Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Ribuan Penyandang Disabilitas Bahagia Diikutkan dalam Perayaan IHUT ke-54 Perkumpulan Lions Indonesia di acara Jalan Santai Saat Car Free Day

×

Ribuan Penyandang Disabilitas Bahagia Diikutkan dalam Perayaan IHUT ke-54 Perkumpulan Lions Indonesia di acara Jalan Santai Saat Car Free Day

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ribuan Penyandang Disabilitas Bahagia Diikutkan dalam Perayaan IHUT ke-54 Perkumpulan Lions Indonesia di acara Jalan Santai Saat Car Free Day

 

Example 300x600

Jakarta, Sudirman – Bilamana Anda termasuk yang rajin menyambangi Car Free Day setiap hari Minggu di jalur Tahmrin Sudirman, Anda akan bertemu dengan puluhan ribu orang yang berolahraga di jalan utama yang tertutup untuk kendaraan setiap hari Minggu dari pukul sampai dengan pukul 11 pagi. Diantara mereka yang lalu lalang berlari, bersepeda maupun hanya berjalan kaki dengan keluarga dan teman, Anda dapat menemui beberapa orang difabel berdiri di tepi jalan menyanyi dengan speaker portable maupun bermain musik menghibur para pengunjung Car Free Day.

Pada hari Minggu 19 November 2023, ada pemandangan yang tidak biasa, terlihat lebih dari 1,000 sahabat difabel baik yang tuna netra, tuna wicara, tuna daksa, tuna rungu, dsb yang sedang menikmati jalan santai dikawal ratusan orang berompi kuning ditengah ribuan orang di jalur yang sama. Ya mereka diajak merayakan 54 tahun Perkumpulan Lions Indonesia dengan jalan santai, juga akan dihibur dengan berbagai atraksi panggung hingga penyerahan doorprizes dan bingkisan. Acara jalan santai diawali pukul 7 pagi di Grand Sahid Jaya Hotel dengan fasilitasnya yang dinilai ramah bagi para difabel.

Acara ini di mulai dengan pelepasan bendera kepada peserta oleh Bp. DR Pepen Nazaruddin (Dirjen Rehabilitasi Sosial) Kementrian Sosial , hadir pula Mantan Ibu Negara ibu Sinta Nuriyah Wahid yang akan memberikan motivasi dengan menyatakan bahwa para difabel tetap berhak menikmati kehidupan layaknya manusia lainnya seperti hak untuk bekerja, hak untuk belajar dan bermasyarakat. Beliau juga menyatakan bahwa Lions Club telah memberikan perhatian besar bagi kelompok difabel dengan komitmennya memberikan pembekalan dan pendampingan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Dewan Gubernur Ferry Yonawan Foeh menyatakan bahwa acara ini diselenggarakan sebagai komitmen Lions Club yang terus melayani tanpa batas, sebagai tagline HUT Perkumpulan Lions Indonesia ke 54, melayani dengan memberikan kesempatan untuk memperbaiki kualitas hidup layaknya manusia. Komitmen Lions Indonesia tidak dilakukan hanya pada saat terjadi bencana, tetapi selalu diupayakan untuk terus berkelanjutan sampai pada taraf mandiri. Hal ini tampak dari beberapa mata acara yang justru diisi oleh para difabel, seperti atraksi para tunanetra melalui marching band , 49 persembahan angklung serta tarian dari kelompok Down Syndrome yang merupakan binaan Anggota Lions. Seperti yang disampaikan Ketua Panitia Perayaan Hari Lions Indonesia ke 54 Hendri K. Siaril, ratusan anggota Lions terlibat dalam memobilisasi lebih dari seribu difabel yang berasal dari berbagai wilayah jabotabek dan datang dari berbagai komunitas yang selama ini menjadi mitra Lions Club. Masih banyak orang baik yang ternyata terus memberikan dukungan melalui para Anggota Lions yang bergabung di berbagai club dibawah naungan Perkumpulan Lions Indonesia.

Pemerintah Daerah DKI Jakarta pun turut memberikan bantuan dengan meminjamkan 10 unit Bus Sekolah gratis untuk antar jemput sebagian peserta jalan santai ini, dari berbagai titik kumpul sejak pukul 5 pagi. Semoga kedepannya, Pemda DKI Jakarta bisa menyediakan unit Bis Sekolah yang mengakomodasi para pelajar difabel.

Tampak diantara ratusan anggota Lions yang hadir dalam acara jalan santai Gubernur Distrik 307 A1 Peter C, Djajadi dan Gubernur Distrik 307 B1 Titin Lusiana dimana mereka menyampaikan bahwa acara serupa diadakan juga di Batam: dimana diadakan kegiatan baksos serentak di hari yang sama dengan menyelenggarakan donor darah, tes gula darah sewaktu, pemberian kaca mata gratis, pembagian Eco Enzyme dan paket sembako kepada para pendonor. Sedangkan di Distrik 307 A2 akan diadakan perayaan Hari Lions Indonesia di Medan pada tanggal 3 Desember 2023.

Acara hari ini jg ditutup oleh Flash Mob Maumere yang semuanya dipimpin oleh para Sahabat difabel, yang ceria dan nampak tak terbatas. Kiranya ini bisa jadi inspirasi bagi mereka yang dalam sejarahnya Perkumpulan Lions Indonesia dimulai pada tanggal 18 November 1969, dimana terbentuk Lions Club Jakarta yang disponsori dari Lions Club Australia, yang dipimpin oleh Pangeran Bintoro, adik dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX . Setelah 54 tahun, Perkumpulan Lions Indonesia berkembang menjadi 4 Distrik wilayah pengabdian dengan sekitar 12 000 anggota yang tergabung di 400 club tersebar di puluhan kota di Indonesia.

Perkumpulan Lions Indonesia Multi Distrik 307 merupakan anggota dari Lions Internasional, organisasi kemanusiaan terbesar di dunia. Berdiri 107 tahun yang lalu, dengan 1.4 juta anggota tersebar di 200 negara. Fokus kegiatan kemanusiaan Lions International adalah menjaga kesehatan penglihatan (vision), kesadaran terhadap diabetes, memperhatikan pasien kanker anak, mengatasi kelaparan atau ketahanan pangan (hunger), memperhatikan generasi muda (Youth), mengutamakan kemanusiaan (humanity), penanganan bencana dan menjaga lingkungan hidup. Di indonesia Lions Club didirikan sejak 54 tahun yg lalu dan saat ini sekitar 12.000 anggota tersebar di berbagai kota. Informasi lebih lanjut tentang Lions International dapat diakses di www.lionsclubs.org .

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…