kebijakan dibuat untuk menjamin terpenuhinya hak anak, bukan menjadi penghalang bagi mereka untuk memperoleh pendidikan.

Sebagai tindak lanjut, RPA Indonesia telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Menteri Pendidikan Republik Indonesia dan Pimpinan Dinas Pendidikan Jakarta Timur agar dapat segera dilakukan pertemuan untuk mencari solusi. Mengingat tahun ajaran baru telah dimulai, RPA Indonesia berharap Noval Bima Hakim, Rafi Afzal Maulana, dan Jennifer dapat segera memperoleh haknya untuk bersekolah.

RPA Indonesia berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini hingga ketiga anak tersebut mendapatkan hak pendidikan yang layak, karena setiap anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *