Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Kongres GAMKI Dibuka Jokowi, Tetapkan Sahat Sinurat – Alan Singkali Pimpin GAMKI Periode 2023 – 2026

×

Kongres GAMKI Dibuka Jokowi, Tetapkan Sahat Sinurat – Alan Singkali Pimpin GAMKI Periode 2023 – 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Example 300x600

 

Kongres GAMKI Dibuka Jokowi, Tetapkan Sahat Sinurat – Alan Singkali Pimpin GAMKI Periode 2023 – 2026

 

 

Ambon, Gramediapost.com

 

Kongres XII Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Kota Ambon, Maluku telah resmi memilih dan menetapkan Sahat Martin Philip Sinurat sebagai Ketua Umum dan Alan Christian Singkali sebagai Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI Masa Bakti 2023-2026.

 

Kongres XII GAMKI dibuka oleh Presiden Joko Widodo yang memberikan amanah kepada Menpora Dito Ariotedjo untuk membacakan sambutan resmi Presiden sekaligus membuka rangkaian acara Kongres.

 

 

 

Dalam Kongres yang berlangsung sejak tanggal 14 sampai 19 Mei 2023, forum juga menetapkan Ketua Umum periode sebelumnya, Willem Wandik sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) GAMKI.

Dalam pernyataannya setelah terpilih sebagai Ketum GAMKI, Sahat berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya perhelatan Kongres, antara lain Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, TNI, Polri, tenaga kesehatan, Pelni, dan berbagai pihak lainnya.

 

Menpora Dito AriotedjoMenpora Dito Ariotedjo

“Kemarin, Jumat, 26 Mei 2023, puluhan delegasi Kongres dari sejumlah cabang di Tanah Papua telah pulang ke daerah asal masing-masing menggunakan transportasi kapal Pelni. Para delegasi ini merupakan rombongan terakhir yang meninggalkan Kota Ambon sebagai lokasi pelaksanaan Kongres,” kata Sahat dalam keterangan resminya, Sabtu, 27 Mei 2023.

Sahat juga mengucapkan terimakasih kepada para peserta Kongres yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin GAMKI selama tiga tahun ke depan.

“Saya dan Sekum terpilih Alan Singkali akan bertanggungjawab sebaik mungkin serta meneruskan berbagai legacy positif yang sudah ditorehkan oleh DPP GAMKI periode-periode sebelumnya, di bawah kepemimpinan Ketum Willem Wandik dan Ketum Michael Wattimena,” kata Sahat yang juga bertugas sebagai Komisaris di perusahaan Pelindo Multi Terminal Indonesia ini.

Terkait usianya yang terhitung masih muda ketika terpilih sebagai Ketum DPP GAMKI, Sahat menjelaskan bahwa GAMKI harus bisa menjawab tantangan zaman terkait kebutuhan kepemimpinan muda di era bonus demografi.

“Dalam acara pembukaan, para delegasi Kongres terinspirasi melihat kehadiran menteri termuda Indonesia Dito Ariotedjo. Beliau di usia 32 tahun sudah dipercaya oleh Presiden Jokowi, tentunya hal ini menjadi motivasi bagi GAMKI untuk dapat menghasilkan para pemimpin muda sesuai dengan bidangnya masing-masing,” ujar Sahat.

Diketahui, Dito Ariotedjo merupakan menteri termuda yang ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga pada usia 32 tahun.

“Pada kepengurusan ini GAMKI akan fokus pada tiga gerakan, yakni gerakan pemikiran, gerakan advokasi, dan gerakan profesi. Ketiganya dengan pendekatan inovasi dan kolaborasi yang merupakan spirit dari kepemimpinan generasi muda,” pungkas alumni S1 dan S2 dari Institut Teknologi Bandung ini.

Kongres XII GAMKI telah berakhir dengan mencatat beberapa sejarah baru, antara lain untuk pertama kali, Kongres GAMKI dibuka oleh Presiden, yakni Presiden Jokowi. Menpora Dito Ariotedjo secara khusus diamanahkan untuk datang ke Kota Ambon membacakan pidato Presiden RI serta membuka secara resmi Kongres XII GAMKI.

Selain itu, Kongres XII GAMKI di Kota Ambon juga tercatat dalam sejarah menjadi Kongres yang dihadiri peserta terbanyak, yakni 244 cabang dan 34 daerah/provinsi dari seluruh Indonesia. Forum Kongres juga telah memutuskan agar GAMKI didaftarkan menjadi badan hukum perkumpulan.

Hal lain, untuk pertama kalinya, MPO GAMKI dipimpin oleh Ketua dari tanah Papua, yakni Willem Wandik, yang dalam Kongres sebelumnya tahun 2019 juga mencetak sejarah menjadi Ketua Umum pertama GAMKI yang berasal dari Tanah Papua.

Sebagai catatan, dalam pembacaan Laporan Pertanggungjawaban DPP GAMKI 2019-2022 di persidangan Kongres, 34 DPD GAMKI yang menaungi 244 DPC GAMKI dari seluruh Indonesia mengapresiasi dan menerima laporan pertangungjawaban DPP GAMKI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Willem Wandik dan Sekretaris Umum Sahat MP Sinurat.

Dalam Kongres ini juga, terpilih Ketua Umum termuda sejak cikal bakal GAMKI berdiri pada tahun 1945, dimana Sahat Sinurat terpilih di usia 34 tahun, bersama dengan Sekretaris Umum Alan Singkali.

Sahat dan Alan diketahui juga pernah bersama-sama memimpin Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) pada jabatan dan periode yang sama, tahun 2016-2018 lalu. Kolaborasi keduanya kembali dilakukan di GAMKI setelah lima tahun silam menyelesaikan tanggung jawab mereka sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum PP GMKI.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…