Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Budi P. Sinambela Terpilih Sebagai Ketua Umum Lembaga Adat Budaya Batak

×

Budi P. Sinambela Terpilih Sebagai Ketua Umum Lembaga Adat Budaya Batak

Sebarkan artikel ini
Foto:Para Inisiator, Pengurus DMAB dan LABB yang baru terbentuk, bersama peserta
Example 468x60
Foto:Budi P. Sinambela, BBA, Ketua Umum DPP Lembaga Adat Budaya Batak (LABB) mengucapkan ikrar (paling kiri) bersama para Wakil Ketua Umum

 

Jakarta, Gramediapost.com

Example 300x600

Lembaga Adat Budaya Batak (LABB) telah terbentuk seiring berdirinya Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB), pada tanggal 5 Desember 2018 lalu, di Aula Hiobadja, Universitas Mpu Tantular (UMT), Cipinang Besar, Jakarta Timur.

Budi P. Sinambela, BBA, terpilih menjadi Ketua Umum Lembaga Adat Budaya Batak Pusat, untuk periode kepengurusan 2019-2022. Terpilihnya Budi P. Sinambela, BBA dilakukan melalui mekanisme pemilihan Ketua Umum yang sangat demokratis dan terbuka.

Bahkan dapat dikatakan, dia terpilih secara aklamasi dari antara para calon Ketua Umum yang dijaring pada acara pemilihan, oleh para anggota LABB yang telah ditentukan sebelumnya. Bersama Budi P. Sinambela, terpilih juga para Wakil Ketua Umum 1-9 yaitu: F. Jadisman Hutapea; Drs. Hotland Hutajulu, MM; St. Ir. Monang Sirumapea; St. Drs. Radjamuda Sidabutar, SH., MH; Ir. Restu Silitonga; Robert Anton Situmeang; St. Abidan Simanjuntak; Ir. Mukhtar Panjaitan; dan St. Paul Tampubolon.

Diketahui, Budi P. Sinambela, BBA adalah juga sebagai Ketua Umum Yayasan Budi Murni Jakarta (YBMJ) yang menaungi Universitas Mpu Tantular. Kiprahnya di dunia adat dan budaya Batak makin menguat setahun belakangan, karena jauh sebelumnya memang dia memiliki ketertarikan untuk dapat lebih mendalami dan mengaktualisasikannya.

Melalui Sidang Umum Pembentukan DMAB dan LABB, yang dipimpin Ketua Umum Panitia, Mayjen TNI (Purn) Dr. K. Joy Sihotang, MSc dan Sekretaris Drs. Hotland Hutajulu, MM dan para inisiator, terpilihlah para Ketua Umum dan para Wakil Ketua Umum DMAB. DMAB kemudian membentuk LABB, dan selanjutnya memimpin pengucapan ikrar.

Sebelumnya, acara diawali Sidang Pleno Komisi I dan II yang menyampaikan Laporan Hasil-hasil Rapat Komisi selama hampir setahun, oleh Ketua Komisi I Bidang Adat dan Budaya Batak, Jadisman Hutapea, dan Ketua Komisi II Bidang Masyarakat Hukum Adat Batak, Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu.

Tentu, peristiwa ini menjadi sangat langka dan jadi catatan sejarah bagi masyarakat Batak di Indonesia, maupun di Mancanegara. Karena baru kali ini berhasil mengundang dan melibatkan sekitar 160 pimpinan atau pengurus marga maupun marga-marga, yang ada di Jabodetabek, ditambah para aktivis dari organisasi sosial dan budaya Batak.

Menurut sumber Panitia, terbentuknya DMAB dan LABB ini awalnya karena ada gagasan dari para Inisiator yang terdiri dari 4 (empat) pihak yaitu: Prof. Dr. Payaman Simanjuntak, MA (Ketua Umum Yayasan Palito); Dr. H.P Panggabean, SH., MH, mantan Hakim Agung (Ketua Umum Kerabat/ Kermahudatara (Kerukunan Masyarakat Adat Batak/ Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara); Marsma TNI (Pun) M. Situmorang (Penasehat PLD Distrik VIII HKBP Jakarta) dan Budi P. Sinambela, BBA (Ketua Umum Yayasan Budi Murni Jakarta/ YBMJ).

Rapat para Inisiator dimulai sejak Nopember 2017, yang berlanjut kepada rapat-rapat pembentukan panitia, yang kemudian disebut Panitia Seminar dan Perhelatan Adat dan Budaya Batak. Kepanitiaan mulai bekerja, sehingga pada tanggal 8 Februari 2018 menggelar Seminar Adat dan Budaya Batak di UMT.

Pada Seminar tersebut, yang menjadi nara sumber adalah, Prof. Dr. Payaman Simanjuntak, MA (Adat Dalihan Na Tolu/ DNT); Dr. H.P Panggabean, SH., (Masyarakat Hukum Adat Batak); Marsma TNI (Pun) M. Situmorang (Pelestarian Tradisi Adat Batak Bagi Generasi Muda); dan Togarma Naibaho (Seni Budaya Batak), dan Budi P Sinambela sebagai tuan rumah, membuka acara secara resmi.

Adapun penyanggah pada waktu itu adalah, Dr. Ronsen Pasaribu, SH, MM (Ketua Umum DPP Forum Bangso Batak Indonesia); Sam Sarumpaet (Profesional Seni Budaya/ Dosen); dan Moderator, Dr. Ir. Mangasi Panjaitan, ME (Rektor universitas Mpu Tantular). Selanjutnya Panitia membentuk Komisi-komisi yang menggodok perbincangan mengenai 3 (tiga) bidang yaitu: Bidang Adat Budaya Batak; Bidang Masyarakat Hukum Adat Batak; dan Bidang Seni Budaya Batak.

Setelah itu, dilakukan acara-acara Rapat Komisi I, Rapat Komisi II, Dengar Pendapat Pakar dan Akademisi, Dengar Pendapat Para Praktisi Adat Batak, hingga Rapat-rapat lanjutan Komisi-komisi, yang akhirnya membuat satu Buku Rancangan Pembentukan wadah perhimpunan seluruh unsur marga untuk mewujudkan apa yang menjadi keinginan luhur bagi Bangso Batak, yang disepakati sebagai Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) dan Lembaga Adat Budaya Batak (LABB).

Sementara itu, terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) adalah: Brigjen TNI (Purn) Berlin Hutajulu, dengan para Wakil Ketua Umum 1-6 yaitu: Marsda TNI (Purn). JFP Sitompul; Prof. Dr. Laurence A. Manullang; Drs. Jackson M. Turnip, MH; Drs. Martua Situngkir, Ak; Dr. Pontas Sinaga; dan Nikolas S. Naibaho.

Diketahui, para anggota DMAB terdiri dari para Ketua Umum atau Ketua Marga-marga, maupun Ketua-Ketua Umum atau Ketua-ketua Perkumpulan Marga, maupun para perwakilan pengurus yang memegang mandat. Sedangkan LABB, selain Ketua Umum, Sekjen, Ketua Bidang maupun Pengurus Marga pemegang mandat perwakilan perhimpunannya, juga ditambah dari para aktivis Sosial dan Budaya Batak.

Secara prinsipal, DMAB disebut menetapkan posisi sebagai lembaga yang bersifat Legislatif (Strategis), sedangkan LABB adalah sebagai lembaga yang bersifat Eksekutif (Operasional). Dalam posisinya, LABB merupakan pusat, yang nantinya akan membentuk jajaran organisasinya di berbagai wilayah Provinsi, hingga Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia, bahkan di Mancanegara.

Sementara itu, Ketua Umum DMAB, Berlin Hutajulu mengatakan, DMAB dan LABB akan segera melakukan rapat gabungan untuk melengkapi stuktur organisasi dan membahas program kerja.

“Kita akan melakukan rapat gabungan dulu, untuk sinkronisasi dalam melengkapi struktur organisasi. Kita juga akan melakukan pembahasan mengenai program kerja, sekaligus membicarakan rencana tahun 2019 untuk menggelar ‘Pesta Bolon’ atau Pesta Besar yang melibatkan para pengurus Punguan Marga dan Marga-marga,” ujar jendral bintang satu ini kepada media, usai acara pembentukan DMAB dan LABB. …./DANS

Foto: Para Inisiator, Pengurus DMAB dan LABB Terpilih dan para peserta di UMT

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…