Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Royal Sports Performance Center Gelar Seminar “Resolution 2020; Right Sports, Right Nutrition, Healty Heart”: Kampanyekan Resolusi Hidup Sehat dengan Berolahraga

×

Royal Sports Performance Center Gelar Seminar “Resolution 2020; Right Sports, Right Nutrition, Healty Heart”: Kampanyekan Resolusi Hidup Sehat dengan Berolahraga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Derice A. Sumantri

Royal Sports Performance Center Gelar Seminar “Resolution 2020; Right Sports, Right Nutrition, Healty Heart”: Kampanyekan Resolusi Hidup Sehat dengan Berolahraga dan Pola Nutrisi Yang Tepat

Jakarta, Gramediapost.com

Example 300x600

Royal Sports Performance Centre, yang merupakan salah satu divisi pelayanan dari Rumah Sakit Royal Progress, menggelar Seminar bertajuk “Resolution 2020; Right Sports, Right Nutrition, Healty Heart” di Senayan City, Jakarta Selatan (21/1/20).

Tampil sebagai pembicara antara lain Dr. Sebastian J., Dr.Sophia Hage, dan Dr. Emilia E. Achmadi.

Para pembicara secara umum membahas pentingnya berolahragauntuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Seminar ini dibuka oleh Dr. Ivan I. Setiadarma, M.M., Direktur Utama RS Royal Progress, dan diadakan mulai pagi hingga siang, diikuti sekitar 75 peserta. Para peserta diskusi tampak sangat antusias mengikuti seminar kesehatan ini.

Dalam wawancara dengan awak media, Derice A. Sumantri, Pemilik RS. Royal Progress, menyatakan,” Royal Sport Performance Center hadir untuk menawarkan solusi hidup sehat. Kami ingin memberikan solusi medis terbaik dan berkelanjutan untuk mendukung dan meningkatkan performance para atlet & pelaku olahraga dan masyarakat secara umum untuk kembali ke aktifitas berolahraga dan meningkatkan gaya hidup modern yang sehat dan berkualitas. Peserta Royal Sports kami dari berbagai program olah raga dari SD s/d kuliah, semi professional, professional dan pertanding internasional.”

Ungkap Derice Sumantri lebih lanjut,”Selama ini banyak pasien yang cedera tidak tertangani karena salah dalam memilih tempat untuk melakukan pengobatan.Terkadang ada rasa sungkan untuk pergi ke rumah sakit dikarenakan tubuh masih sehat tetapi harus cek up kembali belum lagi dihadapkan dengan antrian, menunggu dokter dan lainnya.

Untuk itu, ungkap sosok wanita yang antusias dan ramah ini, hadirnya Royal Sports Perpormance Center dan Royal Sports Performance Center untuk memberikan segudang kemudahan termasuk aksesibilitas apalagi di dalam Mal ini akan mempermudah pasien cedera lebih cepat tertangani.”

“Royal Sports Medicall Center telah berdiri selama 16 tahun dan sudah banyak respon positif yang sangat terbantu dengan kehadiran kami, memang saat ini pasien yang ditangani 90 % yang injury, harapan kami dalam dua tahun kedepan 50% pasien yang ditangani disini untuk cedera dan sisanya 50% untuk performance,” pungkas Derice.

Derice juga membeberkan bahwa Royal Sports bisa membantu semisal ada pelari Marathon yang biasanya dalam dalam jarak 1,8 KM ditempuh dalam 8,5 menit dan ingin agar waktunya dipersingkat menjadi 7,5 menit, itulah salah satu metode unggulan dari Royal Sports Performance Center.

Sementara itu, Dr. Ivan R Setiadarma, M.M., Direktur utama Rumah Sakit Royal Progress, menyatakan kegiatan seminar ini ditujukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas manusia seiring berjalannya waktu. Juga mengenalkan kepada masyarakat bagaimana membuat tubuh agar tetap sehat dan bugar.

“Masyarakat perlu tahu untuk meningkatkan kesehatan itu salah satunya dengan melakukan olah raga rutin, namun banyak kasus karena minimnya pengetahuan akan olah raga dan nutrisi justru memberi dampak yang tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan bahkan bisa menghasilkan cedera atau sudden death,” kata Ivan.

Sedangkan Dr Emilia E. Achmadi menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk menjaga gizi makanan yang dikonsumsinya. Yang menjadi kendala saat ini adalah konsep makanan dimata masyarakat masih banyak yang keliru dan perlu diluruskan. Masih sebatas apa yang bisa dirasakan dimulut saja. Untuk itu melalui Royal Sports Performance akan memberi edukasi serta mensosialisasikan agar pola pikir masyarakat berubah terhadap makanan itu sendiri.

“Tidak ada yang salah dengan makanan yang enak, yang salah adalah makan makanan yang enak terlalu sering dan berlebihan tanpa diimbangi dengan olah raga atau makanan yang konten nutrisinya yang dilihat hanya sebatas rasa, karena impian kita adalah mencegah terjadi penyakit dan cedera, ingat ya, you are what you eat,” imbuhnya.

Royal Sports Medical Center juga mempunyai standar kapan seseorang yang cedera bisa melanjutkan kembali kegiatannya misalnya bagi seorang atletik, demikian ungkap Sophia Hage manager Royal Sports Performance Center dalam sesi wawancaranya.

“Kami juga secara resmi bisa merekomendasikan bahwa seseorang yang cedera sudah bisa untuk kembali bertanding dalam pertandingan,” pungkasnya.

Seperti diketahui Royal Sports Medicine Center dan Royal Sports Performance Center adalah satu manajemen dengan Rumah Sakit Royal Progress; diharapkan keberhasilan dari Royal Sports Center bisa menginspirasi industri rumah sakit lainnya yang ada di Indonesia.

(Hotben)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…