Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya Jalin sinergitas dengan Ormas XTC GUNA KAMTIBMAS di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya

×

Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya Jalin sinergitas dengan Ormas XTC GUNA KAMTIBMAS di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Example 300x600

 

 

Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya Jalin sinergitas dengan Ormas XTC GUNA KAMTIBMAS di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya

 

 

Bekasi, — Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya merangkul Ormas XTC yang ada di Kabupaten Bekasi untuk bersama-sama menciptakan situasi Kamtibmas yang aman di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada umumnya Kabupaten Bekasi khususnya, bertempat di Angel Wing Cafe Resto Kawasan Jababeka II Cikarang Utara Kab. Bekasi. Acara tersebut dihadiri kurang lebih 150 orang perwakilan PAC yang ada di Kabupaten Bekasi. Dan acara tersebut diawali dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa, Minggu,
(11/ 06/ 2023).

“Sekjen DPC Ormas XTC Kab. Bekasi Vicky Novendra menyampiaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Polda Metro Jaya dalam hal ini Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya yang diwakili oleh Kasubdit Kamneg Dit Intelkam Polda Metro Jaya AKBP Randi Ariana, SIK, Msi. “Saya ucapkan beribu-ribu terima kasih bahwa kita hari ini disentuh oleh orangtua kita dari Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya. Diluar sana masih banyak orang-orang yang memandang kita sebelah mata, tapi kita terus berusaha bertransformasi dan berusaha memberi manfaat untuk masyarakat dan nama besar organisasi kita” ujar Vicky dalam sambutannya.

AKBP Randi Ariana, SIK, Msi menyampaikan juga “Kita semua pada siang hari ini diberi kesempatan untuk bersilaturahim antara Polda Metro Jaya dengan Ormas XTC. Sebagaimana yg disampaikan oleh Sekjen juga semenjak saya berdinas di Jakarta, XTC itu terkenal sebagai biang kerok biang rusuh. Tapi saya juga bangga bahwa kalian adik-adik saya, saudara-saudara saya mau bertransformasi menjadi OKP dan Ormas. Satu pesan saya tolong jangan ada anggota Ormas XTC yg terjerat narkoba, Kalo itu saya tidak bisa membantu” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga hadir pemerhati hukum Ismail Marasabessy, SH Direktur Eksekutif DPN LKPHI untuk menyampaikan pandangannya terkait peran ormas dalam menjaga Kamtibmas. “Saya akan mengacu pada UU No. 17 tahum 2013 tentang ormas. Ormas bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan keberdayaan masyarakat, memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjaga nilai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, melestarikan dan memelihara norma, nilai, moral, etika, dan budaya yang hidup dalam masyarakat, melestarikan sumber daya alam dan lingkungan hidup, mengembangkan kesetiakawanan sosial, gotong royong, dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, menjaga, memelihara, dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan mewujudkan tujuan negara. Selain AD/ ART ormas juga mempunyai tujunan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat. Saya baca sejarah ttg XTC bahwa XTC tersebar di 25 provinsi dengan jumlah anggota 200.000 orang. Jadi XTC bukan organisasi kecil tapi sudah menjadi organisasi massa” ujarnya.

Terakhir Ketua Umum DPC XTC Kab. Bekasi Tri Rully Lesmana menyampaikan . “Pak Kasubdit saya katakan biasanya anggota XTC jam segini masih pada tidur. Tapi sekarang XTC bertransformasi menjadi ormas jadi kita juga berusaha untuk merubah kebiasaan kita. Dulu kita XTC sangat buruk sering di sebut Geng motor dan sekarang kita sudah mendeklarasikan jadi Ormas maka kita harus berubah dan apabila ada anggota yg masih berprilaku buruk kita langsung pecat”, Ujarnya. Ada juga yg ngaku ngaku XTC yg sering melakukan keributan itu bukan dari Ormas XTC. Ormas XTC sekarang mudah mudahan menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk menjadi baik dan bermanfaat bagi masyarakat. saya terimakasih kepada Dit Intelkam Polda Metro Jaya yg sudah merangkul Ormas XTC.

Dalam kesempatan ini Vicky Novendra sebagai Sekjen Ormas XTC sangat senang atas kehadiran Kasubdit Kamneg Dit Intelkam Polda Metro Jaya AKBP Randi Ariana, SIK, Msi. Dan Pemerhati hukum Ismail Marasabessy, SH Direktur Eksekutif DPN LKPHI. Semoga kedepannya Organisasi ini bisa menjadi contoh untuk Organisasi lainnya.

(Linna)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…