Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Ana Rahaju Wibowo, Founder Artisan Tea dengan Brand “Tis Tea”: Tis Tea Produk Teh yang Sangat baik untuk Kesehatan, Semua Bahannya 100% Alamiah

×

Ana Rahaju Wibowo, Founder Artisan Tea dengan Brand “Tis Tea”: Tis Tea Produk Teh yang Sangat baik untuk Kesehatan, Semua Bahannya 100% Alamiah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ana Rahaju Wibowo, Founder Artisan Tea dengan Brand “Tis Tea”: Tis Tea Produk Teh yang Sangat baik untuk Kesehatan, Semua Bahannya 100% Alamiah

 

Example 300x600

Tangerang, Gramediapost.com

 

Indo Expo 2025 adalah pameran industri halal terbesar di Indonesia yang digelar pada 25-28 September 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE BSD City, Tangerang). Ajang ini menghadirkan lebih dari 346 peserta pameran dari dalam dan luar negeri dengan target 15.000 pengunjung.

 

Pameran ini menampilkan berbagai sektor halal: makanan & minuman, kosmetik, farmasi, fashion muslim, pariwisata halal, hingga teknologi dan layanan pendukung.

 

Acara pembukaan resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. Hadir pula pejabat pemerintah, asosiasi industri, investor, pelaku usaha, serta delegasi internasional dari Malaysia, Thailand, Amerika Serikat, Libya, dan Kazakhstan.

Pada sesi pembukaan juga dilakukan penandatanganan MoU antara Ditjen KPAII Kemenperin dan Himpunan Kawasan Industri (HKI) untuk pengembangan kawasan industri halal.

Dalam pidatonya, Menperin Agus menegaskan bahwa Indonesia harus bertransformasi dari sekadar pasar menjadi pusat produksi dan inovasi halal global.

Di sela-sela acara, kepada beberapa orang awak media yang mewawancarainya, Ana Rahaju Wibowo sebagai founder Artisan Tea dari Jawa Barat dengan Brandnya Tis Tea ini menjelaskan bahwa kami membuat Tis Tea ini karena kami ingin memperkenalkan dan menyajikan kepada konsumer atau tea lover ( orang orang pecinta teh) supaya mereka bisa menikmati produk teh yang sangat baik untuk kesehatan yang 100% alamiah/natural yang artinya semua bahan bahan yang dipakai itu dari bahan alami. Baik itu daun, bunga, buah maupun jahe, daun sereh, rempah-rempah yang kami pakai itu semua dari bahan alami. Tidak ada bahan campuran kimia atau sintesis. Artinya, kami tidak memakai semacam essence atau flavor, pengawet. Jadi semua aroma, taste atau rasanya murni dari alam itu sendiri sehingga aromanya tidak terlalu kuat.

Produk Tis Tea ini sudah tersertifikasi seperti, sertifikasi halal, HACCP, Rain Forrest Alliance, PIRT, dan BPOM. Oleh sebab itu, kami sudah siap export dan kami juga tergabung dalam organisasi Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI). Artisan Tea adalah suatu produk teh yang dibuat dengan kualitas yang baik dan ada unsur seninya. Oleh sebab itu, bentuk dari daun, bunga, buah dan rempah-rempah yang ada didalamnya masih terlihat dan untuk packagingnya dibuat secantik mungkin.

Lebih lanjut Ana menjelaskan bahwa Artisan Tea ini bisa dinikmati oleh semua orang karena kami juga membuat kemasan kemasan yang harganya terjangkau. Jadi bisa dibeli hanya satuan dan satu sachet yaitu 1 tea bag per sachet. Atau juga ada mini box yang isinya hanya 10 gram; 3 tea bag supaya terjangkau dan enak untuk dibawa kemana-mana. Satu hal lagi, kami juga membuat packaging-packaging yang premium supaya teh ini bisa jadi oleh-oleh, hadiah, sovenir yang representatif, elegant, dan bermanfaat untuk kesehatan. Makanya ada hampers-hampers yang kami buat dan kami perkenalkan ke perorangan, corporate seperti bank-bank, hotel, resort, dan cafe-cafe.

Ana dengan latar belakang dari kesehatan (apoteker) juga menjelaskan bahwa perusahaan Tis Tea ini baru berdiri di awal tahun ini (tahun 2025).

Saya suka sekali minum teh, karena teh itu banyak sekali manfaat untuk kesehatan.

Misalnya White Tea itu mengandung antioksidan yang sangat tinggi dan sudah ditest di laboratorium dan dapat kami buktikan bahwa White Tea ini antioksidannya itu memang tinggi.

Sedangkan Produk Green Tea pan fire itu polifenol nya sangat tinggi dan sudah kami buktikan dengan test di laboratorium agar kami bisa presentasi ke dokter-dokter untuk membantu pasien-pasien nya seperti pasien kanker yang habis kemoterapi dapat membawa pulang white tea. Sementara untuk Green Tea dengan polifenol yang tinggi , dokter jantung menyukai ini karena dapat membantu menyehatkan jantung dan dapat membuat pembuluh darah itu lentur serta membantu mengurangi plak-plak di pembuluh darah.

Kami membuat ini semua di perkebunan teh di Jawa Barat dan bekerjasama dengan para pemetik daun teh.

Saya punya racikan-racikan formula seperti daun teh hijau dicampur dengan daun kelor, daun mint dan lemon dapat menghasilkan minuman teh yang segar dengan manfaat tambahan daun kelor yang sangat baik untuk kesehatan. Untuk ragam produk Tis Tea ini ada beberapa jenis yaitu seperti loose tea yang tidak memakai tea bag, jadi penikmat tea lebih nyaman dengan memakai saringan teh atau seperti teh tubruk dan ada yang lebih suka menikmati dengan tea bag supaya lebih praktis atau untuk orang-orang yang ingin minum teh tapi tidak punya alat saringan teh.

 

Ana berharap kedepannya “Tis Tea” ini bisa menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Karena banyak manfaatnya  minum teh “Tis Tea” bagi kesehatan yang 100% bahannya natural. Tis Tea adalah teh primadona untuk kesehatan, kebugaran dan sosialita.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…