Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Ardelya Craft Resmikan Butik Pertama di Bandung, Rayakan 15 Tahun Dedikasi dalam Seni Kriya Indonesia

×

Ardelya Craft Resmikan Butik Pertama di Bandung, Rayakan 15 Tahun Dedikasi dalam Seni Kriya Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Example 300x600

 

Ardelya Craft Resmikan Butik Pertama di Bandung, Rayakan 15 Tahun Dedikasi dalam Seni Kriya Indonesia

 

Bandung, 30 November 2024 –

 

Ardelya Craft, pelopor aksesori handmade yang menggabungkan budaya lokal dengan sentuhan modern, resmi meluncurkan butik perdananya di kota kreatif, Bandung. Mengangkat tema “Rarajut Kahayang” yang berarti “Merajut Impian” dalam bahasa Sunda, pembukaan butik ini menandai perjalanan 15 tahun Ardelya Craft dalam menciptakan karya seni kriya yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia, khususnya dari Jawa Barat.

 

Mengusung butik dengan konsep kreatif, Ardelya Craft juga meluncurkan koleksi terbaru mereka, Ardelya Jewelry Handmade, yang terinspirasi oleh kekayaan budaya Sunda serta keindahan alam sekitar. Koleksi ini tetap mempertahankan teknik jahit tangan yang telah dikenal melalui produk-produk sebelumnya, seperti batik bros, songket bros, dan alfabet bros, namun kali ini hadir dengan sentuhan yang lebih segar dan inovatif. Memadukan ragam elemen alam, seperti akar, bunga, rangkaian permata, dan mutiara air tawar, koleksi ini menyajikan kreasi yang indah dan memikat.

 

“Setiap perhiasan dalam koleksi Ardelya Jewelry Handmade dikerjakan dengan penuh ketelitian dan dedikasi. Kami ingin agar setiap produk kami tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga makna yang mendalam,” ujar Vonny Ardelya, pendiri Ardelya Craft.“Kami terinspirasi oleh kekayaan budaya Sunda, dimana setiap desain memiliki cerita tersendiri. Nama-nama khas dalam bahasa Sunda Karuhun kami aplikasikan pada setiap koleksi, seperti ‘Sari Betari’ yang sarat akan makna dan simbolisme,” lanjutnya.

Salah satu koleksi utama yang diluncurkan adalah Ardelya Jewelry Handmade dengan material yang unik. Desain brooch ini bukan hanya menonjolkan estetika, tetapi juga menyiratkan kekayaan budaya Indonesia yang dituangkan dalam bentuk perhiasan yang elegan dan berkelas. “Setiap karya kami berharap tidak hanya memberikan tampilan anggun dan elegan, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai luhur budaya Indonesia,” jelas Vonny Ardelya.

 

Ardelya Jewelry Handmade tidak hanya berfokus pada desain yang unik dan elegan, tetapi juga kualitas dan keaslian. Setiap pembelian produk akan mendapatkan kemasan premium yang cantik dan eksklusif. Produk dikemas dalam pouch satin dan beludru yang mewah, serta box dengan embossing tulisan emas timbul yang menambah kesan mewah. Dilengkapi dengan authentic card yang menegaskan keaslian produk buatan tangan dari Ardelya Craft. Kartu ini berfungsi juga sebagai garansi seumur hidup, yang memberikan perlindungan bagi pelanggan jika ada kerusakan atau perbaikan pada item tersebut, seperti jahitan yang lepas atau elemen yang rusak.

 

Pembukaan butik dan peluncuran koleksi Ardelya Jewelry Handmade ini merupakan langkah penting bagi Ardelya Craft untuk mewujudkan visi mereka sebagai pelopor aksesori handmade yang menggabungkan kreativitas, budaya lokal dan inovasi global. Ardelya Craft bertekad untuk mengembalikan citra Bandung sebagai pusat mode internasional, dengan berkomitmen menghadirkan produk yang mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia. “Kami berharap suatu saat nanti, produk kami dapat tampil di ajang-ajang bergengsi dunia,” ujar Vonny Ardelya.

 

Butik Ardelya Craft tidak hanya sekadar tempat untuk membeli aksesori handmade berkualitas, tetapi juga merupakan ruang kreatif bagi pengunjung untuk belajar lebih dalam tentang proses pembuatan aksesori. “Kami ingin memberikan pengalaman langsung bagi pengunjung untuk melihat dan merasakan proses kreatif kami, sekaligus menjadi inspirasi bagi siapa saja yang tertarik untuk menggali potensi kreatif mereka,” tambah Vonny Ardelya.

 

Setelah sukses membuka butik pertama di Bandung, Ardelya Craft berencana untuk memperluas jangkauan dengan membuka outlet di Bali dan Jakarta, serta menargetkan pasar internasional. “Kami ingin memperkenalkan budaya Sunda dan kekayaan budaya Indonesia ke dunia internasional melalui setiap karya yang kami buat,” kata Vonny dengan penuh semangat.

 

Sebagai seorang wanita wirausaha, Vonny Ardelya menjadi sosok inspiratif yang memberikan pesan kuat bagi kaum wanita Indonesia: “Jangan pernah berhenti berkarya. Temukan passion Anda dan buatlah karya yang dapat menginspirasi dunia. Wanita harus berani berdiri mandiri dan menciptakan pasar sendiri, karena hanya dengan cara itulah dunia akan melirik kita,” ujarnya penuh semangat.

 

Dengan semangat yang tak pernah pudar, Ardelya Craft siap melangkah lebih jauh, menjadikan karya seni kriya Indonesia sebagai kebanggaan dunia. Pembukaan butik dan peluncuran koleksi terbaru ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga langkah besar menuju masa depan yang lebih cerah, di mana budaya Indonesia dihargai dan diakui di kancah internasional.

***

(Hotben)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…