Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Business Development Manager Generator Specialist Engineer PT Poso Energy, Dr. Eng. Ismet Rahmad Kartono: Dukung Pasokan Listrik Industri 24 Jam, Poso Energy Dorong Optimalisasi Potensi Energi Hidro

×

Business Development Manager Generator Specialist Engineer PT Poso Energy, Dr. Eng. Ismet Rahmad Kartono: Dukung Pasokan Listrik Industri 24 Jam, Poso Energy Dorong Optimalisasi Potensi Energi Hidro

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Business Development Manager Generator Specialist Engineer PT Poso Energy, Dr. Eng. Ismet Rahmad Kartono: Dukung Pasokan Listrik Industri 24 Jam, Poso Energy Dorong Optimalisasi Potensi Energi Hidro

 

Example 300x600

​TANGERANG, 23 September 2026 –

 

Pengembangan energi terbarukan yang mampu menyediakan pasokan listrik secara andal dan berkelanjutan selama 24 jam menjadi isu krusial dalam mendukung transisi energi di Indonesia. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dinilai memiliki keunggulan fleksibilitas dan stabilitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan listrik berskala besar, khususnya bagi sektor industri vital seperti smelter.

​Hal tersebut ditegaskan dalam diskusi panel bertajuk “Firm Clean Power for 24/7 Loads: Hydro and Geothermal at Industrial Scale” yang merupakan bagian dari rangkaian Nickel Power Forum di ajang Enlit Asia & MKI Electricity Connect 2026, yang berlangsung pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

​Kepada beberapa awak media yang mewawancarainya, Business Development Manager Generator Specialist Engineer PT Poso Energy, Dr. Eng. Ismet Rahmad Kartono, menyampaikan bahwa karakteristik industri berat membutuhkan firm power yang stabil dan tersedia sepanjang waktu tanpa terputus.

​“Hydropower merupakan solusi energi terbarukan yang dapat menyediakan firm power untuk memasok kebutuhan energi industri. Indonesia memiliki potensi hidro yang sangat besar, namun belum dikembangkan secara optimal. Jika bisa dieksplorasi lebih luas, pemanfaatan energi terbarukan nasional akan meningkat signifikan sekaligus memperkuat ketahanan energi,” pungkas Ismet (23/9/2026).

​Ismet menjelaskan bahwa dalam sistem kelistrikan, panas bumi (geotermal) dan hidro memiliki peran saling melengkapi. Geotermal sangat baik untuk memenuhi beban puncak dasar (base load), sementara hidro memiliki fleksibilitas tinggi dalam menyesuaikan fluktuasi perubahan beban listrik secara cepat.
​Selain itu, menyikapi pesatnya rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang bersifat variabel (intermittent), Ismet menekankan pentingnya teknologi penyimpanan energi jangka panjang (energy storage) agar keandalan sistem tetap terjaga.

​“Selain baterai untuk penyimpanan jangka pendek, Pumped Storage Hydropower memiliki kapasitas menyimpan energi yang jauh lebih besar dan bertahan dalam durasi lebih lama. Secara kalkulasi jangka panjang, teknologi ini juga jauh lebih ekonomis,” tambahnya.

​Ismet juga menyoroti potensi integrasi antara PLTA dan PLTS guna menciptakan kombinasi pasokan energi bersih yang saling mendukung dan fleksibel. Namun, ia mengingatkan bahwa akselerasi proyek-proyek energi terbarukan ini membutuhkan dukungan pembiayaan yang kuat dari sektor perbankan.

​“Sebagai pengembang yang berfokus pada energi masa depan, kami berharap kearifan potensi lokal seperti hidro mendapatkan perhatian yang lebih serius agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kemajuan industri nasional,” tutup Ismet.

​Tentang PT Poso Energy

PT Poso Energy merupakan unit bisnis Kalla yang bergerak di sektor energi terbarukan, khususnya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). PT Poso Energy telah mengoperasikan PLTA Poso berkapasitas 515 MW di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, secara komersial sejak 7 Februari 2023 untuk mendukung pasokan listrik bersih di wilayah Sulawesi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *