Pameran Seafood Show of Asia 2019 digelar di JIEX Kemayoran Jakarta

0
453

Jakarta, Gramediapost.com

 

PT.Krista Media Pratama dengan didukung Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (APSI) dan Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) kemball menyelenggarakan pameran lnternasional Seafood Show of Asia pada tanggal 13 s/d 16 November di Jl Ekspo kemayoran Jakarta. Pameran ke dua ini semakin marak jika dibandingkan yang pertama, diikuti sekitar ….. dari ….negara, dan diperkirakan jumlah pengunjungan akan mencapai sekitar …… ribu orang dari berbagai negara. pameran ini menampilkan berbagai produk olahan perikanan dari berbagai negara juga menampilkan berbagai peralatan pendingin dan peralatan penunjang lainnya yang dibutuhkan oleh lndustri pengolahan Perikanan

Dalam pembukaan pameran Seafood Show of Asia 2019, ketua umum APSI Budhi Wibowo menyampaikan bahwa trend pasar untuk produk olahan perikanan, semakin banyak konsumen yang mencari produk yang sudah siap masak atau siap makan (ready to cooked atau ready to eat).

Studi yang dilakukan oleh lembaga ”Reaseach and Market” menyebutkan bahwa pasar dunia makanan siap masak dan siap makan setiap tahun tumbuh Iebih dari 10 persen dan didominasi oleh produk beku (frozen product). Pertumbuhan yang sangat pesat tersebut berkaitan dengan perubahan gaya hidup masyarakat di seluruh dunia termasuk dunia, yang selalu berpacu dengan waktu, memerlukan makanan yang cepat diolah atau disajikan. Oleh karena itu APSI yang beranggotakan sekitar 100 UPI (Unit Pengolah lkan) telah meminta kepada anggotanya agar mulai fokus untuk mengembangkan produk siap masak dan siap makan,
yang sebagian diantaranya dipamerkan pada pameran ini.

Berkaitan dengan semakin besarnya kebutuhan produk2 siap masak dan siap, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) bekerja sama menggelar tantangan inovasi bisnis atau business innovation challenge (BIC) perikanan. Gelaran tersebut bertujuan untuk mencegah dan menurunkan prevalensi anemia dan stunting. ”Topik (ita kali ini adalah menemukan inovasi produk perikanan dengan nilai tambah yang siap masak dan siap nakan (ready to cook and ready to eat). Serta tanpa mengurangi kandungan protein dan zat gizi lainnya ang penting bagi tubuh,” ujar Senior Project Manager GAIN, Rahmi Yetri Kasri yang disampaikan pada pembukaan Seafood show of Asia

Baca juga  Di Dermaga Marina Ancol, 142 Penumpang Kapal ke Pulau Seribu Scan PeduliLindungi

Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, 261 juta jiwa, tapi Indonesia masih menghadapi beban ganda gizi. Menurut data Riskesdas 2018, terdapat 48,9 persen ibu hamil mengalami anemia, 30,8 persen balita mengalami stunting, dan 8 persen balita mengalami obesitas.

BIC merupakan kompetisi yang memiliki tujuan untuk menemukan dan memperkuat inovasi teknologi lokal untuk mengatasi susut pasca panen. Pemenangnya akan mendapatkan dukungan teknis dan pendanaan awal (seed funding), serta dukungan akses kepada fasilitas keuangan dan pasar. Pemenang akan mendapatkan hadiah sebesar Rp 1,2 miliar dan pendampingan pengembangan produk.

Rahmi memperjelas hadiah yang akan dibagikan kepada pemenang. ‘Kami pertama akan menyediakan Rp 100 juta untuk 10 finalis artinya masing-masing Rp 10 juta. Kemudian kita akan menambahkan untuk 5 terbaik
Rp 15 juta dan total hadiah Rp l miliar untuk S pemenang. Pendaftaran kompetisi ini berakhir pada 26 November 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here