Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Komunitas BEPers Indonesia (KBI) Tahun Gelar Musyawarah nasional (Munas) Tahun 2026: Penguatan dan Pengembangan Organisasi KBI di Seluruh Indonesia dan Luar Negeri Berbasis Riset.

×

Komunitas BEPers Indonesia (KBI) Tahun Gelar Musyawarah nasional (Munas) Tahun 2026: Penguatan dan Pengembangan Organisasi KBI di Seluruh Indonesia dan Luar Negeri Berbasis Riset.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Komunitas BEPers Indonesia (KBI) Tahun Gelar Musyawarah nasional (Munas) Tahun 2026: Penguatan dan Pengembangan Organisasi KBI di Seluruh Indonesia dan Luar Negeri Berbasis Riset.

 

Example 300x600

 

Jakarta 27 Juni 2026

 

 

Komunitas BEPers Indonesia (KBI) Tahun Menggelar Musyawarah nasional (Munas) Tahun 2026, di Le Meridien Hotel, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 18–20, Jakarta (28/06/26).

Munas KBI 2026 ini mengusung tema: “Penguatan dan Pengembangan Organisasi KBI di Seluruh Indonesia dan Luar Negeri Berbasis Riset”

Munas ini merupakan forum permusyawaratan tertinggi organisasi yang akan membahas arah kebijakan organisasi, pengesahan program kerja nasional periode 2026–2031, serta pemilihan kepengurusan nasional KBI periode mendatang.
.

KBI adalah sebuah komunitas yang beranggotakan para pegiat Olahraga masyarakat BIOENERGYPOWER (BEP) yang telah terdaftar sebagai anggota penuh.  Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional KBI kini telah hadir di 19 provinsi di seluruh Indonesia yang menaungi ratusan rumah sehat dan ribuan BEPers serta telah menjadi anggota KORMI daerah setempat untuk mencapai misi  besar KBI yaitu Merajut Ulang Kesehatan Bangsa (MUKB)

BIOENERGYPOWER sendiri adalah perpaduan olah napas dan olah gerak yang dirancang menurut kaidah sains untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran serta membangkitkan kemampuan tubuh dalam menyembuhkan diri sendiri (setf-healing).

BEP ditemukan oleh Bapak Hari Jauhari Angga (Alm) melalu penelitian bersama-sama dokter-dokter muda RS Hasan Sadikin Bandung yang meneliti kemampuan tubuh mengobati diri sendiri (Self Healing)

Berdasarkan testimoni para pegiatnya, latihan BEP yang teratur dan berkelanjutan, mampu membuat tubuh semakin sehat dan bugar dan juga dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Dengan gerakan sederhana gerakan yang dapat dilakukan dengan cara duduk. berdiri dan bersila yang dapat dilakukan siapa saja, kapan saya, dan tanpa alat khusus, BEP membawa pesan kuat bahwa hidup sehat adalah hak dan pilihan semua orang,  Karena dengan melakukan latihan rutin dan berkelanjutan, para pegiat merasakan perubahan positif pada kualitas kesehatan dan kebugaran tubuh.

“Meningkatkan Derajat Kesehatan”, “Sehat Tanpa Alat dan Obat”. serta “Merajut Ulang Kesehatan Bangsa” merupakan jargon-jargon yang menjadi ciri BEP.  Dengan berlatih BEP Secara baik, benar, terukur dan teratur, menjadikan para pegiat dan penggiat BEP meningkatkan  derajat kesehatannya, bisa terbangkitkan kembali kemampuan tubuhnya dalam mengobati dirinya sendiri. Fakta menunjukkan bahwa para penggiat dan pegiat  BEP yang rata-rata lansia mempunyai tingkat kesehatan yang lebih baik dari pada sebelum mempraktikkan BEP

Berawal dari diri yang sehat bisa menjadi modal untuk membentuk Lingkungan yang sehat yang merupakan tangga utama menuju masyarakat yang sehat, yang menjadi kunci terbentuknya bangsa yang sehat. sejalan dengan progam yang dicanangkan Pemerintah untuk menuju dan mencapai Indonesia Bugar 2045.

Melalui kegiatan latihan bersama BEP baik secara tatap muka dan melalui  virtual telah memberi dampak besar pada perkembangan dan pengembangan BEP. Jumlah BEPers meningkat pesat, demikian juga jumlah rumah Sehat BEP.  Selain itu, dampak yang luar biasa adalah terjadinya silaturahmi BEPers seluruh pelosok nusantara dan mancanegara.

Bioenergypower telah menjadi olahraga masyarakat yang terus berkembang dan semakin diminati masyarakat.  Oleh karena itu membutuhkan tata kelola orgarisasi yang sehat, partisipatif, dan berkelanjutan.  Musyawarah Nasional (Munas) Komunitas BEPers Indonesia (KBI) merupakan forum tertinggi untuk konsolidasi organisasi, evaluasi, serta penetapan arah pengembangan komunitas yang dilaksanakan pada tanggal 27 Juni
2026 di Hotel Le Meridien Jakarta.

Munas KBI akan dihadiri oleh sekitar 250 peserta yang berasal dan para pengurus pusat, wilayah, daerah dan rumah sehat baik yang hadir langsung maupun secara daring.

Seluruh rangkaian acara disusun dan diselenggarakan oleh Panitia Pengarah (Steering Committee) serta panitia Pelaksana (Organizing Committee) Munas KBI 2026.

Ketua Steering Committee Munas, Bapak Soepadyo TWS, BRE. SE, menegaskan bahwa memasyarkatkan BEP merupakan kontribusi nyata KBI bagi bangsa. “Kamu percaya bangsa yang kuat dimulai dari masyarakat yang sehat dan bugar. Melalui BIOENERGYPOWER KBI ingin menghadirkan solusi sederhana namun berdampak nyata dalam Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia yang Sehat, Bugar dan Produktif. Melalui Munas , KBI bertekad mempertahankan keaslian olah nafas dan oleh gerak BEP yang diajarkan oleh foundernya Bapak Hari Jauhari Angga (Aim).

Melalui BIOENERGYPOWER juga. KBI menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi bagi negeri. Dari gerakan yang sederhana menuju perubahan besar sebuah langkah nyata membangun Indonesia yang lebih sehat, bugar, produktif dan berdaya saing.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…