Serian Wijatno Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat: Pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW Indonesia akan Bermanfaat bagi Masyarakat Muslim dan Non Muslim Indonesia.

0
1521

 

Serian Wijatno Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat: Pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW Indonesia akan Bermanfaat bagi Masyarakat Muslim dan Non Muslim Indonesia.

Jakarta, Gramediapost.com

 

Serian Wijatno Wakil Sekretaris Jendral Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat mengungkapkan bahwa Pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW di Indonesia akan sangat bermanfaat bagi masyarakat muslim dan non-muslim Indonesia

Dewan Masjid Indonesia (DMI) akan menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah perguruan tinggi, lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan lembaga riset untuk mengembangkan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad Shallallahu A’laihi wa Sallam (SAW) dan Peradaban Islam sebagai pusat keilmuan terkait kehidupan Rasulullah SAW.

Wakil Sekjend Pimpinan Pusat (PP) DMI, Dr. H. Serian WIjatno, S.E., M.M., M.H., menyatakan hal itu pada saat dihubungi.

“Kerja sama dengan berbagai lembaga riset, pondok pesantren, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan Islam ini sangat penting untuk mewujudkan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW yang dinamis. Museum ini hendaknya menjadi pusat keilmuan agama Islam, khususnya untuk mempelajari kehidupan Rasulullah SAW secara menyeluruh,” tutur Dr. Serian Wijatno.

Penggunaan teknologi digital berbasis audio visual tentu akan memudahkan para pengunjung museum untuk lebih memahami sejarah kehidupan dan perjuangan Nabi Muhammad SAW. “Termasuk penggunaan teknologi 3 Dimensi, Augmented Reality (Realitas Tertambat), Teknologi Informasi, dan Artificial Intelligent (Kecerdasan Buatan),”

“DMI akan terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mengembangkan dan memajukan museum ini., Tujuannya agar sebanyak mungkin elemen masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, mendapatkan manfaat dari keberadaan museum ini,” ungkapnya.

Seperti dinyatakan oleh Ketua Umum PP DMI, Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jususf Kalla, lanjutnya, maka ada tiga poin penting dalam bidang keilmuan yang terkait dengan museum ini. “Tiga poin itu ialah sejarah perjuangan dan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, jejak-jejak peradaban Islam di dunia, serta sejarah masuknya dakwah dan syiar Islam ke Kepulauan Nusantara,” imbuhnya.

Baca juga  Salurkan Bansos, Polres Kep Seribu Datangi dan Bagikan ke 210 KK Terdampak Covid-19

Dr. Serian Wijatno juga turut hadir dalam prosesi Peletakan Batu Pertama (Groundbreaking) Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam di atas lahan 6 hektar pada Rabu (26/2) sore di Pantai Ancol Timur, Jakarta Utara.

Kegiatan ini diresmikan langsung oleh H. Muhammad Jusuf Kalla, yang juga memberikan kata sambutan dalam prosesi ini. Wakil Presiden Republik Indoensia (RI) ke-10 dan ke-12 ini pun menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya groundbreaking pembangunan museum.

“Museum ini juga akan memberikan manfaat yang sangat banyak untuk masyarakat muslim maupun non muslim di Indonesia, “tutur Menteri Agama Fachrul Razi yang hadir dan ikut menekan sirine pada acara tersebut.

“Masyarakat non muslim Indonesia juga diharapkan akan bertambah wawasannya terkait sejarah peradaban Islam yang sesungguhnya melalui Museum Rasulullah SAW ini bahwa Islam tidak disebarkan dengan cara kekerasan pada masa Nabi Muhammad SAW. Namun Islam disebarkan dengan penuh kasih sayang, sebagaimana yang kita lihat saat ini,”ujar Menag Fachrul Razi.

Atas nama pemerintah, ucapnya, Kami memberikan apresiasi positif terhadap peran penting Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, yang telah menginisiasi pembagunan Museum Rasulullah SAW yang terbesar di dunia ini.

Menurutnya, para pengunjung Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW dapat melihat model kepemimpinan Rasulullah di Kota Madinah. Bukan saja pada perang Badar, tetapi juga pada saat beliau memimpin di Madinah. Hal ini yang sangat menonjol dari Rasulullah SAW.

“Khususnya pada saat beliau (Nabi Muhammad SAW) memimpin rakyat dengan bermacam suku, bangsa, dan agama. Bagaimana beliau mampu memimpin di sana dengan sangat baik,” jelasnya.

Baca juga  Dedi Mulyadi Jabat Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Jawa Barat, Ini Langkah Strategisnya

Para pemimpin di Indonesia pun, ungkapnya, harus bisa meneladami kepemimpinan Rasulullah di Kota Madinah. “Apalagi bangsa ini (Indonesia) juga dihuni oleh penduduk yang beranekaragam,” katanya.

“Dan itu saya kira sangat pantas dicontoh oleh pemimpin-pemimpin Indonesia dalam memimpin bangsa yang beraneka ragam ini dengan bermacam-macam suku, agama, dan bahasa. Saya kira dengan museum ini, saya kira kita akan bisa belajar lebih banyak,” tutur Menag Fachrul Razi yang juga Ketua Majelis Mustasyar PP DMI.

Anies Bawesdan Gubernur DKI dalam sambutannya pada
Peletakan Batu Pertama (Groundbreaking) Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam di Pantai Timur Ancol, Jakarta Utara
menyatakan “Bahwa merupakan suatu keberkahan bagi warga DKI Jakarta, khususnya dan warga Indonesia umumnya, ketika beberapa bulan lalu mendengar kabar bahwa Jakarta, ibu kota Republik Indonesia (RI), menjadi tuan rumah Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam.

Museum ini, lanjutnya, merupakan satu-satunya museum yang dibangun di luar Kerajaan Arab Saudi. Indonesia mendapat kepercayaan dari Rabithah al-Alam al-Islami atau Liga Dunia Islam untuk mengembangkan dan merawat museum ini, ujarnya.”

 

(Lili Judiarti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here