Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Putera Sampoerna Foundation Hadirkan Workshop ESG-Driven Education Impact untuk Perkuat Akses dan Kualitas Pendidikan Berkelanjutan di Indonesia

×

Putera Sampoerna Foundation Hadirkan Workshop ESG-Driven Education Impact untuk Perkuat Akses dan Kualitas Pendidikan Berkelanjutan di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Putera Sampoerna Foundation Hadirkan Workshop ESG-Driven Education Impact untuk Perkuat Akses dan Kualitas Pendidikan Berkelanjutan di Indonesia

 

Example 300x600

Jakarta, Gramedipost.com

 

Putera Sampoerna Foundation (PSF) menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi pendidikan berkelanjutan dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop on ESG-Driven Education Impact dengan tema “Driving Impactful and Sustainable Change Through Education with ESG”.

Pendidikan merupakan fondasi pembangunan berkelanjutan yang berperan strategis dalam menciptakan masyarakat berdaya saing serta membangun masa depan bangsa. Namun, tantangan masih hadir dalam bentuk keterbatasan akses, kualitas, serta kebutuhan transformasi digital. ESG hadir sebagai solusi strategis untuk mengatasi kesenjangan pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda agar adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global.

Elan Merdy selaku Senior Director Putera Sampoerna Foundation menegaskan pentingnya peran pendidikan berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan zaman. “Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan kualitas bangsa. Namun, kita masih menghadapi tantangan nyata, mulai dari akses hingga kualitas pembelajaran. Melalui penerapan prinsip ESG, PSF berupaya memperluas kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan ini dan memastikan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas akademik, tetapi juga membangun karakter generasi yang siap menghadapi masa depan,” ujar Elan.
Meski memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan pendidikan, dalam praktiknya, masih banyak korporasi baik umum maupun swasta yang belum memahami penerapan ESG itu sendiri.

Juliana selaku Head of Program Development and Guru Binar Putera Sampoerna Foundation menyampaikan, “Acara ini kami adakan dengan tujuan agar para ahli, pelaku industri dan korporat, serta pelaku pendidikan dari latar belakang yang berbeda-beda bisa saling berbagi sekaligus memetakan apa yang bisa kita lakukan bersama-sama untuk menciptakan transformasi pendidikan berkelanjutan. Saya melihat bahwa tidak sedikit korporasi yang masih berpikiran secara segi finansial dan bukan segi dampaknya. Padahal, melihat dampak pada masyarakat dan lingkungan itu juga tidak kalah penting demi tercapai tujuan besar Indonesia Emas 2045.

Sejalan dengan itu, Maria R. Nindita Radyati selaku Pendiri Institute for Sustainability and Agility (ISA), menegaskan bahwa ESG menjadi jembatan penting dalam memperkuat pendidikan sebagai salah satu agenda Sustainable Development Goals (SDGs) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Pendidikan di zaman sekarang lebih berfokus pada pengembangan kemampuan sosial yang mencakup kolaborasi, berpikir kritis, memiliki nilai-nilai kemanusiaan, serta memecahkan masalah holistik. Sehingga generasi anak muda Indonesia saat ini bisa menjadi pembawa perubahan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih inklusif, tangguh, dan berdaya saing di kancah global. Oleh karenanya, penting bagi para guru untuk memiliki kompetensi-kompetensi ini, ” jelas Maria.

Maria menambahkan, “Selain memiliki kompetensi sosial, kompetensi hijau (green skills) juga sangat penting dimiliki oleh para guru zaman sekarang. Ini tidak hanya meliputi pengolahan limbah dan optimalisasi sumber daya atau sumber energi saja, tapi juga meliputi literasi digital, pengaplikasian model bisnis sirkular, serta penerapan kebijakan hijau. Untuk itu, kolaborasi antar perusahaan-perusahaan publik ataupun swasta dengan beberapa pemangku kepentingan terkait sangat dibutuhkan untuk memperkuat peran pendidikan melalui pendekatan ESG.

Harapannya, pendidikan tidak lagi dipandang sebagai isu sektoral semata, melainkan sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan yang berdampak bagi semua pihak, termasuk yang tinggal di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).”

Acara ini melibatkan 16 perusahaan, baik BUMN maupun swasta, yang dihadiri oleh para praktisi ESG dan CSR dari berbagai sektor untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta strategi kolaboratif. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama untuk menjadikan pendidikan sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan.

Dalam rangkaian kegiatan, para peserta tidak hanya memperoleh materi workshop, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam diskusi sinergis yang mendorong lahirnya ide, kolaborasi, dan inisiatif nyata. Melalui ruang dialog ini, setiap pemangku kepentingan berkesempatan untuk saling bertukar pandangan, menyatukan visi, serta merumuskan langkah konkret yang dapat diimplementasikan bersama.

Harapannya, sinergi lintas sektor ini tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi mampu menghadirkan perubahan signifikan bagi masa depan pendidikan di Indonesia, mulai dari peningkatan akses dan kualitas pembelajaran, penguatan kapasitas guru, hingga memastikan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia industri yang terus berkembang.

“Kami percaya bahwa sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan perubahan nyata dalam mewujudkan pendidikan yang relevan dan berkelanjutan. Kami berharap workshop ini dapat menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman, membangun inisiatif bersama, dan memperkuat komitmen dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi pendidikan Indonesia,” tutup Ela

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…