Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

Peringati HUT RI, GAMKI Adakan Refleksi Kebangsaan dan Peluncuran E-Book Memoar Amir Liven Sirait

×

Peringati HUT RI, GAMKI Adakan Refleksi Kebangsaan dan Peluncuran E-Book Memoar Amir Liven Sirait

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Example 300x600

Peringati HUT RI, GAMKI Adakan Refleksi Kebangsaan dan Peluncuran E-Book Memoar Amir Liven Sirait

Jakarta, Gramediapost.com

Generasi muda, terkhusus anggota-anggota GAMKI dan GMKI harus turut membantu pemerintah dalam mempercepat penyelesaian COVID-19 melalui berbagai kegiatan sosial.

Pernyataan ini disampaikan politisi senior Akbar Tandjung sebagai narasumber ‘Refleksi Kebangsaan Memperingati 76 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia’ dan peluncuran Electronic Book (e-book) Memoar Amir Liven Sirait ‘Hanya Karena Kasih Karunia’ yang diterbitkan oleh Charles Bonar Sirait School of Communication bekerjasama dengan Dewan Pengurus Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI), Selasa, 17 Agustus 2021.

Akbar Tandjung mengungkapkan, hari ini kita memperingati 76 tahun Indonesia Merdeka. “Ingatlah apa yang menjadi tujuan kemerdekaan Indonesia, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” ujar pria yang pernah menjabat tiga posisi menteri di kabinet pemerintahan Presiden Soeharto itu.

Akbar menekankan, Indonesia sebagai negara yang majemuk, penting untuk menjunjung tinggi kebersamaan dan saling mengasihi.

“Meskipun melalui latar belakang yang berbeda, namun kita tetap berbangsa dan bernegara satu, serta dikenal dunia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga setelah India dan Amerika Serikat,” papar Ketua DPR RI 1999-2004 itu.

Merespon e-book Amir Liven Sirait, Akbar Tandjung mengingat masa-masa mudanya bersama sahabatnya tersebut sebagai sesama aktivis 1970 dan 1980-an itu.

“Saya mengenal Bung Amir Liven Sirait sebagai aktivis yang baik dan konsisten dalam memperjuangkan terwujudnya visi organisasi. Secara khusus, beliau memiliki perhatian lebih dalam bidang seni budaya dengan berbagai capaian prestasinya. Selain memiliki pengalaman dalam berkiprah di DPP KNPI, beliau juga berkiprah di DPP Golkar. Beliau terpilih sebagai anggota DPR dari Golkar pada Pemilu 1997 dari daerah pemilihan Sumatera Utara,” kenang Akbar Tandjung.

Akbar berharap, para generasi penerus dapat bersyukur manakala berkesempatan membaca buku memoar ini, karena perjalanan hidup Amir Liven Sirait termasuk kiprahnya dalam berorganisasi dan berpolitik, merupakan referensi yang berharga sebagai inspirasi yang mencerahkan.

“Buku ini mampu menginspirasi para pembaca, khususnya generasi muda, dalam rangka mewujudkan masa depan Indonesia sebagai bangsa yang besar dan majemuk yang lebih baik di bawah naungan dasar negara Pancasila dan UUD 1945,” kata tokoh HMI yang juga merupakan pendiri dan mantan Ketua Umum KNPI itu.

Amir Liven Sirait penulis e-book yang merupakan Tokoh Senior GMKI dan GAMKI mengenang perjalanannya sebagai aktivis muda, termasuk saat menjadi salah seorang penandatangan Deklarasi Pemuda Indonesia pada 23 Juli 1973 yang kemudian melahirkan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Amir Liven Sirait menekankan pentingnya jiwa nasionalisme. Mantan Ketua Umum GAMKI yang kini berusia 82 tahun itu mengutip pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy, “Jangan tanya apa yang dapat diberikan negara kepadamu, namun pikirkan apa yang kamu dapat berikan kepada negara, dalam hal ini bangsa Indonesia.”

Buku ‘Hanya Karena Kasih Karunia, Sebuah Memoar Amir Liven Sirait’ dicetak setebal 624 halaman berisi kisah masa kecil dalam kemiskinan di Sumatera Utara, menempuh pendidikan tinggi di Yogyakarta, hingga menjadi aktivis di Jakarta dan larut dalam berbagai kiprah gerakan sosial kemasyarakatan. Dari GMKI, GAMKI, KNPI, Partai Golkar, anggota DPR, MPR, DGI, Yayasan PGI Cikini, sampai membantu Menteri Pemuda dan Olahraga yang saat itu dijabat Abdul Gafur, rekan sesama aktivis kepemudaan dan Tokoh KNPI.

Menurut Amir Sirait, dalam setiap peristiwa kehidupan yang ia lalui selalu mengalir kasih Tuhan dan petunjuk jalan baru yang harus ditempuh menuju akhir yang menjanjikan.

Ayah empat anak dan sembilan cucu ini merasakan kasih sayang Tuhan dan dikaruniai umur yang lebih panjang lagi.

“Memoar ini mengandung esensi rangkaian penderitaan dan kesulitan, rangkaian kegagalan dalam mengejar cita-cita, kadang mencucurkan air mata tetapi tidak sebanding dengan kasih sayang Tuhan yang terus mengalir meliputi kehidupan saya pada usia lanjut lebih dari 80 tahun. Kasih Tuhan inilah yang hendak saya ceritakan pada anak-anak, cucu-cucu, keluarga, teman dan sahabat yang membacanya,” ungkapnya.

Peluncuran buku ini juga menghadirkan Ketua Umum DPP GAMKI 2011-2019 yang juga Ketua MPO GAMKI 2019-2022, Michael Wattimena, yang sedang menyelesaikan studi disertasi doktoral di Amerika Serikat serta dihadiri para senior dan intelektual Kristen lainnya.

Michael Wattimena mengapresiasi peluncuran buku tokoh sepuh GAMKI yang juga salah satu pendiri KNPI Amir Liven Sirait. Menurutnya, buku biografi Amir dalam bentuk e-book sangat bermanfaat bagi generasi muda di kalangan pemuda gereja, khususnya GAMKI.

Di samping itu, dalam buku Amir memaparkan sejarah perjalanan KNPI dimana Amir Sirait muda ketika berkecimpung di wadah kepemudaan.

“Bukunya sangat inspiratif,” ujar Michael.

Ketua Umum DPP GAMKI Willem Wandik mengajak semua pihak untuk mendukung pemerintah dalam mencari dan menemukan solusi untuk membawa bangsa dan negara Indonesia menuju ke jalan keselamatan, kebangkitan, dan kejayaan.

Menurut Wandik, pandemi Covid-19 bagaikan tsunami yang melanda dan mengancam jutaan populasi dan semua lapisan kelas sosial masyarakat Nusantara. Menjadi pembelajaran berharga bagi kita bahwa kemampuan intelektual, jabatan, dan harta, ternyata itu semua tidak bisa memberikan jaminan kepada kita semua untuk luput dari pandemi Covid-19.

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jefri Gultom menegaskan, GMKI patut bersyukur atas perjalanan panjang senior Amir Liven Sirait. “Sejauh mata memandang kisah hidupnya yang dinamis, syarat peristiwa yang bermakna, juga cerita perjuangan yang menginspirasi,” kata Jefri.

Pada kesempatan lainnya, Charles Bonar Sirait mewakili pihak Penerbit menjelaskan pada e-book “Hanya Karena Kasih Karunia” Amir Liven Sirait menuliskan beberapa konsep pembangunan politik yang berkonotasi geografis, derivatif, teleologis, dan fungsional. Seluruh pengalaman kehidupan Amir Liven Sirait yang diceritakan dengan cara bertutur mewakili aspek-aspek tersebut, baik yang terjadi di Indonesia maupun di negara lainnya.

Pada bagian Refleksi Kebangsaan di tengah-tengah Pandemi Covid-19, Charles yang merupakan Tokoh Komunikasi Nasional tersebut menekankan pentingnya Pemerintah, nasyarakat, termasuk DPP GAMKI memberikan perhatian penting terhadap riset dan publikasi tentang Sektor Kesehatan Masyarakat (Public Health) yang tidak dapat dipisahkan dari Pembangunan Bangsa dan Negara.

Charles Bonar Sirait menjelaskan publik dapat memperoleh e-book “Hanya Karena Kasih Karunia” secara cuma-cuma dengan memesan melalui link www.gamki.or.id/HUTRI76.

Di akhir acara, semua pembicara sepakat, anak muda memiliki peran penting untuk membantu pemerintah menyelesaikan krisis yang dialami bangsa. Dampak pandemi Covid-19 bukanlah krisis pertama yang dihadapi Indonesia, karena itu, semangat ‘tangguh dan tumbuh’ generasi muda akan membawa Indonesia pada jalan kesejahteraan melewati persoalan besar ini.

“Saya selalu ingat apa yang dikatakan Bung Karno. Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, tapi satu anak muda bisa mengubah dunia,” pungkas Akbar Tandjung.

INFORMASI TERKAIT E-BOOK & FORM PEMESANAN FREE E-BOOK : INSTAGRAM @amirlivensiraitinstitute https://forms.gle/Pr3L6aEudq3TwLF26 & www.gamki.or.id/HUTRI76

SPESIFIKASI E-BOOK MEMOAR AMIR LIVEN SIRAIT
1. Judul : “Hanya Karena Kasih Karunia – Sebuah Memoar”
2. Penulis : Amir Liven Sirait,MBA
3. Editor : Bunga Sirait
4. Penerbit : CBS School Of Communications Jakarta
5. Jumlah Halaman : +/- 576 halaman
6. Jumlah Bab Buku : 23 Bab

KATA SAMBUTAN PADA E-BOOK :
– Bapak Ir. Akbar Tandjung – Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar
– Bapak Dr.(H.C) dr.H.R. Agung Laksono – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia
– Almarhum Bapak Pdt. DR (hc) DR. S.A.E Nababan LLD – Ketua Umum Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) 1984-1987, Ephorus HKBP 1987-1998
– Almarhum Bapak Pdt. DR.Sularso Sopater – Ketua Umum Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) 1987 – 2001, Ketua Sinode Gereja Kristen Jawa

TANGGAPAN ATAS ISI BUKU :
– Bapak Rosan Roeslani – Calon Duta Besar RI untuk Amerika Serikat
– Bapak Suryopratomo – Duta Besar RI untuk Amerika Serikat

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…