Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Kisah Sukses Pengusaha Hendy Setiono Besarkan Brand Baba Rafi Memiliki 12.000 Cabang ke Luar Negeri

×

Kisah Sukses Pengusaha Hendy Setiono Besarkan Brand Baba Rafi Memiliki 12.000 Cabang ke Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Example 300x600

 

 

Kisah Sukses Pengusaha Hendy Setiono Besarkan Brand Baba Rafi Memiliki 12.000 Cabang ke Luar Negeri

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) termasuk kuliner terus mengembangkan potensi bisnisnya, hingga ke tingkat yang lebih luas.

 

 

Hal itu juga dibuktikan oleh Hendy Setiono, Masa Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat hampir semua sektor terbungkam, tak terkecuali perekonomian masyarakat.

 

 

Usaha kuliner sepeti restoran, kafe, dan makanan cepat saji tentunya menjadi pihak yang paling terpukul akibat pandemi ini. Namun, bukan berarti tak ada harapan untuk keluar dari masa krisis.

Pengusaha Kuliner Hendy Setiono mengatakan, selain inovasi dan kreativitas dibutuhkan kolaborasi untuk tetap bertahan.

 

“If you want to go fast, go alone. Tapi, if you want to go far, go together,” kata Hendy lewat video

Menurutnya, di tengah krisis saat ini, para pengusaha harus saling bergenggam tangan, memanfaatkan relasi yang dimiliki, untuk sama-sama keluar dari kesulitan.

“Zaman sekarang agar kita bisa bertahan dan terus bertumbuh, penting sekali untuk berkolaborasi. Itu sebabnya beberapa bisnis yang saya jalani baik di dalam negeri atau luar negeri saya banyak menjalankannya secara kolaborasi,” katanya.

Untuk berkolaborasi, Hendy memilih kebanyakan rekan bisnisnya dari kalangan konten creator, seperti influencer Instagram Okin alias Niko Al-Hakim, yang bersama-sama menjalankan usaha kuliner bernama Ngikan Yuk.

“Temukan partner yang tepat, berkolaborasi dan menggandeng partner yang tepat sehingga kita bisa membawa brand kita dari lokal hingga eksis sampai luar negeri,” ujar pria berusia 37 tahun ini.

Kini, Hendy sedang menikmati buah manis dari sejumlah kolaborasi yang dilakukannya. Pada Desember 2020, dia akan membuka cabang luar negeri dari unit usaha kebabnya bernama ‘Baba Rafi’ di India.

“Ini adalah gerai pertama Baba Rafi di India sebagai negara kesepuluh, sebagai merek asli Indonesia,” ujarnya.

Brand Baba Rafi hak kekayaan intelektual atas nama Hendy Setiono. Perusahaan waralaba Kebab Baba Rafi sudah melantai di bursa efek Indonesia, bursa saham dengan kode saham RAFI.

 

Biografi Hendy Setiono

 

Hendy Setiono lahir di Surabaya, 30 Maret 1983. Pengusaha waralaba kebab itu memiliki dua orang anak bernama Rafi Darmawan dan Reva Audrey Zahifa. Sementara sang istri bernama Nilamsari.

 

Kini sukses jadi pengusaha di bidang kuliner, Hendy Setiono ternyata mengenyam pendidikan di jurusan teknik informatika, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Di usianya yang baru 20 tahun kala itu, Hendy memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliah dan memulai bisnis kebab.
Walau tak meraih gelar sarjana di ITS, Hendy memulai kembali pendidikan tingginya di Singapura dengan fokus studi di bidang E-Commerce.

Sukses membangun waralaba kebab Turki Baba Rafi yang berada di bawah naungan PT Baba Rafi Indonesia, kini Hendy telah memiliki lebih dari 1.000 outlet kebab.

Selain fokus dengan bisnis yang ia bangun di usia muda, Hendy juga memimpin dua bisnis kuliner lain, yakni sebagai direktur di:

• PT Piramida Zahira dengan produk Piramizza
• PT Panen Raya Indonesia dengan produk Ayam Bakar Mas Mono

Ayah dua anak itu juga aktif menjadi seorang motivator dan bisnis kewirausahaan.

 

Kisah Sukses Hendy Setiono

 

Bisnis pertama Hendy Setiono adalah Kebab Turki Baba Rafi yang dirintis mulai tahun 2003 di Surabaya.

Nama Baba Rafi sendiri terinspirasi dari nama depan anak pertamanya yaitu Rafi Darmawan.

 

Sedangkan nama Baba berasal dari bahasa Arab yang artinya bapak. Usaha Hendy Setiono dirintis ketika beliau masih duduk di bangku kuliah dan berumur 20 tahun.

Beliau memulai usaha tersebut hanya dari sebuah gerobak dengan modal Rp 4 juta yang berasal dari pinjaman adiknya sendiri.

Hendy Setiono telah berhasil memiliki dan mengembangkan empat merek waralaba, yakni Kebab Turki Baba Rafi, Roti Maryam Aba Abi, Piramizza, dan Ayam Bakar Mas Mono.

Usaha Kebab Turki Baba Rafi Hendy Setiono pun telah berhasil menembus pasar internasional yaitu di Malaysia dan Filipina.
Total outlet Kebab Turki Baba Rafi kini berjumlah 1.300 outlet di 10 negara.

TV BBC London & majalah Business Week International pernah meliput usaha Hendy Setiono.

Setelah itu ada orang yang menawari Hendy Setiono membuka outlet Kebab Turki Baba Rafi di Trinidad & Tobago dan Kamboja.

Atas kesuksesan bisnis waralaba tersebut, beliau telah meraih berbagai penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri, di antaranya:

• Indonesian Small Medium Business Entrepreneur Award 2006 diberikan oleh Menteri Koperasi & UKM
• Best Achievement at Young Entrepreneurs Award 2007 versi Bisnis Indonesia
• Special Achievement Go International 2008 pada ajang Indonesia Franchise Award

Bukan hanya pintar berbisnis, Hendy juga pintar mengalokasikan kekayaannya untuk dibagikan kepada mereka yang kurang beruntung.
Hendy membangun sebuah yayasan bernama Hendy Setiono Foundation yang dibangun sejak 2019 lalu.

 

PT Baba Rafi Indonesia di Jakarta dan Surabaya mempercayakan software akuntansi Zahir Accounting untuk menunjang pencatatan keuangan bisnisnya sekaligus menilai kinerja keuangan dengan cepat dan tepat.

 

Kebab Baba Rafi

 

Kebab adalah kuliner khas Timur Tengah yang kini marak ditemukan di Indonesia.

Namun, jauh sebelum itu, di tahun 2003 saat Hendy Setiono pertama kali mendirikan bisnis waralaba kebab, makanan khas Timur Tengah itu masih terbilang langka.

 

Kebab Baba Rafi untuk pertama kalinya dijajakan pada konsumen pada 2003 oleh tangan Hendy Setiono.

 

Dalam waktu dua tahun saja kebab Baba Rafi yang awalnya dioperasikan di sebuah gerobak kecil di Jalan Nginden Semolo, Surabaya, bisa bertransformasi menjadi bisnis waralaba yang bernaung di bawah PT Baba Rafi Indonesia.

Karena resepnya banyak digemari, kebab Baba Rafi mampu berkembang pesat hingga memiliki banyak outlet di kota-kota dalam negeri.

Memasuki tahun 2012 untuk pertama kalinya Kebab Baba Rafi membuka cabang internasional di Filipina dan Malaysia.

Tahun 2013 outlet pertama dibuka di Srolankan, berlanjut di tiga kota di China pada 2014. Kemudian pada 2015 outlet juga didirikan di Singapura, Brunei Darussalam, Banglades, dan India.

Saat ini secara keseluruhan Baba Rafi memiliki 1.300 outlet kebab di 10 negara termasuk Indonesia.

 

Kebab Baba Rafi terus berinovasi bukan hanya dari resep dan keragaman menu tapi juga dari penampakan outlet yang dibuat kekinian.

Sejak 2017, kebab Baba Rafi mengembangkan container kebab sebagai inovasi besar dari outlet-outlet yang mereka miliki.

 

Kisah Sukses Kebab Baba Rafi

 

Berawal dari kebab yang dijual di sebuah gerobak di pinggir jalan Kota Surabaya, Kebab Turki Baba Rafi bertransformasi menjadi jajanan bergengsi.

 

Hendy Setiono, penemu Kebab Turki Baba Rafi menyukai kebab yang ia temukan di Qatar saat mengunjungi sang ayah. Belum marak ditemukan di Indonesia, Hendy nekat membuat bisnis kebab bermodalkan Rp.4 juta.

Kegigihan Hendy dalam berbisnis nyatanya sukses membawa Kebab Baba Rafi menjadi bisnis sekelas PT.

 

Tahun 2003 menjadi awal Hendy memulai bisnis kebab gerobaknya yang diberi nama Kebab Baba Rafi.

Pada tahun 2005, Hendy memutuskan untuk menjadikan kebab Baba Rafi sebagai bisnis model waralaba, melihat besarnya potensi kesuksesan bisnis kuliner khas Timur Tengah itu di Indonesia.

Kemudian pada tahun 2007 Kebab Turki Baba Rafi terus berkembang pesat bahkan outlet-outlet kebab mudah ditemukan di berbagai kota besar.

Memasuki tahun 2008, Hendy memutuskan untuk memusatkan bisnis Kebab Baba Rafi ke Jakarta, mulanya bisnis waralaba ini terpusat di Surabaya, kota kelahiran Hendy.

Kepindahan ini juga menandai perubahan logo Kebab Baba Rafi.
Tahun 2009 menjadi awal mula Kebab Baba Rafi melebarkan sayap ke luar negeri. Outlet pertama di Malaysia dan Filipina dibuka.

Berikutnya pada tahun 2014 sampai 2016 menjadi tahun-tahun di mana Kebab Baba Rafi mulai membuka outlet di banyak negara dari China hingga Bangladesh.

Kian sukses, Kebab Baba Rafi tak lupa melakukan inovasi untuk memanjakan konsumen mulai dari inovasi kemasan hingga container kebab.

Modal Usaha Kebab Baba Rafi

Semuanya berawal dari modal Rp.4 juta yang didapatkan Hendy Setiono dari sang adik. Modal itu bukan uang yang diberikan secara cuma-cuma, melainkan dianggap sebagai utang.

Ide untuk membangun bisnis kebab sendiri muncul setelah Hendy pergi ke Qatar untuk mengunjungi sang ayah yang bekerja di perusahaan minyak.

Keputusan berhenti kuliah di tahun kedua, uang Rp.4 juta itu dijadikan sebagai biaya untuk membangun bisnis kebabnya pada 2003 silam.

Uang pinjaman itu dialokasikan untuk gerobak kebab dan tentu bahan baku produk.

Pintar mengelola bisnis, Hendy berhasil membawa kebab yang awalnya dijajakan di gerobak menjadi kebab waralaba yang bernaung di bawah PT Baba Rafi Indonesia.

Di tahun 2019, omzet Kebab Baba Rafi dikabarkan mencapai Rp150 triliun setiap bulan.

 

Saat ini Kebab Baba Rafi telah membuka 1.300 outlet di 10 negara termasuk Indonesia.

 

Faktor Keberhasilan Hendy Setiono

 

Berbekal pengalaman mengikuti seminar dan memperkuat hubungan antar pebisnis, Hendy Setiono menciptakan motto LATEM yang merupakan kebalikan dari METAL.

• L: Lihat peluang yg ada
• A: Amati caranya & lakukan
• T: Tirukan cara yg mungkin dapat diadopsi
• E: Evaluasi peluang itu
• M: Modifikasi cara yang telah dipilih itu.

Hendy menuturkan bahwa motto tersebut sudah ada sebelum bisnisnya dimulai sebagai motivasinya sendiri.

Kini Hendy Setiono telah berhasil memiliki dan mengembangkan empat merek waralaba, yakni:
1. Kebab Turki Baba Rafi
2. Roti Maryam Aba Abi
3. Piramizza
4. Ayam Bakar Mas Mono

 

Usaha Kebab Turki Baba Rafi Hendy Setiono pun telah berhasil menembus pasar internasional, yaitu di Malaysia dan Filipina.

Total outlet Kebab Turki Baba Rafi kini berjumlah 1.300 outlet di 10 negara.

“Bagi saya dalam membangun bisnis harus memiliki karakter & passion yang kuat, berbisnis dengan komitmen & pantang menyerah,” ujar Hendy Setiono saat wawancara.

“Ketakutan harus diubah menjadi keberanian dengan secepatnya melakukan action agar dapat selalu men-create “sesuatu” yang baru & inovatif dan pada akhirnya akan tetap menjadi yang terdepan,” sambungnya.

“Apalagi jika kita menawarkan produk-produk yg unik, berbeda, dan berkualitas,” tegas dia.

“Ingat bagaimana nikmatnya berkah sukses dan tetap berpikir positif karena di setiap kegagalan mengandung hikmah,” kata Hendy Setiono seraya mengakhiri perbincangan kami dengannya.

 

Faktor Kegagalan Hendy Setiono

 

Salah satu pengalaman pahit beliau ketika memulai bisnisnya, yakni uang hasil penjualan dibawa lari oleh karyawan, bahkan niatnya untuk menjalankan usaha ini sempat tidak mendapat persetujuan orang tuanya.

Kesuksesan bisnis Hendy Setiono tidak memerlukan waktu lama.
Hanya dalam jangka waktu 3-4 tahun, kerja kerasnya telah berhasil mengembangkan sayap bisnisnya di mana-mana.

Pada akhirnya, terutama di penghujung tahun 2006, Hendy Setiono telah berhasil memiliki 100 outlet Kebab Turki Baba Rafi yang tersebar di 16 kota di Indonesia.

Franchise Kebab Baba Rafi

Terdapat 1.300 franchise Kebab Baba Rafi di 10 negara, di antaranya:
1. Indonesia
2. Malaysia
3. Filipina
4. China
5. India
6. Bangladesh
7. Singapura
8. Brunei Darussalam
9. Belanda
10. Srilanka

Di Indonesia sendiri, outlet Kebab Baba Rafi telah tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Provinsi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT dan NTB, hingga Papua.

Waralaba Kebab Baba Rafi bisa diajukan oleh siapa saja, informasi lebih lengkap terkait persyaratan pembukaan outlet bisa diakses di laman resmi Babarafi.

Biaya investasi franchise Kebab Baba Rafi beragam tergantung jenis outlet yang diinginkan, countainer kebab dipatok seharga Rp.300 juta, sementara booth dipatok mulai dari Rp125 juta sampai Rp200 juta.

Proses kerja sama untuk memulai bisnis waralaba Kebab Baba Rafi biasanya berlangsung selama satu bulan.

Kisah sukses Hendy Setiono dengan bisnis waralaba Kebab Baba Rafi menjadi motivasi bagi Anda yang ingin ikut menjadi pengusaha kuliner.

Keteguhan dan kegigihan Hendy dalam mengembangkan bisnis bermula dari satu gerobak di pinggir jalan hingga 1.300 outlet di 10 negara menjadi bukti kuat bahwa semua orang bisa melakukan hal yang sama.

Tak besar modal yang digelontorkan Hendy saat itu, namun Rp.4 juta yang dipinjam dari sang adik bisa berbuah omzet Rp 150 triliun per bulan menurut data tahun 2019.

 

Hendy Setiono menciptakan motto LATEM yang merupakan kebalikan dari METAL sebagai motivasi besarnya membangun bisnis Kebab Baba Rafi.

• L: Lihat peluang yg ada
• A: Amati caranya & lakukan
• T: Tirukan cara yg mungkin dapat diadopsi
• E: Evaluasi peluang itu
• M: Modifikasi cara yang telah dipilih itu

Memulai bisnis ibarat menaiki Roller Coaster, artinya butuh nyali dan persiapan untuk mampu memulainya hingga sukses.
Dengan melihat kisah perjalanan bisnis seorang Hendy Setiono, Anda dapat mempelajari visi dan kerja keras beliau.

Dan tentunya apa yang sudah dia lalui sejauh ini akan memberikan inspirasi untuk Anda yang serius ingin menggeluti dunia usaha. www.babarafi.com atau IG @hendysetiono

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…