Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Serian Wijatno (Wasekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat) Dampingi HM. Jusuf Kalla Ketua DMI Serahkan Bantuan Program DMI Peduli Kebersihan Masjid

×

Serian Wijatno (Wasekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat) Dampingi HM. Jusuf Kalla Ketua DMI Serahkan Bantuan Program DMI Peduli Kebersihan Masjid

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Example 300x600

Serian Wijatno (Wasekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat) Dampingi HM. Jusuf Kalla Ketua DMI Serahkan Bantuan Program DMI Peduli Kebersihan Masjid

Jakarta, Gramediapost.com

 

Ketua Umum DMI HM. Jusuf Kalla menghimbau agar DMI seluruh
Indonesia, masjid dan mushala melakukan tindakan proaktif untuk merespon wabah Covid-19,
dengan menjaga kebersihan masjid guna melindungi jamaah dari penyebaran virus corona (Covid-19).

“Masjid harus betul-betul bersih ini salah satu cara kita menyelamatkan masyarakat. Dalam Islam diajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, ” demikian ujar HM. Jusuf Kalla saat meninjau kegiatan penyemprotan cairan disinfektan di Masjid Nurul Hidayah, Kebayoran Baru Jakarta Selatan hari Minggu 08 Maret 2020.

Menindaklanjuti hal tersebut HM. Jusuf Kalla bersama jajaran Pengurus DMI pada hari ini Jum’at, 13 Maret 2020 menggelar acara Program peduli kebersihan Mesjid DMI. Program tersebut diwujudkan dengan Penyerahan alat-alat kebersihan dari ketua umum PPDMI HM.Jusuf Kalla, melalui Wakil Ketua Umum H. Syafruddin kepada Ketua PW DMI DKI Jakarta, Ketua PW DMI Banten dan Ketua PW DMI Jawa Barat, terkait virus Covid-19, didampingi Dr. H. Serian Wijatno Wasekjend DMI pusat , hari ini. Jum’at, 13 Maret 2020, di sekretariat PPDMI Jl. Jenggala l no. 3. Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

“Masjid setiap hari penuh maka harus di jaga kebersihannya. Kebersihan yang dimaksud bukan hanya secara fisik dan nyata. Namun juga membersihkan masjid dari bakteri serta virus yang mungkin tidak terlihat karena itu semua harus pakai alat,” ujarnya pula.

DMI akan membagikan 2 Juta Botol Pembersih Lantai dalam Program DMI Peduli kebersihan masjid di seluruh Indonesia.

DMI juga akan segera membagikan cairan pembersih lantai ke masjid-masjid di seluruh Indonesia untuk mencegah penyebaran wabah virus corona atau Covid-19. Untuk itu, DMI akan membeli 2 juta botol atau 2 juta liter pembersih lantai.

“DMI harus melakukan gerakan peduli kebersihkan masjid secara intensif sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19 yang saat ini dikhawatirkan masyarakat.

DMI proaktif menjalankan Program peduli kebersihan masjid khususnya membersihkan lantai dengan karbol dan penyemprotan ruangan masjid,” demikian pernyataan HM. Jusuf Kalla di kantor Pusat DMI Jum’at, 13 Maret 2020.

“Unilever ikut mensuport kegiatan ini dengan mendonasikan 100 ribu pembersih lantai. Menyusul kemudian Wings akan memberikan pembersih lantai ke DMI. DMI akan menyediakan dua juta botol pembersih lantai untuk dibagikan ke masjid-masjid.

“Iran, Malaysia, dan di beberapa tempat lain, rumah ibadah sangat rentan untuk tersebarnya (virus corona) karena lantai masjid sering dipakai tempat sujud,” kata HM. Jusuf Kalla.

Ia menegaskan Program peduli
kebersihan masjid harus diprioritaskan saat ini sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19 di tempat ibadah. Masjid-masjid harus lebih cepat mengantisipasi wabah ini sebelum menyebar dan semakin berbahaya. Kalau sudah tersebar virus ini akan semakin sulit diatasi seperti di Cina, Korea dan Italia.

Sebelum lebih banyak lagi orang yang terjangkit wabah Covid-19, marilah kita bersama-sama membersihkan masjid-masjid maupun mushala. Lebih baik capai membersihkan masjid sekarang daripada nanti lelah di rumah sakit dan kuburan.

Sebaiknya masyarakat bila pergi ke masjid membawa sajadah sendiri. “Kalau kondisi badan kurang sehat batuk dan demam shalat di rumah saja, kurangi jabat tangan,” ujarnya.

Ketua DMI di tingkat Provinsi akan memberikan imbauan ke masjid-masjid. Imbauan itu akan disesuaikan dengan kondisi. Misalnya imbauan membatasi waktu agar jangan terlalu lama saat membuat acara di masjid. Shalat Tarawih delapan rakaat di masjid, jika masih ingin shalat Tarawih dilanjutkan di rumah.

Sekjen DMI Imam Addaruqutni menyampaikan, mulai hari ini cairan pembersih lantai dibagikan ke beberapa provinsi, kemudian ke masjid-masjid di kabupaten dan kota di berbagai daerah. Diutamakan di kota-kota besar terlebih dahulu.

“Karena di kota-kota besar ini penyebaran (Covid-19) lebih cepat, mobilitas orang juga lebih cepat dan kerumunannya lebih banyak,” ujarnya.

Dalam waktu dekat DMI juga akan membentuk Satgas untuk menangani penyebaran wabah Covid-19. Agar program Peduli kebersihan masjid lebih efektif.

Satgas tersebut akan membuat laporan berkelanjutan kepada pimpinan DMI. “Mereka akan menyusun gerakan bersih-bersih berbasis masjid sambil memantau pola hidup bersih dan sehat para jamaah,” jelasnya.

Ketua DMI Provinsi Jawa Barat, KH Ahmad Sidik ditempat yang sama menyatakan, DMI Jawa Barat sementara ini mendapatkan 20 dus pembersih lantai untuk disalurkan ke masjid-masjid di wilayah Jawa Barat terutama daerah padat penduduk yang terindikasi terpapar wabah Covid-19.

Serian Wijatno Wasekjen DMI Pusat saat usai acara juga berharap kerjasama kepada masjid-masjid maupun mushala di seluruh Indonesia agar lebih rajin membersihkan karpet dan lantai. Para pengurus masjid juga dihimbau lebih rutin memantau kebersihan tempat wudhu, toilet dengan membersihkannya memakai cairan disinfectant. Mengajak para jamaah agar membawa sajadah atau saputangan kain yang bersih untuk dijadikan alas sujud masing-masing di masjid.

(Lili Judiarti)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…