KERABAT MAKRAME HANDMADE TENGGARONG SEBERANG MEMAJUKAN SENI BUDAYA DAYAK KALIMANTAN TIMUR

0
139

 

Jakarta, Gramediapost.com

 

Diprakarsai oleh Indah Azarya Sopaheluwakan maka terbentuklah komunitas tersebut, “Anggota kami adalah para ibu yang berawal dari pertemanan ibu-ibu kreatif di facebook. Saya mengajak ibu-ibu itu untuk membentuk grup dan mengupayakan kopi darat agar dapat saling berbagi ilmu. Ternyata ibu-ibu tersebut setuju bahkan yang lebih hebat lagi mereka memiliki kelebihan masing-masing,” ungkap Indah.

Indah Azarya Sopaheluwakan bersuamikan Betsian Septi Vicardo dan memiliki satu putri ini yang manis bernama Betsina Meyliana Sopaheluwakan adalah termasuk sosok Kartini era kini yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap seni budaya khususnya Dayak Samarinda. Inilah cara yang ia lakukan untuk berbakti bagi negeri ini.
Tepatnya di L2 Blok C RT 012 No. 13 Gang Sepaku Desa Karang Tunggal Dusun Mekar Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur, Kerabat Makrame Handmade Tenggarong Seberang, Samarinda bermarkas. Kelompot tersebut merupakan kumpulan ibu yang penuh dengan jiwa seni dan kreatifitas yang tinggi.
Dengan kreativitas yang dimiliki para ibu tersebut, mereka dapat menghasilkan produk berbahan talikur berupa tas, dompet, dan souvenir untuk acara pernikahan. Demikian juga yang berbahan mote yang dihasilkan berupa bunga hias, bros yang berbahan dari manik-manik. Ada juga taplak meja, sarung bantal, tas, dompet, kotak tissue, kalung, anting serta gantungan kunci.
Untuk pengembangan/pembuatan barang kerajinan (craft) semua anggota group merupakan tutor sebaya yang saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Komunitas Keluarga Macrame Samarinda yang kini beranggotakan 23 orang berusia sekitar18 tahun hingga 50 tahun, dapat dikatakan merupakan wanita yang sebagian besar ibu-ibu muda yang kaya akan ide-ide cemerlang dan kreatif.
Kerabat Makrame Handmade Tenggarong Seberang, Samarinda bisa dikatakan sebagai The power of Kartini dalam mengembangkan kreasi seni craft. Mereka juga beruntung karena di dalam kelompok mereka terdapat seorang yang bernama Bunda Rosma, yang perannya menambah khasanah perbendaharaan ilmu dalam mengajarkan membuat bunga dan kotak tissue dari mote kelebihan Bunda Rosma cepat tanggap jika menemukan inovasi motif baru.
Untuk mendapatkan alat dan bahan dalam pembuatan produk kerajinan tangan tersebut, komunitas ini mendapatkannya di toko terdekat yaitu di Pasar Pagi Samarinda dan juga terdapat di Toko Grosir Pasar Segiri Samarinda.
Geliat ibu-ibu muda yang tergabung dalam Kerabat Makrame Handmade Tenggarong Seberang, Samarinda itu memanfaatkan waktu-waktu senggang mereka mengembangkan seni budaya Samarinda, Kalimantan Timur karena beberapa craft (kerajinan tangan) yang mereka buat ada motof-motif dayak, Samarinda, Kalimantan Timur yang mereka sematkan. Ini merupakan cara mengenalkan seni/budaya Samarinda, Kalimantan Timur. Suatu upaya yang patut diacungkan jempol.
Untuk menunjukkan/memamerkan hasil karya mereka rumah Indah Azarya Sopaheluwakan dijadikan galeri karya-karya craft yang mereka buat atau secara pribadi masing-masing ibu yang membuat karya craft itupun secara tidak langsung menjadikan rumah tempat mereka berkarya sebgai galeri.
Ketika ditanya apakah sudah mendapat bantuan dari pihak pemerintah? “Belum pernah ada bantuan dari pemerintah daerah karena pemerintah belum tahu aktivitas dan karya kami,” tandas Indah. “Kendala kami di modal saja dalam mengembangkan produk karya craft ini,” ungkapnya lagi.
Kegiatan yang sangat bermanfaat ini mereka lakukan di sela-sela waktu mereka, setelah melaksanakan seluruh aktivitas sebagai ibu rumah tangga, “Kegiatan ini sama sekali tidak mengganggu, karena pekerjaan ini kami kerjakan masing-masing di rumah dan dikerjakan setelah mengerjakan seluruh pekerjaan rumah terlebih dahulu,” tegas Indah lagi.
Selain itu kegiatan kopi darat pun mereka lakukan sebagai ajang silaturahmi setelah disepekati bersama kapan waktu dan tempatnya. Tempat favorit mereka berkumpul adalah Taman Samarendah, Samarinda.
Kegiatan yang dilakukan Kerabat Makrame Handmade Tenggarong Seberang, Samarinda ini, disamping memiliki kepuasan batin setelah karyanya selesai secara financial ini akan menambah penghasilan dan sangat membantu perekonomian keluarga.
“Harapan kami agar pemerintah setempat dapat memberikan bantuan dan mendapat bimbingan dari orang yang benar-benar ahli di bidang ini dan memberi pelatihan dan diharapkan ada juga yang membantu pemasaran karena selama ini belum pernah ada,” demikian harapan Indah.
Jika diamati mereka memasarkan melalui sosial media saja. Agar dapat berkembang dan menjadi ladang pekerjaan buat emak-emak sambil menjaga anak di rumah tetapi juga dapat membantu perekonomian keluarga. Tentu suatu upaya yang sangat baik dalam pengembangan ekonomi kreatif dan perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.
Suatu karya yang dapat membanggakan dan mengangkat nama Samarinda karena motif dayak Samarinda, Kalimantan Timur mereka perkenalkan di dalam motif-motif craft (kerajinan tangan) mereka. Suatu aktivitas yang sangat bermanfaat dikerjakan dengan tidak mengganggu aktivitas utama dalam rumah tangga.
Kiranya geliat kerja keras emak-emak yang memanfaatkan waktu luang tersebut semakin maju dalam rangka turut mengembangkan seni budaya Samarinda dan mendapat perhatian pemerintah bahkan coorporate social responsbilitiy (csr) yang ada di wilayah Samarinda tempat mereka berkarya bagi negeri.
Mungkin PKK daerah setempat, UMKM dan Koperasi bahkan Dinas atau Sudin Perindustrian di Samarinda, Kalimantan Timur serta instansi terkait perlu memperhatikan Kerabat Makrame Handmade Tenggarong Seberang, Samarinda ini sebagaimana harapan yang telah mereka ungkapkan.

Baca juga  LEMHANAS Gelar "Jakarta Geopolitical Forum lll 2019: From World Disarray Toward a New Normal"

( Johan S )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here