Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

HOLYWINGS STORE X GHEA RESORT: Sebuah Kolaborasi Gaya Hidup yang Sarat Makna

×

HOLYWINGS STORE X GHEA RESORT: Sebuah Kolaborasi Gaya Hidup yang Sarat Makna

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

HOLYWINGS STORE X GHEA RESORT: Sebuah Kolaborasi Gaya Hidup yang Sarat Makna

 

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

 

Kampanye co-branded Holywings Store x Ghea Resort by Amanda Janna hadir sebagai pertemuan dua dunia yang berbeda namun saling melengkapi, hadir dengan kemewahan resort-wear yang santai dan elegan dari Ghea Resort, serta sensasi vibe belanja kekinian siap jadi bagian dari pengalaman yang seru. Kolaborasi ini membuat Holywings Store tampil beda, menjadi tempat belanja fashion dan gaya hidup yang trendi, tetapi juga bermakna.

Tujuan utama dari kolaborasi ini bukan sekadar mempertemukan dua brand, melainkan menyatukan kekuatan gaya hidup modern dengan nilai-nilai lokal yang bermakna, khususnya filosofi Tri Hita Karana, sebuah konsep harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. Koleksi yang dihasilkan diharapkan tak hanya stylish, tetapi juga memiliki cerita dan kedalaman spiritual yang bisa dirasakan oleh pemakainya.

Holywings Store memilih Ghea Resort by Amanda Janna sebagai mitra karena identitas desainnya yang kuat terhadap budaya dan etnik Indonesia. Ini sejalan dengan misi Holywings Store yang ingin menghadirkan produk lifestyle yang kekinian sekaligus bermakna. Dari sini tercipta perpaduan antara fashion resort-wear yang elegan dan jiwa muda Holywings yang penuh energi.

Kolaborasi ini bukan sekadar proyek satu kali, melainkan awal dari sinergi jangka panjang dalam menciptakan produk yang menyatukan fashion, budaya, dan gaya hidup. Lewat peluncuran koleksi ini, kedua brand menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor bisa memberikan dampak besar dalam memperluas pasar sekaligus memperkuat identitas masing-masing brand.

Holywings Store melihat kolaborasi ini sebagai titik awal untuk membuka babak baru dalam dunia fashion dan lifestyle. Dengan menggandeng mitra yang sejalan secara nilai dan visi, Holywings ingin membangun ekosistem produk yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai lokal dan spiritual.

Yang membedakan Holywings Store dari kompetitor adalah pendekatannya dalam memilih produk. Koleksi tidak hanya dibentuk oleh tren, tetapi juga oleh narasi, karakter, dan emosi. Holywings berfokus pada kolaborasi yang punya cerita kuat dan makna mendalam, sehingga setiap item memiliki daya tarik lebih dari sekadar tampilan luar.

Koleksi dari kolaborasi ini mencakup berbagai pilihan resort wear seperti kaftan, outerwear, relaxed shirts, dan aksesoris bergaya etnik kontemporer. Semua item dirancang dengan sentuhan khas Ghea Resort, menampilkan warna dan motif yang merefleksikan filosofi Tri Hita Karana.

Koleksi ini akan tersedia dalam jumlah terbatas, dengan harga mulai dari Rp1.000.000, tergantung jenis dan tingkat eksklusivitas produknya. Edisi terbatas seperti signature outerwear dan printed scarf eksklusif bertema Tri Hita Karana hanya akan tersedia selama periode peluncuran awal.

Peluncuran resmi kampanye kolaborasi ini berlangsung pada 9–31 Mei 2025 di Atlas Beach Club, Bali. Acara peluncuran akan dikemas secara eksklusif dengan menghadirkan fashion showcase, live music, dan interactive brand experience. Setelah itu, koleksi dapat dibeli secara offline di Holywings Store.

Kolaborasi ini ditujukan untuk para pencinta fashion berusia 25 hingga 30 tahun, termasuk mereka yang berada dalam kategori The Cultural Explorer, The Fashion Enthusiast, dan The Impulsive Shopper. Masing-masing memiliki gaya dan motivasi yang berbeda, namun sama-sama menghargai nilai dan cerita dalam setiap pilihan busana yang mereka kenakan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…