Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Jokowi Bawa Pulang 81,7 Triliun Hasil Lawatan Ke Korsel

×

Jokowi Bawa Pulang 81,7 Triliun Hasil Lawatan Ke Korsel

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

 

Example 300x600

Jakarta, Gramediapost.com

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membawa pulang kesepakatan bisnis, sebesar US$ 6,2 miliar (setara 81,7 triliun, dengan asumsi kurs APBN 2018 13.400 per dolar AS), dari lawatannya ke Korea Selatan. Nilai investasi itu berasal dari 15 proyek yang diteken, antar pelaku usaha Korsel dan RI.

 

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong bilang, selain 15 nota kesepahaman, lawatan Jokowi juga menghasilkan enam komitmen investasi, yang bersifat business to business, antara private sector Indonesia dan Korsel, serta satu nota kesepaham, antara BKPM dengan Hyundai Motor Compay.

 

Dengan ditandatangani kesepahaman dan komitmen investasi tersebut, diharapkan, sentimen pelaku usaha luar terhadap pasar nasional dapat menjadi lebih baik. Ujar Thomas dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Senin 10 septermber 2018 malam.

Ia optimistis, kerja sama dan investasi Korsel pada sektor industri utama dan otomotif, akan terus meningkat. Diharapkan, kerja sama sektor otomotif kedua Negara, dapat mendukung masterplan industri otomotif di Indonesia, dan menumbuhkan industri komponen dan supply chain-nya.

 

Yang paling penting adalah meyakinkan investor, bahwa Indonesia adalah tempat yang nyaman untuk berinvestasi. Kebanyakan negara yang ekonominya sedang terpuruk, karena tidak bisa menjaga sentimen pasar atau pelaku usaha. Terang dia.

 

Kunjungan Jokowi ke Korsel, merupakan kunjungan balasan dari kedatangan Presiden Korsel Moon Jae-in ke Indonesia, pada November 2017 lalu. Dalam kunjungan tersebut, hadir pula Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menpan RB Syafrudin, Kepala Bekra Triawan Munaf.

Kunjungan Jokowi dilakukan melalui kegiatan Business Forum, Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018: Enhancing Industrial Cooperation. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan penguatan kerja sama ekonomi RI-Korea, termasuk mengajak pelaku usaha Korea, untuk memanfaatkan potensi pariwisata dan industri kreatif di Indonesia.

 

Berikut ini beberapa kesepakatan bisnis yang dihasilkan Jokowi dalam kunjungannya.

 

Daftar Nota Kesepahaman B2B yang ditandatangani.

1. Pengembangan PLTA Teunom 2 dan 3 di Aceh, senilai US$800 juta.

2. Pengembangan pabrik kimia (VCM dan PVC) di Merak, Banten, senilai US$ 200 juta.

3. Pengembangan pabrik mesin diesel senilai US$ 185 juta.

4. Pengembangan properti mixed-use MNC Lido City di Bogor, Jawa Barat, senilai US$ 150 juta.

5. Pembangunan industri kosmetik di Karawang, Jawa Barat, senilai US$ 20 juta.

6. Pengembangan PLTA Pongkeru 50 megawatt (MW) di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, senilai US$ 300 juta.

7. Pengembangan PLTA Peusangan 4 di Bireun, Aceh, senilai US$ 430 juta.

8. Pengembangan PLTA Samarkilang 77 MW di Bener Meriah, Aceh, senilai US$ 300 juta.

9. Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta.

10. Pengembangan property City Gate 88 di Jakarta, senilai US$ 70 juta.

11. Pengembangan properti Vasanta Innopark di Bekasi, Jawa Barat, senilai US$ 300 juta.

12. Kerja sama strategis di bidang Intelligent Transportation System (ITS).

13. Kerja sama strategis di bidang pengembangan ekosistem start-up.

14. Engineering/Procurement/Constructions of Jawa 9 & 10 (2 kali 1.000 MW) Coal Fired Steam Power Plant Project, US$ 3 miliar.

15. Kerja sama strategis di bidang pengembangan pusat teknologi alat-alat permesinan di Bandung, Jawa Barat.

 

Daftar Komitmen Investasi yang diumumkan.

1. Industri kabel listrik oleh LS Cable & System, PT Artha Metal Sinergi di Karawang, Jawa Barat, senilai US$ 50 juta.

2. Industri alas kaki oleh Parkland di Pati, Jawa Tengah, senilai US$ 75 juta.

3. Industri tekstil dan garmen oleh Sae-A Trading di Tegal, Jawa Tengah, senilai US$ 36 juta.

4. Industri alas kaki oleh Taekwang Industrial di Subang dan Bandung, Jawa Barat, senilai US$ 100 juta.

5. Industri manufaktur turbin dan boiler oleh World Power Tech, PT NW Industries di Bekasi, Jawa Barat, senilai US$ 85 juta.

6. Jasa pembiayaan untuk modal ventura oleh Intervest, Kejora Ventures di Jakarta, senilai US$ 100 juta

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…