Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Hospitour 2020 Bahas Tantangan dan Peluang Industri Pariwisata di Era ‘New Normal’

×

Hospitour 2020 Bahas Tantangan dan Peluang Industri Pariwisata di Era ‘New Normal’

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Hospitour 2020 Bahas Tantangan dan Peluang Industri Pariwisata di Era ‘New Normal’

 

Example 300x600

Karawaci, Gramediapost.com

Situasi ‘new normal’ yang baru-baru ini disosialisasikan menuntut setiap lapisan masyarakat mau tidak mau beradaptasi baik dari sisi gaya hidup individu hingga cara kerja suatu industri. Seluruh industri pastinya terdampak, terlebih industri pariwisata dan perhotelan. Industri yang sebelumnya mengutamakan layanan tatap muka, kini harus mampu berinovasi menawarkan inovasi ala ‘new normal’.

Berbagai aspek terkait isu pasca pandemi Covid-19, akan diangkat Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan (UPH) dalam rangkaian HOSPITOUR 2020 yang membahas “Tantangan dan Peluang serta Inovasi Industri Pariwisata di Era New Normal”.

“Saat ini keadaan mengharuskan kita melakukan social distancing dan seluruh aspek tanpa terkecuali harus berjuang beradaptasi dengan keadaan ‘new normal’. Untuk itu kami ingin berkontribusi untuk mendukung keadaan ini melalui beragam kegiatan yang bisa jadi sarana mendatangkan ide-ide segar hasil diskusi para ahli dalam menghadapi tantangan, mencari solusi, dan inovasi yang dibutuhkan untuk memulihkan keadaan di industri ini,”jelas Tasya – Panitia HOSPITOUR 2020.

 

HOSPITOUR merupakan acara tahunan dari Fakultas Pariwisata yang turut beradaptasi dengan keadaan new normal ini dengan menghadirkan rangkaian acara online yang menarik. EARTH, Environment – Friendly and Responsible Tourism Through Hospitality – menjadi tema utama yang dipilih Hospitour 2020 yang berlangsung pada 15-17 Juni 2020.

“Beragam rangkaian acara yang dihadirkan antara lain Seminar Nasional Online, Alumni Gathering Online , Job Fair, Guest Lecture Online, Exhibition Online, Focus Group Discussion Online, Workshop Online dan berbagai Kompetisi Nasional Online yang menarik. Seluruh acara dilakukan melalui platform Zoom, Microsoft Teams, Youtube, dan social media pendukung lainnya,” jelas Tasya.

Setiap acara ditujukan untuk target peserta dan audience yang berbeda-beda. Begitu juga tujuan setiap acara ditetapkan panitia secara khusus. Seminar Nasional bertujuan memberikan insight kepada peserta yaitu para mahasiswa juga publik mengenai keadan industri pariwisata di era new normal hingga pasca pandemi yang dibahas bersama para profesional. Guest Lecture Online menghadirkan para alumni Fakultas Pariwisata UPH untuk membagikan pengalaman dan tantangan dalam profesi mereka kepada para mahasiswa.

Ada juga sesi Focus Group Discussion Online untuk membicarakan gambaran pendidikan pariwisata pasca pandemi, dengan melibatkan perwakilan asosisasi dan industri Pariwisata. Pembahasan difokuskan pada rencana ke depan serta persiapan kurikulum yang ideal bagi pendidikan pariwisata terkait situasi yang baru nanti.

HOSPITOUR 2020 ini juga mengajak siswa SMA/SMK ikut berpartisipasi dalam beragam kegiatan workshop dan kompetisi online. Workshop bertujuan untuk mengajak siswa SMA/SMK mengenal bisnis cloud kitchen, istilah baru di dunia bisnis kuliner yang menjanjikan di tengah situasi saat ini, mengingat industri penyedia makanan dan minuman mampu bertahan dengan memanfaatkan teknologi digital.

Untuk itu tren ini menjadi penting dipahami siswa SMA/SMK sehingga memberi keyakinan terhadap peluang berkarier di industri ini.

Sedangkan Kompetisi online menargetkan peserta tingkat mahasiswa se-Indonesia untuk berpartisipasi pada kompetisi bersifat ilmiah, entertainment, hingga uji kemampuan praktis dan dasar di bidang Perhotelan dan Usaha Wisata. Kompetisi tersebut diantaranya Scientific Paper Online, Towel Art Competition Online, Pastry Competition Online, Mixing Drinks Competition Online, Tour Package Competition Online, Modern Dance, Vocal Group Competition, dan lainnya. Khusus Modern Dance dan Vocal Group, kompetisi ini terbuka untuk siswa SMA/SMK.

Selain kegiatan tersebut, HOSPITOUR 2020 kali ini juga menghadirkan rangkaian kegiatan lainnya seperti Job Fair, Exhibition, Focus Group Discussion,dan Alumni Gathering Online. Secara khusus Alumni Gathering Online merupakan kegiatan para alumni Fakultas Pariwisata juga menyampaikan dukungan nyata melalui Gerakan “Alumni Charity Day” yang ditujukan membantu rumah sakit yang khusus menangani pasien Covid-19.

Melalui HOSPITOUR 2020, harapanya Fakultas Pariwisata UPH dapat memberikan pengetahuan dan menambah wawasan yang bermanfaat, sekaligus menjadi penyemangat bagi para pelajar dan mahasiswa serta pelaku industri pariwisata di tengah pandemi tanpa dibatasi jarak. Hal ini menjadi bukti komitmen UPH untuk berkontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan kemajuan industri pariwisata di Indonesia.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…