Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Jelang Masuk Pilkada, Jalan Di Kabupaten Lamandau Rusak Parah, Tokoh Muda Kalteng Berharap Perhatian Pemerintah

×

Jelang Masuk Pilkada, Jalan Di Kabupaten Lamandau Rusak Parah, Tokoh Muda Kalteng Berharap Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Foto Utama : Effendi Buhing,
Ketua komunitas masyarakat laman Kinipan.

 

Example 300x600
Foto: Hendra J. Pratama. S.I.N Garang, Tokoh Muda Mata Kalteng.

 

Jelang Masuk Pilkada, Jalan Di Kabupaten Lamandau Rusak Parah, Tokoh Muda Kalteng Berharap Perhatian Pemerintah

Foto: Istimewa/Wahyu Tj/Media3.Id/Dok.

Kalteng, Gramediapost.com

 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah diminta untuk menegur sekaligus menghimbau agar perusahan Sawit dan HPH Tambang ikut andil untuk memperbaiki sekaligus membangun fasilitas jalan yang terletak di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Saat ini ada sekitar ratusan perusahaan yang beroperasi di kabupaten Lamandau, namun yang memiliki andil dan tanggung jawab sosial dalam bentuk Corporporate Social Responsibility nya hanya PT. Kapuas Prima Coal Tbk, (KPC TBK), PT. SML dan PT. Fris Lamandau Timber Internasional.

Kedua perusahaan tersebut punya andil dalam perbaikan jalan di kabupaten Lamandau, namun sangat disayangkan berdasarkan informasi masyarakat banyak perusahan yang tidak menunjukkan kepeduliannya. Padahal akses jalan sangat dibutuhkan masyarakat disana terutama untuk akses ekonomi dan sebagainya.

“Beberapa perusahan tambang dan sawit berjanji untuk bekerjasama memperbaiki jalan, lokasi tepatnya di Simpang Ketek arah Bruta, namun itupun 2 tahun yang lalu. Untuk di kecamatan Batang Kawah 2 tahun yang lalu juga pernah ada perbaikan jalan oleh PT. SML arah Kinipan. Itupun panjang ruas jalan yang diperbaiki hanya sekitar 5 kilometer. Untuk di Belantika Raya ada peran PT. KPC TBK untuk memperbaiki ruas jalan disana. Sementara untuk kecamatan-kecamatan lain di kabupaten Lamandau informasi perbaikan jalan tidak jelas dikarenakan mereka (perusahan) tidak transparan untuk alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) baik jumlah atau nilai serta manfaatnya,” tutur Ketua Komunitas Masyarakat Laman Kinipan, Effendi Buhing kepada media, Sabtu (10/10/2020).

Untuk itu Effendi Buhing berharap Pemerintah Daerah (Pemprov Kalimantan Tengah dan Pemkab Lamandau) menegur keras perusahan-perusahan yang enggan ikut serta mendukung program Pemerintah Kabupaten Lamandau untuk memperbaiki dan membangun jalan di kabupaten Lamandau. Padahal menurut pengakuan karyawan swasta ini, masyarakat Lamandau sendiri sudah sering mengeluhkan hal tersebut kepada Pemerintah Daerah.

“Kami berharap perusahan-perusahan yang beroperasi dan berdekatan dengan desa dan kecamatan di kabupaten Lamandau lebih pro aktif untuk membangun jalan dan memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Jadi tak perlu menunggu turunnya dana dari APBD. Padahal jalan-jalan tersebut selama ini lebih banyak digunakan oleh perusahan-perusahan perkebunan sawit.

Sedangkan perusahaan tambang tidak begitu tinggi intensitasnya. Kami juga berharap Pemerintah Daerah lebih tegas menegur perusahan-perusahan yang menggunakan jalan lintas provinsi, padahal armada truk perusahan terutama pengangkut sawit sering membawa muatan melebihi tonase. Akibatnya jalan-jalan tadi jadi rusak parah. Dan mereka (perusahaan sawit) tidak mau bertanggung jawab,” keluh Effendi.

Sementara itu, Hendra Jaya Pratama Tokoh Muda Mata Kalteng mengharapkan sinergitas dan meminta perhatian pihak Pemerintah Kabupaten Lamandau agar menghimbau perusahan-perusahan lainnya punya andil yang sama membangun dan memperbaiki jalan di kabupaten Lamandau.

“Jadi mulai dari Bupati, Kades, Demang Adat dan Tokoh Masyarakat, saya minta agar lebih pro aktif dan turut serta menyuarakan kepada pihak perusahaan- Perusahan perkebunan Sawit yang selama ini mengunakan sarana jalan umum (hauling). Mulai dari Simpang Kete, Beruta, Desa Kahiangan dan Desa Bintang Mengalih, untuk bisa ikut andil membantu perusahan PT. Kapuas Prima Coal Tbk dalam perbaikan jalan yang rusak karena hampir setiap hari pihak perusahan perkebunan sawit melewati dan mengunakan jalan tersebut,” kata Tokoh Muda Mata KaltengHendra kepada wartawan melalui selulernya kemarin, Jumat (9/10/2020).

Hendra mengaku bahwa selama ini hanya perusahaan PT. Kapuas Prima Coal Tbk, (KPC TBK) yang serius melakukan upaya-upaya perbaikan jalan yang rusak di wilayah mereka. Menurutnya, hal tersebut sebagai upaya pihak perusahaan untuk membantu warga sekitar untuk kelancaran serta kemudahan akses jalan untuk menuju ibukota kecamatan maupun ibukota kabupaten.

“Selain itu juga, perbaikan jalan ini berdasarkan atas kesepakatan Rapat secara bersama-sama dengan pihak Pemerintah Kabupaten Lamandau , Seluruh perusahan perkebunan sawit beberapa waktu yang lalu,” ujar Hendra.

Ditambahkannya, butuh keterlibatan dan kerjasama oleh semua pihak perusahaan yang beroperasi di kabupaten Lamandau dalam perbaikan jalan yang rusak di wilayah ruas jalan Holing mulai dari Simpang Kete sampai Kecamatan Belantikan Raya, tepatnya jalan poros dari Desa Kahingai, Simpang Nanga Matu sampai dengan ke Desa Bintang Mengalih.

“Kita lihat bahwa PT. KPC TBK, sudah melakukan perbaikan ruas jalan mulai dari Desa Kahingai sampai dengan Desa Bintang Mengalih yang rusak sepanjang kurang lebih 8 kilometer, namun demikian kita melakukan perbaikannya secara spot-spot yang kita lihat lebih prioritas dan sulit untuk dilewati oleh masyarakat sekitar,” jelasnya.

Selain digunakan oleh masyarakat untuk aktivitas menuju ibukota Kecamatan maupun ibukota Kabupaten, dalam waktu dekat ini juga ada pengiriman logistik untuk Pilkada tahun 2020. Untuk itu Hendra berharap supaya perbaikan jalan dipercepat agar mempemudah pendistribusian logistik Pilkada tahun 2020 ini.

“Kami optimis sebelum pilkada 2020 bulan Desember ini, perbaikan ruas jalan poros dari simpang kete sampai Desa Kahingai, Simpang Nanga Matu sampai dengan Desa Bintang Mengalih, Kecamatan Belantikan Raya, ruas jalan tersebut dapat dilewati dengan aman dan lancar kalau semua pihak perusahan gotong royong membantu berkerjasama untuk membangun Kabupaten Lamandau dan kami juga sangat sepakat serta mendukung keinginan pemerintah daerah setempat bahwa, dalam pendistribusian logistik Pilkada tahun 2020 di wilayah setempat tidak boleh terhambat oleh ruas jalan yang rusak,” pungkas Hendra.

(Wahyu Tj)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…