3 Teknologi Kedokteran Gigi ini Pikat Peserta Konferensi IDEC 2019

0
24

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) kembali hadir di tanah air. Pameran dagang dan konferensi internasional kedokteran gigi Indonesia ini berlangsung selama tiga hari dari 13-15 September 2019. Ini adalah kali kedua IDEC diselenggarakan setelah pertama kali terselenggara pada 2017.

Dengan mengangkat tema “The Premier Dental Exhibition and Conference for Indonesian Market”, IDEC 2019 yang menempati area seluas 5000 m2 di Assembly Hall menghadirkan 232 ekshibitor dari 18 negara dan 3 paviliun nasional dari Cina, Korea Selatan dan Jerman serta sejumlah pelaku usaha lokal

“IDEC 2019 akan menyuguhkan berbagai informasi berharga dan update tentang perkembangan industri kedokteran gigi untuk meningkatkan standar pelayanan kedokteran gigi dan perawatan gigi di Indonesia.” tutur Ketua IDEC 2019, drg. Diono Susilo, MPH.

IDEC tak hanya menjadi ajang bertemunya para tenaga kesehatan gigi dan mulut dengan pelaku bisnis dan pemerintah saja, melainkan juga sebagai wadah tukar pikiran dalam berbagi perkembangan teknologi kedokteran gigi terkini. Setidaknya ada 3 tren yang memikat para pengunjung konferensi dan diharapkan dapat diterapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Teknologi pertama yang menjadi sorotan adalah teknologi digital dalam perawatan gigi. Dr. How Kim Chuan asal Malaysia membahasnya dalam main lecture yang berjudul “Digital Solutions from Scan Body to Restoration in Full Mouth Rehabilitation” pada 13 September 2019.

Dalam seminar ilmiah tersebut, para pelaku kesehatan gigi diperkenalkan dengan bagaimana teknologi digital dapat membantu masyarakat dalam melakukan restorasi pada mulut dan gigi dan agar tampil lebih estetik. Serangkaian proses seperti gambar digital gigi, sinar X pada mulut secara penuh hingga teknologi 3D menjadi tuntutan keilmuan yang harus dikuasai oleh dokter gigi tanah air.
Kedua, penerapan teknologi pada perawatan endodontik alias saluran akar gigi. Teknologi ini penting mengingat masih banyak dokter gigi yang melakukan metode terdahulu lewat proses mumifikasi yang kini sudah banyak ditinggalkan.

Baca juga  Djumo Matini: Pemerintah Harus Fokus Merevitalisasi Industri Tekstil Indonesia

Melalui seminar berjudul “Technological Advances to Improve Endodontic Excellence” yang diselenggarakan pada 13 September 2019, Dr. Jeff Ward BDS, MDSc dari Australia akan berbagi kepada para peserta tentang bagaimana menerapkan teknologi dalam perawatan saluran akar.
Dengan tetap berpatokan pada prinsip-prinsip edondontik seperti pembuangan jaringan yang terinfeksi atau eliminasi kuman, preparasi hingga sterilisasi saluran akar, teknologi ini membantu dokter gigi di Indonesia dalam memberikan pelayanan kesehatan gigi pada masyarakat dengan lebih optimal.
Terakhir, tren teknologi yang memikat para peserta konferensi adalah penggunaan laser dalam mengatasi gigi hipersensitif. Sejauh mana kegunaannya akan dibahas lebih lanjut oleh pakar kesehatan gigi dari India yakni Dr. Niladri Maiti dalam seminar ilmiah berjudul “Laser Assisted Bioglass Theraphy In Management of Dentin Hypersensitivity” pada 15 September 2019.

Gigi hipersensitif (hipersensitivitas dentin) adalah gangguan pada gigi yang membuat rasa ngilu bagi penderitanya. Berkat teknologi laser, masyarakat kini tak perlu khawatir lagi dalam mengatasi masalah gigi hipersensitif.

Dibandingkan dengan metode konvensional yang memakan waktu lebih lama, perawatan melalui laser akan berdampak pada hasil yang lebih cepat dengan waktu aplikasi yang lebih sedikit pada pasien. Inilah metode terbaru dan yang baik dalam menyelesaikan rasa sakit jangka panjang dengan segera.

Itulah 3 tren kesehatan gigi dan mulut terkini yang dibahas di IDEC 2019. Di samping itu IDEC juga menghadirkan berbagai perkembangan teknologi kedokteran gigi lainnya, mulai dari dental photography, ortodontik, oral surgery, period bahkan hingga inovasi dalam self-ligation. Ada pula dentist robotics yang siap menjadi inspirasi dalam penerapan teknologi kedokteran gigi di Indonesia.

“Dengan hadirnya tren teknologi di IDEC, kami berharap pameran ini dapat menstimulasi para pelaku bisnis kesehatan gigi lokal untuk turut mengembangkan peralatan berbasis teknologi sekaligus mendorong para praktisi kesehatan gigi dalam mengembangkan kompetensi dan keterampilannya sesuai tuntutan zaman.” papar Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Dr. drg. Sri Hananto Seno.

Baca juga  Diskusi Publik MNC-TRIJAYA: LGBT, Hak Azasi dan Kita.

Tentang Penyelenggara

Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), didirikan pada tahun 1950, merupakan organisasi resmi yang menaungi para profesional di bidang kedokteran gigi di Indonesia. Saat ini PDGI memiliki 19 pengurus wilayah dan 288 cabang.

Untuk mencapai visinya, yakni menjadi organisasi kedokteran gigi yang terpercaya dan profesional di Indonesia, PDGI memiliki misi membangun kerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kesehatan mulut, memperkuat tata kelola organisasi dengan memperdayakan struktur yang ada; memajukan ilmu kedokteran gigi dengan meningkatkan pendidikan dan memberikan peluang meneruskan pendidikan; serta mendorong profesionalisme di dalam industri dengan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya dan memberikan perlindungan hukum kepada para anggotanya.

(Hotben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here