Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

KPAI Berharap Gelaran Moto GP Perbaiki Talenta Motor Anak Indonesia dan Kurangi Balap Liar

×

KPAI Berharap Gelaran Moto GP Perbaiki Talenta Motor Anak Indonesia dan Kurangi Balap Liar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KPAI Berharap Gelaran Moto GP Perbaiki Talenta Motor Anak Indonesia dan Kurangi Balap Liar

Jakarta, Gramediapost.com

Example 300x600

Sebagaimana diketahui Indonesia menjadi negara pengguna motor terbesar di dunia, terutama anak mudanya. Namun hal itu menyisakan persoalan bagi anak anak yang tidak punya pilihan selain mengendarai motor dalam umurnya yang belum dianjurkan. Seperti pemandangan anak anak menggunakan motor di dataran tinggi, daerah pinggiran, daerah perkebunan, daerah pantai, slum area atau kawasan padat, lokasi tempat tinggal yang jauh dari akses transportasi, jarak sekolah, jarak bekerja, atau membantu orang tua. Namun ada juga yang menggunakan motor untuk balap liar. Sehingga menjadi cerita yang tak berujung, mulai menjadi korban atau kehilangan figur pengasuh utama akibat kecelakaan motor.

Disisi lain, fenomena mengendarai motor dalam jarak yang jauh, telah mengabaikan faktor keamanan dan keselamatan, faktor kelelahan, melebihi kapasitas,yang masih selalu menjadi perhatian Kepolisian dalam tradisi mudik atau liburan panjang. Salah satu peserta MotoGP mengabadikan foto 3 penumpang motor yang disertai mengendong bayi, yang tentu menjadi foto yang sangat penting dan bermakna baginya.

Sebenarnya Indonesia terus berbenah dalam transportasi publik, membangun inftastruktur jalan yang akses dan membangun konektifitas transportasi, yang diharapkan dapat lebih banyak memindahkan pengguna motor ke transportasi publik.

Data Korlantas Polri menyatakan kecelakaan lalu lintas 2020 turun menjadi 100.028 peristiwa dengan 23.529 jiwa kematian. Jumlah kecelakaan berkurang selama pandemi. Namun yang jadi catatan, Kepolisian mengingatkan pengendara pemula yang rentan terlibat pelanggaran, kecelakaan dan kematian.

Namun Indonesia tidak bisa terlepas dari motor, karena pilihan konektifitas transportasi yang lebih praktis adalah sepeda motor. Dengan didukung situasi letak geografis dan alasan lebih ekonomis. Yang menyebabkan motor jadi pilihan paling praktis dalam mendukung kehidupan.

Kecintaan Indonesia pada motor dibuktikan dengan apresiasi luar biasa kepada para pembalap Moto GP. Sejak mereka mengikuti berbagai even, sampai beraudiensi dengan Presiden Indonesia Joko Widodo, dengan diikuti 19 pembalap. Suasana lebih meriah, saat Presiden melepas peserta Moto GP, yang langsung disambut ribuan motor. Bahkan sepanjang jalan masyarakat tumpah ruah. Para pebalap memang sudah mengira, mereka punya banyak penggemar disini. Dan itu terbukti dengan 60.000 tiket terjual.

Kalau boleh meminjam istilah klub vespa, mungkin suasana kemarin bisa di gambarkan menjadi satu kalimat, yaitu, “satu even MotoGP menyebabkan sejuta orang bersaudara” dengan kehadiran pembalap pembalap kelas dunia. Wajah mereka sudah lama terekam para penggemar dengan tos tos an, burn out, menyatakan begitu dekatnya mereka.

Dengan pemakainya yang mencapai 122 juta dan ditambah perhatian Presiden pada motor. Semakin menjelaskan bahwa Indonesia sebagai surga motornya dunia. Tentu hal ini menjadi pertanda baik untuk para talenta motor di Indonesia, terutama anak anak yang haus prestasi di tanah air melalui hobby motor sport. Untuk itu kerja pemerintah, bersama Pertamina dan promotor Dorna Sport sangat layak di apresiasi, karena mereka telah bekerja sangat keras sejauh ini.

Diluar kemeriahan MotoGP, kita masih sering menyaksikan anak anak yang sangat hobby otomotif, namun berada di luar lintasan balap. Mereka berada di jalanan dengan sebutan trek trek-an atau balapan liar. Namun sayangnya hobby tersebut tidak dilengkapi dengan keselamatan dan peraturan, sehingga yang lebih nampak korban jiwa dari balap liar dan gelapnya kejahatan jalanan.

Semoga dengan momentum Pertamina Mandalika Street Circuit, agenda MotoGP dan segala side eventnya, menjadi momentum dan merubah nasib balap liar. Bisa lebih mendekatkan mimpi anak anak di Balap liar untuk mendunia, sehingga balapan jalanan yang selama ini terjadi, dapat dipindahkan menjadi bakat yang terbina secara baik dan berkepanjangan.

Sekali lagi, dengan MotoGP, mari kita rubah paradigma penanganan balapan jalanan, menjadi prestasi yang membanggakan untuk anak Indonesia. Kenapa? Karena selama ini kita lebih mengkonsumsi negatifnya balap liar, padahal disana tersembunyi talenta talenta luar biasa, mulai terampil membawa motor alias jago balap, jago setting mesin atau mekanik terampil, jago akrobatik dengan motor dan jago modifikasi. Bahkan penemuan penemuan terbaru tentang mesin oleh anak anak, baik melalui jalur sekolah maupun komunitas otomotif.

Terakhir, mari kita berdoa dan memberi harapan terbaik kepada 5 anak yang mewakili Indonesia dalam ajang balap tersebut, Agar mereka bisa berdiri di podium kemenangan nanti. Mereka akan bertanding di balapan Moto3 dan Asian Talent Cup. Dengan rentang umur 13 sampai 17 tahun. Amin

Salam Senyum Anak Indonesia

*Jasra Putra*
Kadivwasmonev KPAI
CP. 0821 1219 3515

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…