Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITANasional

20 Peserta Terbaik Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu: Wujud Optimisme Generasi Muda Indonesia

×

20 Peserta Terbaik Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu: Wujud Optimisme Generasi Muda Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

[Kapal Api] Media Briefing Jelang Penjurian 20 Peserta Terbaik Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu – (ki-ka) Johnway Suwarsono, Felicia Utomo, Triawan Munaf, Veronica Colondam, Yoris Sebastian
Jakarta, Gramediapost.com

Example 300x600

 

Menjadi seorang sociopreneur atau menjalankan usaha berbasis pemberdayaan masyarakat/sosial, belakangan ini menjadi pilihan populer di kalangan generasi muda Indonesia. Kreativitas tinggi, didukung daya pikir kritis, serta besarnya optimisme, diyakini PT Santos Jaya Abadi sebagai potensi emas generasi muda Indonesia.

Brand Kopi Kapal Api pun meluncurkan program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu pada Mei 2018 lalu dan saat ini telah menjelang tahap penjurian 20 peserta dengan konsep sociopreneurship terbaik. Mereka menyisihkan lebih dari 5.000 proposal yang didaftarkan melalui www.secangkirsemangat.id hingga 30 September 2018. Penilaian resmi terhadap proposal mereka akan dilaksanakan pada Rabu, 16 Januari 2019 di Artotel, Jakarta.

“Badan Ekonomi Kreatif turut mendukung program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu sejak tahap awal. Program ini terbukti menunjukkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, praktisi dan para pelaku wirausaha sosial sebagai komitmen bersama dalam meningkatkan ekonomi kreatif. Selain itu, menyebarnya ‘virus’ sociopreneurship di kalangan generasi muda Indonesia menjadi indikator positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan harapan bagi munculnya beragam solusi permasalahan sosial-ekonomi di tataran masyarakat,” jelas Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Triawan Munaf yang turut hadir hari ini dan bertatap muka dengan peserta-peserta terbaik tersebut.

Johnway Suwarsono, Group Brand Manager Kapal Api mengatakan, “Kami mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada 20 peserta terbaik program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu. Namun demikian hendaknya mereka tidak berpuas diri, sebaliknya kami harap mereka dapat menyumbangkan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat dan memberi warna tersendiri bagi perkembangan tren sociopreneurship di Indonesia.”

Sejak diluncurkan, program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu telah menghadirkan serangkaian kegiatan, yaitu Networking Day, Appreanticeship, Workshop Sociopreneur, Campus Talk hingga Prototype Mentoring. Di tahap penjurian akhir, kedua puluh peserta tersebut akan diberi waktu untuk mempresentasikan gagasan usahanya masing-masing di hadapan para juri.

“Tentunya kami mencari milenial dengan jiwa sociopreneur. Tidak hanya seorang visioner yang realistis, selalu ingin belajar dan tidak takut gagal, tetapi juga seseorang dengan jiwa kemanusiaan yang tinggi dan memiliki kreativitas sehingga mampu jadi problem solver untuk membantu atasi masalah sosial yang ada di Indonesia,” jelas Yoris Sebastian, Founder & Creative Thinker OMG sebagai salah satu juri.

Senada dengan Yoris, Founder Yayasan Cinta Anak Bangsa, Veronica Colondam mengatakan, “Selain itu, ketika seorang sociopreneur sejati mengalami kegagalan, ia secara konsisten akan menerapkan trial dan improve, menjadi lebih jeli dan tajam dalam melihat peluang, serta dalam memanfaatkan dukungan ekosistem untuk mendukung usaha sosialnya. Dan tentunya, sebuah usaha sosial haruslah profitable, dengan unsur pemberdayaan dan pengukuran dampak yang jelas. Hal-hal tersebut adalah yang juga kami cari di antara sosok 20 peserta terbaik.”

Kedua puluh peserta ini mengajukan ide inovasi di seputar sektor kriya, kuliner, jasa dan arsitektur dan desain interior. Mereka adalah Hera Wijaya asal Cirebon dengan ide bisnis Bongsang, Kerupuk Bonggol Pisang, Irman Dede asal Bandung dengan ide homemade souvenir berbahan kayu pinus atau kayu bekas palet, Fadilatul Laela Insan asal Bandung dengan ide A-GIFT (Ambu-Gift), Maya Sari asal Palangkaraya dengan ide tempurung buah karet sebagai bahan bakar alternatif, Sasi Syifaurohmi asal Semarang dengan ide limbah mangrove dan tanaman indigo sebagai pewarna alami batik, Yohana Christina asal Semarang dengan ide Tahu Abad 21, Lailatul Hikmah asal Semarang dengan ide pembuatan produk kerajinan tangan rumah tangga dari kain perca tenun ikat, Dhimas Handhi asal Denpasar dengan ide memproduksi dan memasarkan jamur organik kualitas premium dengan media ampas kopi, Mursyidin asal Makassar dengan ide pengelolaan limbah kayu, dan Hijrah Purnama Putra asal Yogyakarta dengan ide pengolahan jelantah menjadi biodiesel.

Peserta lainnya adalah Fikri Alyandra asal Surabaya dengan ide PARAMPA!, pembuatan papan partikel dari ampas tebu, M. Zainuddin asal Surabaya dengan ide kripik pisang cokelat (pigela) dan keripik bothe level pedas (botheto), Helmy Baharudin asal Surabaya dengan ide memproduksi olahan cumi tanpa tinta menjadi kerupuk cumi, Miftakhul Farid asal Surabaya dengan ide tas SOE ART berbahan kain denim, Sigit Widodo asal Surabaya dengan ide pembuatan baju nusantara berbasis kain tenun Nusantara, Muhammad Yusuf asal Malang dengan ide pembuatan abon sayur, Meybi Agnesia asal Kupang dengan

ide bisnis pengolahan pangan berbasis daun kelor, Onia Karlina asal Samarinda dengan ide Boutique Yasera yang dapat menampung dan memasarkan Kerajinan Tangan Tenun Doyo dari Kutai Barat, Azis Pusakantara asal Jakarta dengan ide membuat paving block yang memanfaatkan sampah kantong plastik dan Elven Aprilnico asal Jakarta dengan ide Titik Balik Coffee yang memberdayakan narapidana dan bekas narapidana di lembaga pemasyarakatan.

Setelah proses penjurian esok hari, program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu akan ditutup dengan acara awarding terhadap 3 (tiga) orang pemenang dan pitch deck 20 peserta terbaik dengan konsep Business Conference, yang akan diadakan pada Februari 2019 mendatang. Namun, tidak berhenti sampai di sini, Kopi Kapal Api akan terus mendukung generasi muda Indonesia dalam mewujudkan cita-cita dan mimpi besarnya melalui berbagai kegiatan lainnya.

*****

Tentang Kapal Api

Kapal Api merupakan market leader di industri kopi di Indonesia yang sudah terbukti puluhan tahun dalam komitmennya memberikan kualitas kopi terbaik yang terkenal dengan aroma dan rasanya yang jelas lebih enak.

Kampanye Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu, merupakan wujud inovasi dan tanggung jawab Kapal Api untuk memfasilitasi pemuda Indonesia dengan jiwa socioprenership agar berani mewujudkan semangat dan mimpinya menjadi kenyataan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosialisasi Program BERSIAP Academy Karawang, 22 Juni 2026 – Komitmen untuk memperluas akses pelatihan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP Academy, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas di Kawasan Industri Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi penyandang disabilitas, hingga mitra industri untuk membangun kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif Marthella Sirait S. IP., M.A., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., serta perwakilan industri di kawasan Kabupaten Karawang dan organisasi penyandang disabilitas. Kolaborasi Menuju Ketenagakerjaan Inklusif yang Berkelanjutan Sambutan dan peresmian pembukaan kegiatan Sosialisasi Program BERSIAP dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Ibu Rosmalia Dewi, S.H., M.H., yang menyambut baik pelaksanaan Program BERSIAP Academy dan menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan penempatan kerja yang lebih efektif bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Ketua FKLPID Jawa Barat, Bapak Benny Tunggul HS., ST., MM., Ph.D., menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang telah memiliki banyak praktik baik dalam penerapan ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, diperlukan dukungan yang lebih terstruktur agar perusahaan-perusahaan semakin siap menerima dan memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan bagi perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan dunia usaha dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. “Di Kabupaten Karawang sebenarnya sudah banyak praktik baik yang dilakukan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas, ada perusahaan yang sudah memenuhi kuota 1 persen. Namun diperlukan dukungan dan pendampingan agar perusahaan semakin siap. Melalui pelatihan dan penguatan kapasitas, perusahaan-perusahaan di Karawang memiliki peluang untuk menjadi contoh praktik ketenagakerjaan inklusif yang dapat memperoleh apresiasi hingga tingkat nasional,” ujar Bapak Benny Tunggul. CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait S. IP., M.A, memperkenalkan Program BERSIAP Academy yang didukung oleh DBS Foundation sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan penyandang disabilitas memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pendampingan karier, dan memberikan pemahaman mengenai disabilitas kepada perusahaan supaya lebih mengerti urgensi dan manfaat. Melalui tiga fokus utama DBS Foundation yakni menyediakan kebutuhan dasar, mendorong inklusi dan mempersiapkan komunitas menua agar lebih berdaya dan bermartabat, DBS Foundation berupaya untuk mempersiapkan generasi yang lebih inklusif dan siap menghadapi masa depan (future ready). Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia sekaligus perwakilan DBS Foundation mengatakan, “Kami mengapresiasi KONEKIN dan semua pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini dan terus memajukan agenda inklusivitas bagi tenaga kerja agar mereka lebih tangguh. Melalui program BERSIAP, kami yakin dapat membantu masyarakat rentan untuk mencapai kesetaraan dan memiliki daya saing yang adil. Inisiatif ini secara khusus selaras dengan fokus DBS Foundation pada pendidikan dan inklusivitas, memastikan tidak ada yang tertinggal dan mendorong keterampilan siap masa depan, yang krusial untuk memberdayakan individu agar berkembang di dunia kerja.” Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina PTKK Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bapak Asrian Darma Saputra, S.E., M.Si., menyampaikan materi “Arah Kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas” yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau memaparkan data terkini mengenai kondisi penyandang disabilitas berdasarkan ragam disabilitas dan jenjang pendidikan, sekaligus menjelaskan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja inklusif, penguatan layanan 1 penempatan tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas, serta implementasi berbagai regulasi pendukung ketenagakerjaan inklusif. Selain itu, beliau juga menyampaikan kebijakan pemberian penghargaan dan insentif bagi pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, serta informasi mengenai terbitnya Permenaker Nomor 8 Tahun 2026 yang menggantikan Permenaker Nomor 3 Tahun 2021 sebagai bentuk penguatan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di dunia kerja. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koneksi Indonesia Inklusif dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pelatihan dan meningkatkan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri. Kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan Program BERSIAP Academy, diskusi dan tanya jawab interaktif oleh peserta yang berasal dari Pemangku Kepentingan, HR Manager perusahaan, universitas lokal dan komunitas disabilitas, yang ditutup oleh penyusunan rencana tindak lanjut dan sesi networking yang melibatkan berbagai pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan organisasi penyandang disabilitas, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan berpartisipasi secara aktif di dunia kerja. Kabupaten Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan praktik ketenagakerjaan inklusif yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta memberikan kesempatan yang setara. Tentang Program BERSIAP Academy BERSIAP Academy adalah program pelatihan intensif daring yang dirancang khusus untuk membekali talenta muda penyandang disabilitas dengan keterampilan dan kesiapan kerja yang dibutuhkan di dunia industri. Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring yang dipandu oleh narasumber serta mentor profesional dari berbagai bidang. Program ini berfokus pada penguatan keterampilan soft skills esensial sehingga peserta dapat berkembang menjadi talenta potensial yang siap direkrut perusahaan. Sejak tahun 2023, BERSIAP Academy telah diselenggarakan sebanyak tiga angkatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, yaitu Unilever, DBS Bank Indonesia, dan Godrej Indonesia. Program ini telah menghasilkan 150 alumni penyandang disabilitas, dengan tingkat penyerapan kerja mencapai 51%. Program BERSIAP didukung oleh DBS Foundation melalui program Business for Impact 2025 sebuah inisiatif yang memperkuat komitmen Bank DBS Indonesia sebagai purpose-driven organisation dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, berkat dukungan tersebut KONEKIN kembali menyelenggarakan BERSIAP Academy di 5 kawasan industri yaitu Karawang, Batang-Kendal, Batam, Balikpapan, dan Morowali dengan tujuan untuk mendukung pemerataan dan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Indonesia.
Nasional

Sosialisasi Program BERSIAP Academy   Karawang, 22 Juni…