Alkitab Bukan Kitab Dongeng: Alkitab itu Dokumen Historis yang Sudah Teruji Kebenarannya!!!

0
53

Alkitab Bukan Kitab Dongeng: Alkitab itu Dokumen Historis yang Sudah Teruji Kebenarannya!!!

12 Alasan Rasional dan Obyektif untuk Mempercayai Alkitab

(Apologetika Agama Kristen Protestan untuk Alkitab: Bagian 2)

Oleh: Hotben Lingga

‘Banyak pertanyaan tentang Alkitab, seperti: Bisakah kitab suci tua seperti Alkitab dipercaya pada zaman modern sekarang ini? Mengapa kita mempercayai Alkitab? Bisakah saya mempercayai Alkitab? Mengapa kita percaya bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan? Bagaimana kita tahu bahwa Alkitab itu benar dan dapat diandalkan serta dapat dipercaya? Apakah ada alasan-alasan yang rasional untuk percaya bahwa Alkitab memang dokumen-dokumen historis yang dapat dipercaya? Mengapa kita Umat Kristen Protestan bisa dan harus percaya dan yakin bahwa Alkitab itu benar-benar adalah Firman Tuhan?

Apa yang membuat Alkitab berbeda dari buku-buku yang lain? Apa yang membuat Alkitab menjadi buku yang luar biasa?

Ada banyak kepercayaan di dunia ini yang saling mengklaim paling benar. Bagaimana kita Penganut Agama Kristen Protestan tahu bahwa apa yang kita percaya itu benar dan tidak salah percaya atau ditipu. Bagaimana kita tahu Alkitab itu benar dan kita tidak ditipu oleh Alkitab kita?

Mengapa dan Apa Alasan Alkitab bisa dipercaya secara Rasional dan obyektif?

Ada banyak alasan rasional, logis, ilmiah dan obyektif untuk kita percaya bahwa Alkitab itu benar dan dapat dipercaya.

Ada 12 alasan rasional dan obyektif untuk mempercayai Alkitab:

Pertama: Alkitab terbukti sangat akurat dan tepat secara historis. Apa yang dicatat dan didokumentasikan oleh Alkitab benar-benar kredibel, faktual, nyata, ada dan terjadi, baik kejadian/peristiwanya, tokoh-tokohnya, tempat kejadiannya maupun perincian-perincian lainnya. Alkitab mencatat interaksi dan relasi manusia dengan Tuhan.

Alkitab sangat akurat secara historis. Alkitab merupakan dokumen sejarah yang menyebutkan nama orang, suku bangsa, kerajaan, perbuatan, nama kota, budaya, adat istiadat, peristiwa besar dunia, ekonomi, agama, dll. Para sejarawan telah mempelajari isi Alkitab secara mendalam, hasilnya Alkitab telah terbukti berkali-kali akurat secara historis dan arkeologis dalam apa yang dicatatnya. Tidak ada ketidakakuratan sejarah atau kesalahan apapun dalam Alkitab.

Arkeologi modern dan penemuan-penemuan arkeologis telah membuktikan bahwa Alkitab akurat secara historis. Seluk beluk historis yang dicatat Alkitab sepenuhnya bisa diverifikasi kebenarannya. Alkitab mencatat secara akurat tempat-tempat geografis (Israel, Mesir, Babilonia, dll.) Dan tokoh-tokoh historis (misalnya Raja Saul, Raja Daud, Raja Salomo, Herodes atau Pontius Pilatus, dll). Tidak ada satupun tempat yang tercantum dalam geografi Alkitab itu yang fiktif (bersifat khayalan), dongeng-dongeng atau ilusi!! Kita tidak mungkin mau dan bisa percaya pada kebenaran kitab suci kalau dalam kitab suci tersebut geografisnya fiktif dan tidak pernah ada.

Kedua: Alkitab ditulis oleh para saksi mata (Lukas 1:2; 2 Pet 1:16) atas peristiwa-peristiwa dan keadaan yang mereka catat. Buku-buku atau naskah-naskah Perjanjian Baru ditulis oleh Saksi-Saksi Mata (tokoh-tokoh riil) atau murid dari para saksi mata yang melihat dan berinteraksi dengan Yesus Kristus. Para saksi mata penulis Kitab-kitab PB ini menyaksikan kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Lukas misalnya menyebut dirinya sungguh-sungguh melakukan penyelidikan secara seksama kepada para saksi mata sebelum menulis Injilnya. (Luk 1: 1-4).

Alkitab merupakan buku kesaksian para saksi mata peristiwa historis yang telah membentuk dunia.

Ketiga: Dibandingkan dengan naskah-naskah, dokumen-dokumen atau manuskrip kuno lainnya, Naskah Alkitab tidak ada bandingannya dalam hal banyaknya salinan-salinan Alkitab. Kitab Perjanjian Baru yang ditulis dalam Bahasa Yunani memiliki lebih dari 5800 salinan/manuskrip dalam bahasa Yunani juga. Ada lebih dari 5800 salinan teks PB Yunani, sebagian besar berasal dari antara abad kedua dan kelima (bersama dengan terjemahan dan kutipan dari bapa-bapa gereja mula-mula).

Banyaknya salinan-salinan atau manuskrip tersebut memperlihatkan bahwa isi/konten Perjanjian Baru dilestarikan/dipelihara orisinalitas dan keotentikannya. Dibandingkan dengan teks kitab kitab kuno lainnya, ribuan salinan-salinan PB yang isinya hampir persis sama, memperlihatkan bahwa isi Alkitab kita saat ini itu asli, benar dan otentik seperti teks aslinya yang sudah rusak dan hilang.

Baca juga  Komnas Perempuan Bentuk Panitia Seleksi Pemilihan Anggota Komisi Paripurna Komnas Perempuan Periode 2020 – 2024

Jadi, Alkitab adalah kumpulan dokumen atau teks yang paling terpelihara dalam sejarah.
Karena Teks kuno sangat mahal dan sulit dibuat, sehingga ditulis dan dibuat dengan hati-hati. Karena itu, Alkitab juga disalin dengan sangat hati-hati dan cermat. Bahkan sampai pada soal tanda titik, jika sebuah salinan ditemukan kurang satu kata, seringkali seluruh proses penyalinan dimulai lagi dan salinan yang cacat dihancurkan!
Proses Penyalinan Alkitab sangat cermat dan menyeluruh.
Semua salinan Alkitab telah dikumpulkan dan kemudian dibandingkan satu sama lain. Hasilnya Perjanjian Baru 99% akurat dengan tulisan aslinya dan tidak satupun dari perbedaan ini mempengaruhi ajaran utama Alkitab.

Keempat: Alkitab mengklaim dirinya diinspirasikan (diilhamkan) oleh Allah, benar, relevan dan berguna di dunia ini.
Apa klaim Alkitab tentang dirinya sendiri? Untuk mengetahui kebenaran tentang Alkitab, maka kita harus memeriksa apa yang dikatakan Alkitab tentang dirinya sendiri. Alkitab dengan tegas mengklaim dirinya sebagai Firman Tuhan. Dalam Perjanjian Lama (PL) ada lebih dari 1.000 kali ayat seperti “Tuhan berkata/berfirman,” yang mencatat persis apa yang Tuhan katakan.

Alkitab mengklaim dirinya sebagai Firman Tuhan lebih dari 3000 kali. (Mis. Yoh 10:35; Ibrani 4:12). Para penulis Perjanjian Baru (PB) sering mengutip PL dengan frasa ‘Tuhan berfirman” (Contoh: Mat 15:4-6); “Kata Kitab Suci’ ; “Kitab Suci Berkata”(Rom 12:2; 1 Tim 6:8). Para penulis PB percaya bahwa Firman Tuhan itu adalah Kitab Suci.

Perjanjian Lama melarang siapapun untuk menambah atau mengurangi Firman Tuhan selain Tuhan sendiri melalui nabi yang berbicara untuk Dia (Ulangan 4: 2). Perjanjian Lama (PL) mengajarkan bahwa setiap Firman yang dicatat dari Tuhan adalah benar (Maz 119: 160; Ams 30: 5; Yohanes 17:17). PB mengajarkan bahwa Kitab Suci itu diilhamkan/diinspirasi/dinafaskan oleh Allah, harus ditaati, diajarkan, dan diberitakan, dan mengajarkan jalan keselamatan (2 Tim 3: 16)

Kelima: Alkitab adalah Firman Tuhan. Karena itu, Penulis utama Alkitab adalah Tuhan sendiri. Karena penulis utama Alkitab adalah Tuhan sendiri maka Alkitab bisa dipercaya kebenarannya.

Alkitab memang ditulis oleh banyak penulis selama kurun waktu sekitar 1500 tahun lebih. Namun “penulis utama” Alkitab sebenarnya adalah Tuhan Yesus melalui ilham/inspirasi oleh Roh Kudus.

Tuhan menggerakkan orang-orang untuk menulis buku-buku dari Alkitab. Misalnya, Musa berkata bahwa dia menulis kata-kata dari Tuhan (Kel 24: 4)

Para nabi seperti Yeremia (Yer 10:1-3), Yesaya (Yes 1:2), Yehezkiel (1:3), Yunus (1:1) dan Mikha (Mika 1:1) semua menyatakan sedang menulis kata-kata (firman) dari Tuhan.

Rasul Paulus menegaskan bahwa Kitab Suci ada oleh wahyu (inspirasi) oleh Allah atau kitab suci itu diilhamkan Allah (2 Tim 3:16; Ef 3:3-5)
Rasul Petrus menyatakan bahwa orang-orang yang menulis Perjanjian Lama digerakkan dan didorong oleh Roh Kudus (2 Pet 1:21)

Ketika Tuhan Yesus hidup di bumi ini, Yesus menggunakan Kitab Suci untuk menjelaskan diriNya kepada orang-orang. Yesus mengajar dari Kitab-kitab PL untuk menerangkan siapa diriNya. (Luk 24:27).

Karena Yesus adalah Allah maka kalau Ia juga percaya pada otoritas Alkitab Perjanjian Lama, maka kita pun sebagai muridNya juga harus percaya pada otoritas Alkitab. (Mat. 19: 4-5).

Yesus sendiri menegaskan bahwa setiap nubuatan dalam Perjanjian Lama sedang digenapi dalam diri Yesus (Luk. 4:21). Sebelum naik ke Surga, Yesus juga memberikan otoritas atau kuasa kepada para rasul untuk berbicara atas namaNya (Mat 18: 18; Mat 28: 16-20; Roma 3;2). Karena itu, para Rasul juga memiliki kuasa/otoritas dari Tuhan untuk menulis Alkitab Perjanjian Baru. Jadi kita percaya bahwa Alkitab itu adalah Firman Tuhan karena Tuhan Yesus sendiri yang memberikannya pada kita dan yang mengesahkannya.

Keenam: Yesus Kristus mempercayai Alkitab. Yesus benar-benar mempercayai otoritas Kitab Suci PL. Yesus berbicara dan mengajar dengan otoritas Alkitab. Yesus sering mengutip PL dan mengklaim apa yang Dia katakan sama dengan apa yang Tuhan katakan, hal ini menunjukkan bahwa Yesus percaya bahwa PL dapat dipercaya dan akurat sebagai firman Tuhan. Tuhan Yesus menyatakan bahwa PL adalah Firman Tuhan yang ditulis oleh Roh Tuhan (Yohanes 10:35; Mark 12:36).

Baca juga  Dialektika Demokrasi dan Politik dengan Iman Kristen

Dalam Matius 5:17-18 Yesus menegaskan bahwa Dia datang untuk menggenapi PL.

Matius 5 : 17
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Matius 5 : 18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Ketujuh: Karena Yesus bangkit dari kematian, maka Alkitab itu benar.

Sebelum Yesus mati, Yesus telah menubuatkan kematian dan kebangkitanNya dari antara orang mati. Kubur kosong membuktikan bahwa Yesus benar-benar bangkit dari antara orang mati. Para Rasul dan murid Yesus yang paling awal mati sahid karena percaya dan mengakui kematian dan kebangkitan Yesus. Kebangkitan Yesus dari kematian membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Seluruh kitab PB menyatakan bahwa Yesus Kristus mati di atas kayu salib dan bangkit dari kubur di hari ketiga serta naik ke Surga.

Kecuali Rasul Yudas yang bunuh diri menggantung dirinya sendiri, semua Rasul melihat dan menyaksikan sendiri Yesus yang telah bangkit dari kematian. Tidak saja oleh para Rasul tetapi ada 500 orang murid yang berbeda juga melihat dan bertemu secara fisik dengan Yesus paska kebangkitanNya.( 1 Kor 15:6)
1 Korintus 15 : 6
Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.

Fakta bahwa para murid dan Rasul bersedia mengalami penderitaan dan penganiayaan, bahkan rela mati menjadi martir demi iman, kebenaran dan demi Yesus, membuktikan bahwa para murid/Rasul benar-benar sadar dan percaya pada kisah, karya, kasih, kesaksian dan kebenaran tentang Pribadi Tuhan Yesus. Para Rasul dan Ribuan murid Yesus tidak akan bersedia mati konyol untuk sebuah dusta, ketidakbenaran, dongeng dan kesaksian palsu kalau Yesus tidak bangkit dari antara orang mati. Karena para Rasul dan murid Yesus mengalami perjumpaan langsung dan personal dengan pribadi Yesus, melihat dan menyaksikan kematian Yesus di kayu Salib, dan kemudian bertemu langsung, melihat dan menyaksikan kebangkitan Kristus yang benar-benar bangkit dari kematian, maka para Rasul dan murid rela mati syahid bagi Tuhan Yesus dan rela berkorban untuk membela, mempertahankan dan menyebarluaskan kepercayaan mereka. Para Rasul dan murid rela menderita dan mati bagi Yesus karena mereka melihat, mengalami dan menyaksikan dengan kepala mata sendiri Kematian dan Kebangkitan Yesus.

Jutaan orang telah menjadi martir untuk Alkitab. Banyak orang bersedia mati demi Alkitab.

Kedelapan: Alkitab itu tidak memiliki kesalahan karena seluruh isi Alkitab ditulis oleh para nabi dan rasul yang dituntun dan diinspirasi oleh Allah sendiri untuk menulis Alkitab. Jadi karena Alkitab itu ditulis oleh Allah sendiri maka Alkitab itu tidak bisa salah, tidak mungkin palsu dan tidak mungkin menipu.
Mazmur 119 : 160
Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya.

Kesembilan: Ada Kesatuan Tema dan Doktrin. Salah satu ciri paling unik dari Alkitab adalah kesatuannya dalam pengajaran/doktrin dan tema sentral. Alkitab ditulis dalam rentang waktu lebih dari 1500 tahun dengan sekitar 40 penulis berbeda, namun mereka menceritakan satu tema besar tentang Yesus Kristus (rencana dan sejarah keselamatan dan kisah penebusan dosa). Para penulis PB yang berbeda memiliki pandangan yang sama tentang Tuhan Yesus, jalan keselamatan, dosa, akhir zaman, Firman Tuhan, moralitas, dll.

Pesan utama dan tema sentral Alkitab adalah tentang Yesus Kristus dan kasihNya, tentang rencana keselamatan dan penebusan dosa oleh Tuhan Yesus.

Sepuluh: Alkitab merupakan buku paling berpengaruh di dunia ini. Alkitab telah mentransformasi dunia. Pengaruh Alkitab mendorong orang orang di seluruh dunia untuk membangun lebih banyak rumah sakit, sekolah, panti-panti asuhan, universitas-universitas dan organisasi-organisasi kemanusiaan, daripada pengaruh buku lain.
Banyak orang diubah oleh Alkitab menjadi orang baik. Banyak orang yang berjanji atau bersumpah menggunakan Alkitab.

Baca juga  Alcatel-Lucent Enterprise Education Day 2021: Teknologi Tepat untuk Sistem Belajar Hybrid yang Sesuai Kebutuhan Guru dan Murid

Sebelas: Bagi umat Kristen Protestan, Alkitab merupakan buku paling penting di dunia ini. Karena Alkitab merupakan buku dimana kita bisa mencari dan menemukan dan mengenal Tuhan Allah Sang Pencipta alam semesta. Karena Alkitab adalah wahyu khusus tentang Yesus Kristus Pencipta alam semesta dan manusia.

Duabelas: Alkitab telah diapresiasi, dipuji, dikutuk, dibatasi, dilarang, diharamkan, dibakar dan diperangi. Di banyak negara, Alkitab masih dilarang untuk disebarkan atau dimiliki. Akan tetapi walaupun banyak orang yang telah berusaha untuk menghancurkan Alkitab, namun semua orang yang berusaha menghancurkan Alkitab telah gagal.

Sebagai kesimpulan atas pertanyaan: Mengapa kita penganut agama Kristen Protestan mempercayai Alkitab? Jawabannya adalah karena ada banyak alasan kita percaya pada Kebenaran Alkitab, terutama alasan historis, logis, arkeologis dan teologis.

Sebagai kesimpulan:

1. Dasar dari agama Kristen Protestan adalah keyakinan bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan yang benar dan berotoritas. Alkitab adalah buku-buku yang ditulis oleh manusia tetapi dengan inspirasi dan tuntunan ilahi yang ditulis tanpa kesalahan.

2. Umat Kristen Protestan percaya bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Bagi kita, Alkitab adalah satu-satunya panduan, otoritas tunggal dan final untuk semua kepercayaan, doktrin, dan praktik Kristen, baik secara pribadi maupun di dalam gereja. Bagi kita, setiap kata yang terkandung di dalam Alkitab berasal langsung dari Tuhan sendiri. Kalau Alkitab berbicara, Tuhan berbicara.

3. Kekristenan merupakan iman yang didasarkan atas peristiwa-peristiwa historis yang dicatat oleh para saksi mata dan bisa diverifikasi kebenarannya. Alkitab itu merupakan dokumen historis, bukan “kitab-suci kuno” yang menceritakan tentang kisah-kisah dongeng/mitologis atau memberikan nasehat-nasehat filosofis. Alkitab itu Dokumen Historis yang Sudah Teruji Kebenarannya. Alkitab Bukan Kitab Dongeng!

4. Kebenaran agama Kristen Protestan terletak pada kebenaran tentang pribadi Yesus Kristus. Yesus Kristus menggenapi nubuatan-nubuatan, menegaskan diriNya sebagai Tuhan yang datang dalam wujud manusia; melakukan banyak mujizat-mujizat besar; mati di atas kayu salib dan bangkit dari maut secara fisik. Kebenaran utama tentang kekristenan adalah kebenaran tentang Yesus Kristus, tentang klaim-klaim Yesus dan perbuatan-perbuatan Yesus. Kebenaran tentang Kekristenan tergantung pada kebenaran tentang Yesus Kristus.

Bagi agama Kristen Protestan, Kebenaran kekristenan terletak pada pribadi Yesus yang berkata,”
Yohanes 14 : 6 “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Yesus Kristus menegaskan DiriNya adalah Tuhan dan satu-satunya kebenaran. Yesus melakukan banyak mujizat dan bangkit dari maut. Hanya ada 2 kesimpulan tentang Yesus dan klaim-klaimNya: Benar atau Salah. Kalau klaim-klaim, kisah-kisah dan fakta-fakta tentang Yesus Salah atau palsu, maka Kekristenan itu juga Salah/Palsu. Kalau Yesus Kristus tidak bangkit dari antara orang mati, maka kita harus meninggalkan dan menanggalkan iman kita. Untuk apa percaya pada mitos/dongeng? Untuk apa mempercayai Yesus kalau Dia hanya seorang manusia biasa sama seperti kita, tidak berbeda dengan orang lain. Kalau Yesus bukan Tuhan yang menjadi manusia dalam daging, maka kita harus mencela Yesus sebagai orang gila yang mengaku-ngaku sebagai Tuhan padahal Dia hanya seorang manusia biasa. Karena itu, kalau apa yang diklaim Yesus tentang diriNya adalah benar maka kekristenan itu juga benar.

5. Agama Kristen Protestan itu bersesuaian dengan akal budi, rasionalitas dan fakta-fakta. Kekristenan bisa membuktikan bahwa Alkitab adalah inspirasi/pewahyuan Allah.
Isi Alkitab bisa dibuktikan atau diverifikasi kebenarannya. Alkitab itu rasional dan logis dalam ajaran-ajaranNya. Tidak ada isi Alkitab yang tidak akurat. Tidak ada isi Alkitab yang mengandung kesalahan.

(Hotben Lingga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here