Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Ketua Bidang Telur Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Leopold Halim: Investasi Asing di Sektor Budidaya Telur Sebaiknya Diarahkan pada Sektor Teknologi Tinggi yang Belum Dimiliki Indonesia, bukan pada Usaha Budidaya Dasar yang sudah Dikuasai Peternak Lokal

×

Ketua Bidang Telur Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Leopold Halim: Investasi Asing di Sektor Budidaya Telur Sebaiknya Diarahkan pada Sektor Teknologi Tinggi yang Belum Dimiliki Indonesia, bukan pada Usaha Budidaya Dasar yang sudah Dikuasai Peternak Lokal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

 

Example 300x600

Ketua Bidang Telur Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Leopold Halim: Investasi Asing di Sektor Budidaya Telur Sebaiknya Diarahkan pada Sektor Teknologi Tinggi yang Belum Dimiliki Indonesia, bukan pada Usaha Budidaya Dasar yang sudah Dikuasai Peternak Lokal

 

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

 

Ketua Bidang Telur Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Leopold Halim yang akrab disapa Atung, menghadiri pameran teknologi pertanian dan peternakan terbesar, AGRIMAT & AGRILIVESTOCK ASIA 2026 yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2 Jakarta, Jumat (08/05/26).

Kegiatan tersebut dirangkai dengan seminar nasional bertema “Peran Serta Pemerintah dan Asosiasi dalam Mensejahterakan Peternak melalui Hilirisasi Perunggasan Nasional” yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, asosiasi peternak, BUMN pangan, hingga lembaga investasi nasional.

Seminar sesi pagi menghadirkan paparan dan sidang pleno bersama gabungan asosiasi seperti PPN, Berkah Telur Blitar, KPUN, PPUI, dan PERMINDO guna menyampaikan kondisi riil serta aspirasi peternak di lapangan. Sementara sesi siang berfokus pada implementasi teknis hilirisasi dengan menghadirkan Menteri Pertanian RI/Kepala Bapanas, Dirut PT Berdikari (Persero), Dirut PT AGRINAS, pimpinan DANANTARA, perwakilan Kemendagri, hingga Dirjen Kemendes PDTT.

Acara ini menjadi momentum penting dalam merumuskan solusi konkret terhadap berbagai persoalan strategis peternakan rakyat. Hilirisasi dinilai sebagai langkah utama untuk meningkatkan nilai tambah produk unggas, memperkuat posisi tawar peternak, sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang lebih adil dan berkelanjutan.

Usai acara, Leopold Halim menyoroti isu masuknya investor asing di sektor budidaya telur yang dinilai perlu disikapi secara hati-hati oleh pemerintah.

“Atas dasar adanya pernyataan mengenai kebutuhan telur yang besar untuk program MBG, muncul kekhawatiran akan masuknya investor luar untuk budidaya telur. Padahal pemerintah sendiri melalui Menteri Pertanian telah menyampaikan bahwa produksi telur nasional saat ini surplus dan aman,” ujar Atung.

Menurutnya, peternak rakyat saat ini sudah memiliki kemampuan dan kapasitas yang memadai dalam sektor budidaya ayam petelur. Karena itu, investasi asing sebaiknya diarahkan pada sektor teknologi tinggi yang belum dimiliki Indonesia, bukan pada usaha budidaya dasar yang sudah dikuasai peternak lokal.

“Kita tidak menolak investor asing, tetapi seharusnya mereka masuk ke sektor high technology yang memang belum kita miliki. Kalau hanya budidaya telur, peternak rakyat di Indonesia sudah mampu dan bahkan produksinya sudah surplus,” katanya.

Atung juga mengingatkan kondisi harga telur dan harga jagung pakan yang saat ini masih belum stabil sehingga peternak rakyat menghadapi tekanan berat. Menurutnya, masuknya investor baru pada sektor budidaya justru berpotensi memperburuk persaingan dan membuat kondisi pasar semakin tidak sehat.

“Kalau sekarang harga sedang hancur lalu ditambah investor baru untuk budidaya, tentu akan semakin menambah masalah bagi peternak rakyat. Yang dibutuhkan saat ini adalah perlindungan dan penguatan usaha peternak lokal agar tidak semakin terpuruk,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah dapat menjaga keseimbangan ekosistem perunggasan nasional dengan mengedepankan keberpihakan kepada peternak rakyat, sekaligus tetap membuka peluang investasi berbasis inovasi dan teknologi modern.

Melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, BUMN pangan, asosiasi peternak, dan lembaga investasi nasional, hilirisasi perunggasan diharapkan mampu menciptakan sistem usaha yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh pelaku industri perunggasan nasional.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…