Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Hadirkan Happy Asmara dan Nabila Maharani, Java Pop Festival Siap Goyang Gelora Bung Karno di Bulan Juli 2023

×

Hadirkan Happy Asmara dan Nabila Maharani, Java Pop Festival Siap Goyang Gelora Bung Karno di Bulan Juli 2023

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Hadirkan Happy Asmara dan Nabila Maharani, Java Pop Festival Siap Goyang Gelora Bung Karno di Bulan Juli 2023

 

Example 300x600

Jakarta Gramediapost. Com

 

 

Dikemas sebagai festival musik kekinian hingga dapat diterima dan menjadi bagian dari lifestyle para anak muda di Jakarta, Java Pop Festival akan diadakan di Stadion Madya Gelora Bung Karno pada tanggal 8 & 9 Juli 2023 mendatang.

Hal ini disampaikan dalam press conference yang diselenggarakan oleh promotor Java Pop Festival, Kaya Pro, yang berlangsung di Terrace Ramayana, Hotel Kempiski Thamrin, Jakarta pada Minggu, 28 Mei 2023.

Dalam kesempatan ini, inisiator Java Pop Festival, Pulung Agustanto menyampaikan bahwa festival musik ini hadir untuk menyambut antusias masyarakat terhadap musik pop jawa. Hal itu dibuktikan dengan tak jarang ditemukan banyak anak muda membuat konten ‘ambyar’ dengan menggunakan musik Jawa.

Maka, tanpa disadari hal tersebut juga membantu genre musik Pop Jawa semakin berkembang dan dikenal. Salah satunya memang berkat mendiang Didi Kempot atau yang biasa disebut sebagai The Godfather of Broken Heart.

“Kami ingin menjadikan Java Pop Festival sebagai festival musik yang mengapresiasi seniman dan budaya Jawa secara keseluruhan, serta menyatukan orang-orang dari seluruh Indonesia dan sekitarnya. Java Pop Festival diharapkan dapat memberi dampak positif dalam mempromosikan musik Pop Jawa serta menciptakan peluang baru bagi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Pulung.

Java Pop Festival akan hadir dengan lineup artis yang didominasi oleh generasi Millennial hingga generasi Z yang sedang naik daun dan banyak ditunggu penampilannya mulai dari Dara Ayu, Evan Loss, Guyon Waton, Happy Asmara, Jogja Hip Hop Foundation, Nabila Maharani, Ndarboy Genk, NDX AKA, Pulung Agustanto, dan Woro Widowati.

Tiket presale Java Pop Festival dapat diakses mulai 28 Mei 2023. Pembelian tiket dapat dilakukan melalui website www.tiketkapansaja.com dengan seharga Rp 150.000, untuk One Day Pass dan untuk 2-Days Pass seharga Rp 300.000,-. Sementara itu untuk Concert Kit, dapat diborong dengan hanya menambahkan biaya sejumlah Rp 100.000,-.

Mulai pertengahan Juni, harga tiket akan menjadi normal yaitu seharga Rp 275.000, per hari dan untuk 2-Days Pass akan dibanderol seharga Rp 450.000,-. Untuk itu, disarankan jangan sampai ketinggalan untuk membeli tiket dari sedini mungkin agar dapat menikmati kemeriahan festival musik ini bersama teman-teman yang juga ingin healing dan joget asik dengan lagu-lagu ‘ambyar’ ini.

Rivo Pamudji, sebagai Produser Pelaksana menambahkan “Keamanan dan kenyamanan pengunjung Java Pop Festival menjadi prioritas selama dua hari penyelenggaraan dan kami mengerti bahwa anak-anak muda jaman sekarang senang dengan visual yang bagus atau istilahnya instagramable. Oleh karena itu kami akan menyuguhkan pengalaman musik festival yang kekinian dengan gimmick-gimmick seru”,

“Kami percaya bahwa musik Pop Jawa memiliki potensi untuk menjadi representasi unik dari keragaman budaya Indonesia yang kaya. Penting bagi kami untuk menampilkan keindahan musik ini kepada dunia melalui festival ini,” ujar Pulung kembali.

Dengan jajaran artis musik Pop Jawa yang beragam, Java Pop Festival menjanjikan acara yang menarik bagi pecinta musik. Bersiaplah untuk merasakan musik dan budaya Pop Jawa terbaik di Java Pop Festival 2023. Untuk informasi lebih lanjut dan update tentang festival, silakan cek Instagram Official @JavaPopFest.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…