Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Licensi Menguasai Bahasa, paham Sejarah maupun Budaya serta Diklat dan Kemitraan jadi Fokus utama Rapat Tingkat Nasional 1 PEPARINDO

×

Licensi Menguasai Bahasa, paham Sejarah maupun Budaya serta Diklat dan Kemitraan jadi Fokus utama Rapat Tingkat Nasional 1 PEPARINDO

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

*Licensi Menguasai Bahasa, paham Sejarah maupun Budaya serta Diklat dan Kemitraan jadi Fokus utama Rapat Tingkat Nasional 1 PEPARINDO*

Jakarta, Gramediapost.com

Example 300x600

 

MEWAKILI seluruh anggota Perkumpulan Pengemudi Pariwisata Indonesia (PEPARINDO), Alhamdulillah kita sukses selama dua hari menyelenggarakan rapat pengurus secara nasional. Pada point-pointnya untuk kemajuan bersama Peparindo, selain untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh anggota, khususnya bagi pengemudi Parawisata Indonesia. Mudah-mudahan, semoga bisa memberikan kesejahteraan untuk pengemudi serta keluarga pengemudi Parawisata Indonesia.

Hal ini disampaikan Ketua Umum PEPARINDO, Okto Feri Saputra ketika secara resmi menutup rapat pengurus Tingkat 1 (pertama) yang dihadiri para Koordinator Wilayah (Kordwil) seluruh Indonesia (pengurus inti) serta seluruh jajaran DPP. Dan rapat sukses dihelat selama 2 hari, yakni sejak Kamis 12 Maret hingga Jum’at 13 Maret 2020 bertempat di Gold Meeting Room Hotel Maple Grogol,*Jalan Daan Mogot Dalam Kali Sekretaris Nomor 55, Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Okto Feri dalam pernyataannya kembali menegaskan bahwa rapat pengurus tingkat nasional digelar untuk menyatukan visi dan misi jajaran pengurus PEPARINDO diseluruh Indonesia. “Khususnya para pengurus Peparindo dari setiap koordinator wilayah (Kordwil) yang bertujuan untuk mensejahterakan pengemudi pariwisata Indonesia melalui program-program dengan kesepakatan, komitmen dan keputusan bersama,” tegasnya.

Seperti diketahui, PEPARINDO merupakan organisasi transportasi nasional yang berbasis wisata dan telah berdiri sejak 23 Mei 2018 yang awalnya bernama perkumpulan Pengemudi Pariwisata Indonesia (PPI) dicetuskan pertama kali saat terbentuk didaerah Pamulang, Tanggerang yang digagas oleh 30 orang pengemudi aktif, diantaranya Adi Saputra, Amrizal, Okto Feri Saputra dan (Alm.) Umar Dani.

Sementara itu, Sekretaris Umum PEPARINDO, Mulyono yang sebelumnya juga telah menyampaikan visi misi juga pemahaman garis komando serta makna dan filosofi yang terkandung dalam logo PEPARINDO, menegaskan bahwa pengemudi paling sangat Beresiko saat berada di jalan raya. “Karena memang sehari – hari pengemudi pariwisata itu sangat rentan dengan kecelakaan lalu-lintas (Laka lantas) di jalan. Jadi bantuan hukum dari PEPARINDO untuk sementara sebatas laka lantas di jalan raya tidak lebih dan tidak kurang,” kata Mulyono.

“Dikarekana memang kedepannya kita mendorong agar pengemudi untuk lebih aktif berdisiplin berlalu-lintas, serta selalu mendukung program pemerintah terkait managermen keselamatan demi kenyamanan dan keselamatan di jalan raya. Salah satunya bantuan hukum yang di cover Peparindo hanya lakalantas, walaupun hanya sementara tentu nantinya kedepan akan ada kerjasama melalui MoU (nota kesepahaman) dengan Korlantas Polri, sementara ini sebatas bersifat pemberitahuan,” tutur Mulyono..

“Kita pemberitahuan sifatnya, karena kita organisasi berbadan hukum. Jadi seluruh anggota Peparindo insya Allah tidak perlu Kuatir, dengan awalnya hal-hal yang terjadi dilapangan. Dan satu hal yang terpenting, yang bisa merasakan nasib pengemudi Parawisata ya, pengurus PEPARINDO serta seluruh pengemudi, inilah yang kini telah kita perjuangkan nasibnya. Kedepannya untuk lebih profesional, berkomitmen tinggi serta diakui pemerintah melalui sertifikasi dan semangat kopetensi yang tinggi. Inilah yang kita harapkan, kearah sana,” pungkasnya.

A Gusti Wahyu Trianda selaku Wakil Ketua Umum PEPARINDO pada kesempatan penutupan rapat tersebut lebih menekankan kepada seluruh jajaran pengurus, baik di tingkat pusat (DPP) maupun daerah (Kordwil) untuk selalu menjalin sinergitas demi menjaga integritas, solidaritas maupun soliditas antar pengemudi parawisata Indonesia.

“Sebenarnya profesi pengemudi itu lebih condong akan melebihkan kualitasnya. Makanya oleh sebab itu, kita pengurus PEPARINDO dan khususnya untuk para pengemudi Parawisata yang tergabung dalam keanggotaan Peparindo, ingin memberikan pengarahan untuk lebih berkualitas. Agar para pengemudi Parawisat Indonesia dapat merubah kelas dan licensi yang bisa menjadikan sebagai ajang persaingan profesi,” ujarnya.

A Gusti dalam penuturannya selalu menekankan kepada seluruh koordinator wilayah dan anggota Peparindo untuk selalu meningkatkan kualitas dan kemampuan diri para pengemudi Parawisata Indonesia. “Seperti yang telah selalu saya sampaikan bahwa pengemudi pariwisata itu harus memiliki sertifikasi untuk atau dapat memahami bahasa, minimal dua bahasa internasional yang kedua sertifikasi terkait pemahaman selaku pelaku parawisata harus mengetahui serta paham tentang sejarah dan budaya Indonesia dan yang ke tiga baru memahami dan harus mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) tentang keselamatan transportasi (lalu-lintas),” imbau Gusti.

Masih kata Gusti, bahwa pengemudi Parawisata Indonesia jangan sampai disamakan dengan pengemudi Parawisata lain walaupun berprofesi sama. “Dan ini terkait manusia (charter passenger) jadi tentu harus profesional, lebih dapat berhati- hati, menjadikan sebagai tolak ukur dari sisi profesi sebagai pengemudi tentunya dapat bersaing di kancah internasional atau pun di dalam negeri sendiri,” tukasnya.

Pada kesempatan rapat pengurus Tingkat Nasional 1 tersebut, Kepala Seksi (Kasie) Bidang Keanggotaan DPP Peparindo, Irfan Agustian sehari sebelumnya juga telah memaparkan terkait database keanggotaan seluruh pengurus dan anggota koordinator wilayah (Kordwil) PEPARINDO.

Irfan dalam pemaparannya melaui persentasi didepan para peserta yang hadir menjelaskan secara detail terkait data lengkap anggota dan koordinator wilayah berikut keluarga serta biaya iuran yang ditetapkan PEPARINDO berdasarkan kesepakatan dan keputusan bersama.[]Az/red.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…