Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Forum Peduli Tragedi Danau Toba: Peduli Tragedi Kemanusiaan di Danau Toba, 7 Organisasi Masyarakat Batak Bersatu Hati

×

Forum Peduli Tragedi Danau Toba: Peduli Tragedi Kemanusiaan di Danau Toba, 7 Organisasi Masyarakat Batak Bersatu Hati

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Jakarta, Suarakristen.com

Example 300x600

 

Tujuh (7) organisasi masyarakat Batak, yakni: Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI), Yayasan Percepatan Pembangunan Kawasan Danau Toba (YP2KDT), Perkumpulan Komunitas Ekonomi Rakyat Danau Toba (PK-ERDT), Persatuan Artis Batak Indonesia (Parbi), Naposo Batak Jabodetabek (Nabaja), dan Garda Pemuda Gerakan Batak Bersatu (GPGBB) menamakan diri Forum Peduli Tragedi Danau Toba (FPTDT) bersepakat menyatakan kepedulian dan keprihatinan atas tragedi kemanusiaan menelan korban masyarakat Kawasan Danau Toba (KDT) akibat musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun pada Senin (18/6/2018) kemarin.FPTDT menyatakan duka mendalam atas korban yang meninggal dunia, luka-luka, dan korban hilang yang belum ditemukan. FPTDT berharap Tim Gabungan yang dikoordinasi Basarnas diberi kesehatan yang prima dan sungguh-sungguh melakukan pencarian korban yang hilang. Kita mendoakan kepada Tuhan Yang Mahakuasa dan Mahakasih agar proses pencarian dan penyelamatan korban yang hilang dapat berjalan dengan baik.

Selanjutnya, FPTDT telah berdiskusi dan sepakat menyampaikan pernyataan sikap bersama diantaranya:

1. Menyatakan bahwa peristiwa musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun adalah peristiwa luar biasa dan merupakan tragedi kemanusiaan yang harus ditangani secara sungguh-sungguh hingga ke tingkat nasional. Semua oknum dan pemangku jabatan instansi terkait harus bertanggung jawab dan ditindak tegas.

2. Meminta Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi secara konprehensif dan menyampaikan rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh Instansi terkait dan Kepolisian RI.

3. Menegaskan bahwa jasa angkutan maritim harus tunduk pada UU No. 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran dan peraturan yang berlaku. Forum menilai bahwa pemerintah gagal melakukan kontrol dan pengawasan, sehingga pengelolaan jasa angkutan maritim di KDT hampir seluruhnya melanggar UU No. 17 Tahun 2008 tersebut. Ini terbukti bukan hanya tragedi Senin kemarin (18/6/2018), tetapi juga sudah banyak peristiwa sebelumnya yang tidak ditindak tegas. Negara/Pemerintah gagal menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi pengguna jasa angkutan maritim di KDT.

Di dunia internasional, ini menjadi hal yang memalukan bagi Indonesia karena Danau Toba telah ditetapkan sebagai 10 besar destinasi pariwisata Indonesia.

4. Forum mendorong kepada semua pihak, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, melakukan investigasi mendalam dan menyeluruh atas tragedi ini. Pemerintah setempat dengan dukungan pemerintah pusat perlu mengevaluasi ulang seluruh sistem operasional maritim di KDT, seperti sistem kepelabuhan, kelengkapan fasilitas keamanan kapal (pelampung, skoci, dll), standar kelaikan kapal, dan para kru kapal (nahkoda, operator, pelayan penumpang, dan anak buah kapal).

5. Karena KDT memiliki wilayah yang luas, Forum mengusulkan agar ada lembaga nasional yang siap siaga dan tanggap bencana di KDT, seperti Basarnas. Hal tersebut sungguh diperlukan karena Danau Toba sudah ditetapkan sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia.

6. Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dan negara maritim. Hal ini menjadi penting bagi negara/pemerintah untuk lebih memperhatikan dan mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan pelayaran (maritim) di Indonesia, terutama dalam aspek pariwisata.

7. Forum menghimbau agar meningkatkan komunikasi dan koordinasi yang intens antarpemerintah di tujuh kabupaten KDT sebagai pengelola jasa angkutan maritim di Danau Toba agar dapat memberikan keselamatan dan keamanan bagi para penumpang kapal.

8. Pengembangan pariwisata KDT mengedepankan tata kelola yang rasional dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan menolak ritual animisme di KDT.

9. Aksi 1.000 Lilin dan Doa Bersama untuk Tragedi Danau Toba akan digelar. Pelaksanaan acara tersebut untuk menggalang dana kemanusiaan bagi para korban dan kebutuhan lainnya. Acara direncanakan pada Sabtu (23/6/2018) dan akan dipublikasikan kemudian.

10. Aparat terkait seperti Polisi Air dan Polres setempat terkesan tidak siap, tanggap, dan bereaksi cepat. Ini menjadi catatan tersendiri untuk menjadi perhatian Polda Sumut dan Polri.

11. Terakhir, Forum ini merupakan solidaritas masyarakat KDT yang netral dan bebas dari kepentingan politik.

Demikianlah penyataan sikap Forum Peduli Tragedi Danau Toba. Anggota Forum yang hadir menyatakan sikap tersebut antara lain:

• Maruap Siahaan (YPDT)

• Ronsen Pasaribu (FBBI)

• Laurensius Manurung (YP2KDT)

• Kepler Marpaung (PK-ERDT)

• Darman Saidi Siahaan (Nabaja)

• Fendy Manurung (Parbi)

• B. Salmon Siagian (GPGBB)

Turut hadir juga antara lain: Hank van Apeldoorn, Marolop Sinaga, Parlin Sihombing, dan Boy Tonggor

Siahaan.

Jakarta, 20 Juni 2018

Narahubung: Boy Tonggor Siahaan (WA 081310007681)

Example 300250
Example 120x600
Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…