Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

ASPEK Indonesia, Serikat Pekerja PHR, dan UNI Apro Gelar Seminar Kebangsaan Dorong Sistem Ketenagakerjaan Berkeadilan

×

ASPEK Indonesia, Serikat Pekerja PHR, dan UNI Apro Gelar Seminar Kebangsaan Dorong Sistem Ketenagakerjaan Berkeadilan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

​ASPEK Indonesia, Serikat Pekerja PHR, dan UNI Apro Gelar Seminar Kebangsaan Dorong Sistem Ketenagakerjaan Berkeadilan

​JAKARTA, Gramediapost.com

Example 300x600

 

 

Konfederasi Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) bersama Serikat Pekerja Pertamina Hulu Rokan (SP PHR) Indonesia dan UNI Global Union Asia & Pacific (UNI Apro) menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Menuju Sistem Ketenagakerjaan yang Berkeadilan, Sejahtera, Produktif dan Berkelanjutan” di Hotel Balairung, Jakarta, Senin (5/10/2026).

​Forum strategis ini diselenggarakan sebagai wadah penyikapan bersama atas dinamika isu ketenagakerjaan nasional, sekaligus dasar perumusan arah perjuangan perlindungan buruh di Indonesia.

​Presiden Konfederasi ASPEK Indonesia, Muhammad Rusdi, menegaskan bahwa serikat pekerja terus berkomitmen mengawal isu-isu krusial buruh secara konsisten hingga tuntutan terealisasi secara nyata.

​“Kita harus tetap berjuang sampai dengan apa yang kita harapkan itu bisa terealisasi,” ujar Muhammad Rusdi di sela-sela kegiatan.

​Rusdi menuturkan, beberapa persoalan mendasar yang menjadi fokus perhatian prioritas dalam pembahasan ini meliputi:

​Pengupahan: Kebijakan upah layak yang mampu menjamin kesejahteraan dan daya beli pekerja beserta keluarganya.

.
​Sistem Outsourcing: Evaluasi dan penataan ketat terhadap skema alih daya agar tidak mengikis kepastian kerja serta hak-hak normatif buruh.

​Perlindungan Pekerja Media Daring: Kepastian hukum, jaminan keselamatan kerja, serta kesejahteraan bagi para pekerja di sektor media digital/daring yang dinilai masih sangat rentan.

​Langkah dan keputusan organisasi yang lebih konkret akan difinalisasi pasca-sesi lokakarya (workshop) yang melengkapi rangkaian kegiatan seminar tersebut.

​“Tanpa ingin mendahului keputusannya, keputusan baru akan kita ambil setelah workshop nanti siang. Setelah itu kita akan melanjutkan, keputusan seperti apa yang akan kita ambil,” lanjut Rusdi.

​Melalui kolaborasi lintas tingkatan—mulai dari tingkat konfederasi, serikat pekerja basis sektor vital seperti PHR, hingga jaringan serikat pekerja internasional UNI Apro—seminar ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang diskusi, melainkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan nyata guna mendorong hadirnya sistem ketenagakerjaan nasional yang berkeadilan, sejahtera, produktif, dan berkelanjutan.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *