Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

GRIB Jaya Tegaskan Komitmen  Membantu Masyarakat Kecil di Usia ke-15

×

GRIB Jaya Tegaskan Komitmen  Membantu Masyarakat Kecil di Usia ke-15

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GRIB Jaya Tegaskan Komitmen  Membantu Masyarakat Kecil di Usia ke-15

 

Example 300x600

Jakarta — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/5/2026), berlangsung meriah dan dihadiri ribuan kader serta pengurus dari berbagai daerah di Indonesia.

Momentum tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus penegasan komitmen organisasi dalam memperkuat solidaritas internal dan memperluas pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPC GRIB Jaya Kota Bandar Lampung, Nikolaus Bastian Kuncoro, menyampaikan bahwa seluruh jajaran GRIB Jaya di daerah mendapat arahan langsung dari Ketua Umum untuk terus menjaga kekompakan organisasi sekaligus hadir membantu masyarakat kecil.

“Kita diperintahkan oleh Ketum untuk meramaikan acara ulang tahun GRIB Jaya ini. Kita juga bersyukur sekali karena Ketum telah memimpin kita semua untuk menjadi organisasi yang baik untuk masyarakat,” ujar Nikolaus usai menghadiri perayaan HUT ke-15 GRIB Jaya di Istora Senayan.

Ia menegaskan, GRIB Jaya di Bandar Lampung terus diarahkan untuk aktif mendukung masyarakat, khususnya kalangan bawah yang membutuhkan bantuan sosial maupun pendampingan.

“Terutama kita di Bandar Lampung disuruh untuk selalu men-support masyarakat-masyarakat yang di bawah. Kemudian kita disuruh bersinergi dengan pemerintah dan itu wajib,” katanya.

Menurut Nikolaus, arahan tersebut menjadi landasan penting bagi seluruh kader GRIB Jaya dalam menjalankan organisasi agar tetap berada di jalur sosial kemasyarakatan dan mendukung pembangunan daerah.

Perayaan HUT ke-15 GRIB Jaya sendiri diwarnai berbagai agenda kebersamaan, mulai dari konsolidasi nasional, hiburan rakyat, hingga penyampaian pesan organisasi kepada seluruh anggota dari berbagai wilayah Indonesia. Acara tersebut juga menjadi simbol semakin besarnya jaringan organisasi yang dipimpin oleh Hercules Rosario de Marshal.

Saat ditanya mengenai makna slogan yang disampaikan Ketua Umum, yakni “GRIB Jaya Maju dan Terus Bersatu”, Nikolaus menilai slogan tersebut mencerminkan soliditas organisasi yang dibangun atas loyalitas dan semangat satu komando.

“Kita ini satu organisasi, satu komando dari beliau. Dan kita nggak bakal lari dari beliau,” ucapnya.

Ia menambahkan, kekuatan utama GRIB Jaya saat ini terletak pada persatuan antarkader di seluruh Indonesia. Dengan soliditas tersebut, ia optimistis organisasi akan terus berkembang dan semakin diterima masyarakat luas.

“Harapan ke depan, GRIB semakin besar, GRIB akan terus berkembang dan bersinergi selalu dengan pemerintah,” lanjutnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, GRIB Jaya memang dikenal aktif menggelar kegiatan sosial di berbagai daerah, mulai dari bantuan kemanusiaan, pengawalan aspirasi masyarakat, hingga keterlibatan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Organisasi tersebut juga kerap menekankan pentingnya menjaga stabilitas, persatuan, dan hubungan harmonis dengan aparat pemerintah maupun masyarakat.

Perayaan HUT ke-15 di Istora Senayan menjadi momentum penting bagi GRIB Jaya untuk menunjukkan eksistensi dan kekuatan organisasinya secara nasional. Kehadiran ribuan anggota dari berbagai daerah mencerminkan soliditas internal yang terus dijaga di tengah dinamika organisasi kemasyarakatan di Indonesia.

Bagi Nikolaus dan jajaran GRIB Jaya Bandar Lampung, perayaan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa organisasi harus tetap berpihak kepada masyarakat dan mampu menjadi mitra pemerintah dalam menjaga ketertiban sosial serta membantu warga yang membutuhkan

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…